Kisah Sertu Lazarus Didikan Jenderal Maruli Simanjuntak Jadi Ujung Tombak Pipanisasi Terpanjang di Pulau Bawean
GRESIK, Gerbang Nusantara News — Pulau Bawean yang terpisah dari daratan utama Jawa kini menyambut harapan baru lewat kehadiran jaringan pipanisasi terpanjang dalam sejarah program Manunggal Air TNI Angkatan Darat. Program ini menyalurkan air dari Danau Kastoba, sumber air utama pulau tersebut, menuju lahan pertanian dan pemukiman warga.
![]() |
Sertu Lazarus Lapu Ndakunau bersama KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak saat di Pulau Bawean |
Terletak di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Pulau Bawean terbagi menjadi dua kecamatan, yaitu Sangkapura dan Tambak. Selama ini keterbatasan air menjadi kendala besar: lahan pertanian hanya mengandalkan air hujan sehingga petani hanya bisa memanen sekali dalam setahun. Kondisi ini berubah secara signifikan setelah diresmikannya proyek ini oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Desa Kalumpang Gubug, Kecamatan Tambak.
Jaringan pipa yang dibangun membentang sejauh kurang lebih 15 kilometer dan menjadi jaringan terpanjang yang pernah dikerjakan dalam program Manunggal Air. Pembangunannya merupakan kerja sama antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Kabupaten Gresik, Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, serta dukungan BUMN termasuk Petrokimia Gresik. Pada tahap awal, saluran ini melayani tiga desa, yaitu Kalumpang Gubug, Pekalongan, dan Tambak, dengan rencana perluasan ke desa-desa lainnya.
Berkat adanya aliran air yang tetap, lebih dari 340 hektar sawah kini terairi dengan baik, yang memberi manfaat bagi sekitar 2.450 keluarga petani. Masa tanam yang dulunya hanya satu kali setahun kini meningkat menjadi dua hingga tiga kali, sehingga produksi pangan dan kesejahteraan warga diproyeksikan naik signifikan. Selain itu, Petrokimia Gresik turut menyumbang bantuan pupuk untuk 12 desa penerima manfaat selama musim tanam Oktober 2024 hingga Maret 2025.
Hingga September 2026, pembangunan terus berlanjut. Warga bersama Babinsa secara gotong royong membangun bak penampungan air di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Pengembangan juga meluas ke wilayah Sangkapura dengan memanfaatkan jalur dari Danau Kastoba menuju Desa Balikterus, Kebontelukdalam, dan desa-desa sekitarnya.
Program pipanisasi Pulau Bawean bukan sekadar pemasangan saluran, melainkan langkah strategis yang mengubah pola hidup masyarakat pulau tersebut dari ketergantungan pada hujan menjadi memiliki akses air yang andal, membuka jalan bagi kemandirian pangan dan kemajuan ekonomi daerah.
Dan di balik keberhasilan Program Pipanisasi Pulau Bawean adalah Sertu Lazarus Lapu Ndakunau, Corp Czi., Satuan Kodim Gresik 0817/Gresik. Didikan Bapak KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak ini mengemban amanah besar sebagai Kepala Teknisi Pipanisasi terpanjang dalam sejarah program Manunggal Air TNI Angkatan Darat.
"Pipanisasi Bawean adalah upaya besar mengalirkan air dari Danau Kastoba lewat pipa sejauh 15 km ke lahan pertanian, agar warga bisa panen lebih banyak dan hidup lebih sejahtera," ungkap Lazarus yang juga Babinsa Desa Bedanten Bungah ini, Jumat (11/9/2026). (Telisik Hati)

















