Menjangkau Pinggiran: YBM PLN UIP JBTB Tempuh Perjalanan Perahu Satu Jam Salurkan Sembako ke Dusun Kepetingan - Gerbang Nusantara News

14 Februari 2026

Menjangkau Pinggiran: YBM PLN UIP JBTB Tempuh Perjalanan Perahu Satu Jam Salurkan Sembako ke Dusun Kepetingan


SIDOARJO, GNN gerbangnusantaranews.com
Ramadhan senantiasa menjadi momentum kepedulian dan penguatan empati sosial. Makna solidaritas semakin terasa ketika bantuan tidak hanya berpusat di perkotaan, melainkan juga menjangkau wilayah terpencil yang penuh keterbatasan.  

Dalam rangkaian Tarhib Ramadhan, Yayasan Baitul Maal PLN UIP JBTB menyalurkan paket sembako kepada warga Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (12/2/2026). Untuk mencapai dusun pesisir tersebut, tim harus menempuh perjalanan menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam.  

Akses yang terbatas menjadi gambaran nyata bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemudahan dalam memperoleh bantuan sosial. Tantangan jarak dan transportasi air menjadi bagian dari perjuangan distribusi yang penuh makna.  

Sebanyak 62 mustahik menerima paket sembako dalam kegiatan ini. Warga menyambut rombongan dengan antusias, menilai bantuan tersebut bukan sekadar materi, melainkan bentuk perhatian bahwa masyarakat di wilayah terpencil tetap diingat.  

Perwakilan warga, Shodiqin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan. “Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami yang memiliki keterbatasan akses. Solidaritas yang diwujudkan nyata jauh lebih berharga daripada sekadar wacana,” ujarnya.  

Manajer YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ke daerah pinggiran merupakan komitmen agar dana zakat dan sosial keagamaan benar-benar sampai kepada yang berhak.  

“Semangat Ramadhan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk kesediaan menjangkau wilayah yang aksesnya terbatas. Distribusi zakat bukan sekadar seremonial, melainkan wujud keadilan sosial,” tegasnya.  

Perjalanan satu jam menggunakan perahu menjadi simbol bahwa solidaritas membutuhkan kesungguhan. Momentum Ramadhan mengajarkan bahwa keberagamaan tidak berhenti pada ibadah personal, tetapi juga tercermin dalam kepedulian sosial yang mampu menembus batas jarak dan keterbatasan.(k-ra)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda