Gerbang Nusantara News

Sosial Politik

PENDIDIKAN

WISATA

Foto

Video

28 Oktober 2026

Sosialisasi Indeks Desa di Kecamatan Benjeng: Instrumen Penguatan Perencanaan dan Pemberdayaan Masyarakat


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com 
Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Sosialisasi Indeks Desa sebagai instrumen penguatan perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Komisi I dan II.

Dalam sambutan pembukaan, Sekcam Benjeng Sudarmanto, S.Sos., yang mewakili Camat Benjeng menekankan pentingnya pemahaman Indeks Desa sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Eril Desembrilian Prabowo, A.Md, Tra, ANT-III, SE, mengingatkan agar desa tidak hanya berpuas diri dengan status “Mandiri”, melainkan membuktikan dengan capaian nyata. 

Ia menekankan perlunya: Menggali potensi desa dan memahami beban desa untuk melahirkan perencanaan sesuai kebutuhan dan skala prioritas, Inovasi di tengah keterbatasan anggaran dengan efisiensi yang teruku, Keterlibatan semua pihak, termasuk oposisi bila ada, agar aspirasi masyarakat terakomodir, Optimalisasi ruang diskusi lintas sektoral sehingga program desa lebih mudah dieksekusi, baik di bidang infrastruktur maupun pemberdayaan, Memperkuat monitoring dan evaluasi untuk penyempurnaan program lanjutan.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Gresik, Sulton Sulaiman, menegaskan bahwa Indeks Desa menjadi instrumen penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. 

Ia menekankan perlunya mempertahankan Enam Dimensi Utama Indeks Desa, yakni: 

1. Layanan Dasar (pendidikan, kesehatan, dan ketersediaan layanan masyarakat), 2. Sosial ( partisipasi warga, aktivitas sosial, dan fasilitas pendukung kehidupan), 3. Ekonomi (potensi usaha lokal, produksi desa, dan fasilitas ekonomi), 4. Lingkungan (pengelolaan lingkungan hidup dan kesiapsiagaan bencana), 5. Aksesibilitas (kondisi jalan dan kemudahan akses layanan serta pusat kegiatan), 6. Tata Kelola Pemerintahan Desa (kualitas kelembagaan, pelayanan publik, dan pengelolaan keuangan desa).

Dengan sosialisasi ini, diharapkan perangkat desa semakin memahami pentingnya Indeks Desa sebagai alat ukur sekaligus panduan dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. 

Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan DPRD menjadi kunci agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.(WLO)



Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani resmi melantik Edy Hadisiswoyo sebagai Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Gresik, Rabu (28/10). Edy yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Perekonomian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik akan menjalankan tugas sehari-hari Sekda di samping melaksanakan jabatan definitifnya.

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Gresik Nomor 800.1.3.3/253/437.73/M/2026, setelah memperoleh persetujuan Gubernur Jawa Timur melalui surat tertanggal 23 Oktober 2026. Masa penugasan berlaku sejak pelantikan hingga paling lama tiga bulan atau sampai dilantiknya Sekda definitif.

Usai pelantikan, Edy menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Gresik atas amanah yang diberikan. Ia juga memohon arahan dari pimpinan daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan tugasnya.

“Alhamdulillah, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati yang telah memberikan amanah kepada saya. Saya juga mohon arahan pimpinan dari Forkopimda beserta seluruh kepala OPD tentang bagaimana kita melaksanakan tugas-tugas ini,” ujar Edy.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi dan kekompakan seluruh OPD dalam menjalankan visi dan misi Bupati Gresik. Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah diperlukan agar pelaksanaan program pemerintahan berjalan dengan baik.

“Bagaimana visi misi Bupati kita wujudkan bersama-sama dengan seluruh OPD. Saya harap bisa saling koordinasi, saling menjaga, dan bisa ada sebuah kekompakan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gresik memberikan semangat kepada Edy agar dapat menjalankan amanah dengan baik dan memperkuat sinergi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan ke depan perlu dihadapi bersama dengan menjaga kekompakan dan soliditas.

“Tantangan ke depan kita hadapi bersama-sama. Saya harap bisa kompak, solid, dan sabar. Insyaallah diberikan kemudahan oleh Allah,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Sekda Achmad Wasil atas pengabdian dan dedikasinya selama 5 tahun 1 bulan. Ia berharap berbagai capaian yang telah dilakukan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik.

Selain itu, Bupati mendorong penguatan program bantuan pendidikan melalui kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Bupati menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Gresik telah menganggarkan Rp7 miliar pada 2027 untuk program beasiswa. Bantuan yang direncanakan berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2,5 juta per semester serta uang saku Rp1 juta per semester.

Ia berharap perusahaan melalui program CSR dapat menyelaraskan dukungan pendidikannya dengan program pemerintah daerah. Pembahasan lebih lanjut direncanakan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) CSR pada November 2026.

Bupati juga menekankan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Pemerintah daerah perlu menggali potensi pendapatan yang dapat dikembangkan tanpa menambah beban masyarakat secara berlebihan.

Pelantikan Pj Sekda ini diharapkan dapat menjaga koordinasi dan keberlangsungan pelaksanaan tugas pemerintahan di Kabupaten Gresik sembari menyiapkan pengisian jabatan Sekda definitif sesuai ketentuan yang berlaku.(red)

27 Oktober 2026

Dana Penyehatan JKN Cair, BPJS Kesehatan Pastikan Transparansi PenggunaanNarasi Berita yang Disempurnakan


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Kesehatan menegaskan bahwa Dana Bantuan untuk Kecukupan Dana Jaminan Sosial Kesehatan (DJS Kesehatan) yang digelontorkan pemerintah sepenuhnya digunakan sesuai peruntukan, yakni membayar klaim fasilitas kesehatan mitra Program JKN. 

Proses pembayaran dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan hasil verifikasi atas setiap klaim yang diajukan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp10 triliun telah diterima pada 14 Oktober 2026. Hingga 23 Oktober, realisasi penggunaan mencapai Rp5,1 triliun, sementara sisa Rp4,9 triliun ditargetkan selesai dibayarkan paling lambat akhir Oktober setelah proses verifikasi rampung.

“Dana Bantuan untuk Kecukupan DJS Kesehatan ini kami tegaskan hanya digunakan untuk pembayaran klaim fasilitas kesehatan, dicatat secara terpisah, dan dapat ditelusuri secara transparan,” ujar Janoe.

Ia menekankan bahwa verifikasi klaim menjadi bagian penting sebelum pembayaran dilakukan, guna memastikan kelengkapan dokumen dan persyaratan administrasi. 

Dengan mekanisme tersebut, akuntabilitas pengelolaan dana JKN dapat terjaga.Janoe menambahkan, ketentuan pembayaran klaim rumah sakit diatur dalam Perpres 82/2018, dengan batas waktu maksimal 15 hari kalender sejak dokumen klaim dinyatakan lengkap. Sepanjang 2025, rata-rata pembayaran klaim tercatat 13,6 hari kalender. 

Pemerintah juga merencanakan pencairan tahap kedua sebesar Rp10 triliun pada November 2026 untuk mendukung kebutuhan pembayaran klaim berikutnya.“Pembayaran klaim kepada fasilitas kesehatan adalah bagian penting dalam penyelenggaraan JKN. 

Melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan, peserta mendapatkan akses layanan sesuai ketentuan, mulai dari tingkat pertama hingga rujukan di rumah sakit,” jelasnya.

Per 1 Oktober 2026, jumlah peserta JKN secara nasional telah mencapai lebih dari 284,8 juta jiwa atau 98 persen dari total penduduk Indonesia. 

Di Kabupaten Gresik, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 183 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 61 rumah sakit, serta 100 fasilitas penunjang seperti apotek, laboratorium, dan optik.

“Jaringan kerja sama ini memastikan peserta JKN memperoleh layanan sesuai kebutuhan. Kami mengimbau peserta rutin mengecek status kepesertaan melalui Mobile JKN atau layanan PANDAWA di nomor 08118165165,” tutup Janoe. (RED)

Penerintah Kecamatan Balongpanggang Gelar Monitoring dan Evaluasi: Wujudkan Tata Kelola Desa Tertib, Transparan, dan Akuntabel


GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com 
Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa dengan tema “Pemerintahan Desa yang Tertib, Transparan, Akuntabel, dan Berorientasi pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik”. 

Acara berlangsung di Aula Pertemuan Kecamatan Balongpanggang dengan peserta para sekretaris desa se-Kecamatan Balongpanggang.Kegiatan ini menghadirkan narasumber Wongso Negoro, Wakil Ketua DPRD Gresik, serta Dimaz Fahturrachman, anggota Komisi I DPRD Gresik. 

Camat Balongpanggang, Nur Salim, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan narasumber, serta berharap kegiatan ini dapat berjalan sesuai harapan dan mewujudkan tema yang diusung.

Dalam paparannya, Wongso Negoro menekankan pentingnya ketertiban sebagai wujud nyata peningkatan pelayanan publik, serta menggarisbawahi perlunya kebersamaan dan keterlibatan semua pihak untuk mewujudkan transparansi.

Sementara itu, Dimaz Fahturrachman mengajak perangkat desa untuk berani keluar dari zona kebiasaan lama yang sering terjebak dalam pola “bisae ngene” (biasanya begini). 

Ia menekankan urgensi percepatan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai pintu awal perubahan data, termasuk data penerima bantuan sosial. 

Dimaz juga mengingatkan masyarakat agar memberikan keterangan sesuai fakta saat ada survei atau sensus, karena validasi data sangat berpengaruh terhadap posisi desil kesejahteraan.

Keduanya berharap para sekretaris desa dapat meningkatkan kualitas diri sehingga pelayanan publik dapat berjalan sesuai harapan masyarakat. 

Mereka juga berkomitmen memperjuangkan aspirasi perangkat desa, termasuk terkait kenaikan siltap, serta membuka ruang audiensi bagi pengurus PPDI dengan pimpinan dewan.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan desa yang tertib, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Acara yang dipandu Kasi Pemerintahan Kecamatan Balongpanggang Yudhi Zuliyanto ini ditutup dengan tanya jawab dan foto bersana.(WLO)

Apakah Anda ingin saya juga menyiapkan versi singkat (1–2 paragraf) agar lebih cocok untuk publikasi cepat di portal online atau media sosial?

24 Oktober 2026

Puncak Hari Santri 2026, Fatayat NU Gresik Teguhkan Kemandirian Desa dan Sinergi Lintas Sektor


GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com 
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik menggelar puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Sabtu (24/10). 

Dengan tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemandirian kader, pemberdayaan desa, serta memperluas sinergi lintas sektor dalam pelayanan masyarakat.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memberikan apresiasi atas kiprah Fatayat NU yang konsisten berkhidmat bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dengan niat tulus dan ikhlas.

“Di momen Hari Santri ini, mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan dan terus berkhidmat. Semoga niat menjadi kader NU, baik Fatayat, Ansor, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan lainnya, senantiasa tulus dan ikhlas dalam membantu sesama,” ujar Bupati Yani.

Bupati juga menyoroti peran pemerintah desa yang dinilai krusial dalam membuka ruang bagi kader Fatayat NU untuk berkembang hingga tingkat ranting.

“Ketika Fatayat di desa diberi ruang, kesempatan berkarya, dan bisa bersinergi dengan pemerintah desa, menurut saya ini luar biasa,” tambahnya.Selain pemberdayaan desa, Fatayat NU Gresik turut berkontribusi dalam perlindungan sosial. 

Hampir seluruh kader kini aktif sebagai relawan sosial tanpa imbalan, sebuah bentuk pengabdian sukarela yang diapresiasi oleh pemerintah daerah. 

Dukungan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat juga diperkuat melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI, yang diserahkan kepada Fatayat NU Gresik dan dikelola oleh Desa Mojopuro, Kecamatan Balongpanggang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik, KH. Mulyadi, menegaskan bahwa kemandirian merupakan prinsip utama NU. Ia menjelaskan empat aspek kemandirian yang harus terus diperkuat: akidah, jamaah, ekonomi, dan kebangsaan. 

Semangat ini diwujudkan melalui penghargaan Desa Sahabat PC Fatayat NU Gresik, yang diberikan kepada enam desa terbaik atas dukungan mereka terhadap kaderisasi dan kelembagaan Fatayat NU.

Juara I: Pimpinan Ranting BanyutengahJuara II: Pimpinan Ranting BungahJuara III: Pimpinan Ranting TanggulanginHarapan I: Pimpinan Ranting LowayuHarapan II: Pimpinan Ranting Cerme KidulHarapan III: Pimpinan Ranting Peganden

Rangkaian acara juga diwarnai dengan deklarasi Ruang Bersama Indonesia oleh PC Fatayat NU Gresik bersama Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Sinergi lintas sektor ini menegaskan komitmen Fatayat NU Gresik dalam memperkuat peran kader perempuan di bidang pemberdayaan desa, perlindungan sosial, dan pembangunan daerah.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Fatayat NU Gresik meneguhkan komitmen untuk menjaga akar tradisi sekaligus memperkuat keutuhan negeri melalui aksi nyata di tingkat lokal.(red)

23 Oktober 2026

HSN XI Balongpanggang: Refleksi Resolusi Jihad dan Semangat Juang Santri

Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balongpanggang menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-XI di Lapangan Gelora 17 Agustus, Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (22/10/2026) pagi.

Upacara tahunan yang berlangsung khidmat ini diikuti ribuan peserta, terdiri dari jajaran pengurus MWCNU Balongpanggang, unsur Muspika, serta warga Nahdliyin dari berbagai ranting se-Kecamatan Balongpanggang.Dr. H. Moh. Syafi’am, S.H., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara jajaran Banser Balongpanggang dipercaya mengemban tugas protokoler mulai dari Komandan Upacara, Komandan Kompi, Ajudan, hingga Perwira Upacara.

Kemeriahan semakin terasa dengan keterlibatan pelajar dan badan otonom NU. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dibawakan oleh siswa-siswi SMK Hidayatul Ummah, sedangkan paduan suara diisi oleh siswi MTs Hidayatul Ummah. Pembacaan dokumen penting seperti Pembukaan UUD 1945, Ikrar Santri, dan teks Resolusi Jihad turut menguatkan nuansa historis peringatan ini. 

Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin Rais Syuriyah MWCNU Balongpanggang.Ketua Panitia HSN XI Balongpanggang, Samsul Arif, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjuangan para pendahulu. 

“Momentum ini adalah bentuk penghormatan atas sejarah perjuangan, khususnya Resolusi Jihad yang dikobarkan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari pada 1945. Dari semangat keikhlasan dan perjuangan santri itulah bangsa ini berdiri teguh,” ujarnya.

Samsul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan. 

Ia berharap semangat juang santri terus membara, menjadi energi positif bagi agama, bangsa, dan negara.Upacara di Balongpanggang ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Gresik. 

Puncak peringatan tingkat kabupaten dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026 di halaman Masjid KH. Robbach Ma’sum (Islamic Center) Gresik.(sa)

22 Oktober 2026

Deklarasi Desa Bersinar: Pemerintah Desa Tambakberas Teguhkan Komitmen Wujudkan Desa Bersih Narkoba


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com 
Pemerintah Desa Tambakberas bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik melalui Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menggelar kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkoba dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Sumber Daya Pembangunan Desa, Rabu (21/10/2026). 

Sebanyak 50 warga Desa Tambakberas mengikuti kegiatan ini sebagai langkah nyata memperkuat partisipasi masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Gresik, dr. H. Aschluchul Alif, M.Kes., MM., M.HP., Kepala Bagian Hukum Kabupaten Gresik, Muhammad Ruum Pramudya, S.H., serta Kepala Desa Tambakberas, Wahyudi, S.E. 

Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. “Upaya mewujudkan desa bersih narkoba tidak bisa dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, keluarga, hingga relawan anti narkoba,” ujarnya. 

Dengan kolaborasi tersebut, Desa Tambakberas diharapkan tumbuh sebagai lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan peduli terhadap P4GN.Materi kegiatan turut memperkuat pemahaman relawan mengenai bahaya narkoba, dampaknya terhadap kesehatan, keluarga, dan pembangunan desa. 

Bagian Hukum Pemkab Gresik memberikan penjelasan tentang regulasi hukum yang mendukung P4GN, sementara relawan dibekali tugas menyampaikan edukasi melalui sosialisasi, pertemuan warga, kegiatan kepemudaan, hingga pemanfaatan media komunikasi desa.

Puncak acara ditandai dengan Deklarasi Desa Bersinar yang melibatkan Pemerintah Desa Tambakberas dan masyarakat setempat. Deklarasi ini diperkuat dengan penandatanganan kerja sama antara BNN Kabupaten Gresik dan Pemerintah Desa Tambakberas, serta pelaksanaan skrining tes urine bagi seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, relawan anti narkoba diharapkan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba. Sinergi antara BNN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi langkah strategis menuju Gresik Bersinar – desa yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari narkoba.(yan)


21 Oktober 2026

Empat Pondasi Network Marketing

Empat Pondasi Network Marketing

Bisnis network marketing tumbuh kokoh bila empat pondasi ini dibangun: pelanggan, penjual eceran, pelaku jaringan, dan stok produk.

Pondasi Pertama: Pemanfaat Produk / Pelanggan Pengertian: Pelanggan adalah pengguna langsung produk yang merasakan manfaat nyata, Manfaat:Produk lebih dipercaya karena ada bukti nyata pemakaian, Testimoni pelanggan menjadi alat promosi paling efektif dan Membentuk loyalitas dan repeat order.

Catatan Penting: Pelanggan adalah pondasi pertama. Cerita manfaat yang dirasakan pelanggan adalah energi utama dalam membangun kepercayaan.

Pondasi Kedua: Penjual Produk Eceran Pengertian: Penjual eceran adalah pihak yang mendistribusikan produk secara langsung ke pasar dengan margin keuntungan.

Manfaat: Memperluas jangkauan produk ke berbagai segmen, Memberikan keuntungan finansial bagi penjual, Menjadi saluran distribusi yang stabil dan berkelanjutan.

Catatan Penting: Penjual eceran adalah motor distribusi. Mereka memastikan produk hadir di pasar dengan harga sesuai ketentuan.

Pondasi Ketiga: Pelaku Bisnis Jaringan Pengertian: Pelaku jaringan adalah individu yang membangun tim, merekrut, dan menduplikasi sistem bisnis, Manfaat:Menciptakan percepatan pertumbuhan bisnis, Memberikan peluang reward dan insentif lebih cepat, Membentuk komunitas yang saling mendukung.

Catatan Penting: Pelaku jaringan adalah penggerak utama. Dengan duplikasi sistem, bisnis berkembang eksponensial.

Pondasi Keempat: Stok Produk Pengertian: Stok produk adalah ketersediaan barang yang siap didistribusikan kapan saja sesuai kebutuhan pasar, Manfaat:Menjamin kelancaran distribusi tanpa hambatan, Meningkatkan kepercayaan mitra karena barang selalu tersedia, Mempercepat pelayanan dan menjaga reputasi bisnis. 

Catatan Penting: Stok produk adalah pondasi yang memastikan roda bisnis tidak berhenti. Tanpa stok, pelanggan dan penjual eceran akan kehilangan momentum.

Empat pondasi ini saling melengkapi. Pelanggan memberi cerita, penjual eceran memperluas pasar, pelaku jaringan mempercepat pertumbuhan, dan stok produk menjamin keberlangsungan.

“Dengan membangun empat pondasi ini secara seimbang, bisnis network marketing akan tumbuh kokoh dan memberi manfaat luas.(SULE)

Ratusan Warga Kedamean Antusias Ikuti Bekam Gratis, Kado Sehat Hari Santri 2026


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com 
Ratusan warga Kedamean memadati Madrasah Diniyah Darus Sa’adah, Desa Menunggal, Ahad (18/10), untuk mengikuti layanan bekam gratis dan terapi listrik. 

Kegiatan yang digelar MWCNU Kedamean melalui LKNU bersama NU Care-LAZISNU ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Layanan kesehatan tradisional Thibbun Nabawi ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Griya Sehat Kita, tim terapis asal Surabaya. Antusiasme warga menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan sosial yang menghadirkan manfaat langsung sekaligus mempererat hubungan NU dengan masyarakat.

Ketua LAZISNU MWCNU Kedamean, Achmad Ali, menegaskan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian. “Harapan kami, ke depan akan lahir terapis mandiri dari Kedamean agar pelayanan seperti ini bisa terus berkembang,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan MWCNU Kedamean, Kiai Mujahidi, yang menilai layanan ini sebagai kado kesehatan bagi masyarakat dalam momentum Hari Santri. “Mari jadikan Hari Santri sebagai semangat perjuangan dan khidmat NU untuk menghadirkan manfaat bagi umat,” katanya.

Salah satu terapis, Catur Ketua, mengaku senang dapat berkolaborasi. “Semoga kegiatan ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Kesan positif datang dari peserta yang bersyukur bisa menikmati layanan gratis. “Alhamdulillah, terima kasih kepada MWCNU Kedamean, LKNU, LAZISNU, dan tim Griya Sehat Kita. Semoga kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, NU Kedamean menerjemahkan semangat Hari Santri ke dalam aksi nyata: pengabdian yang tidak hanya berupa kegiatan keagamaan, tetapi juga pelayanan sosial yang berkelanjutan. 

Panitia berharap kolaborasi dengan mitra dapat terus berkembang, termasuk rencana menyiapkan tenaga terapis lokal.Dengan demikian, layanan bekam gratis ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah awal membangun ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat yang berkesinambungan.(k-ra)

20 Oktober 2026

Sinergi Lintas Lembaga: DMI Gresik Gandeng FoZ, Baznas, dan Kemenag Salurkan Air Bersih ke Masjid Terdampak Kemarau


GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com 
Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Gresik membawa dampak serius bagi warga, termasuk keterbatasan akses air bersih di sejumlah masjid dan mushalla. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga aktivitas ibadah umat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik bergerak cepat dengan menggandeng Forum Zakat (FoZ) Gresik, serta mendapat dukungan penuh dari Baznas Kabupaten Gresik, BPBD Kabupaten Gresik, dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik. 

Melalui kolaborasi ini, bantuan air bersih disalurkan ke titik-titik yang paling membutuhkan.Sejumlah masjid dan mushalla yang menerima bantuan antara lain:

Mushalla Miftahul Huda Sidowungu, Kecamatan Menganti, Masjid Al-Mukhlasin Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Masjid Darussalam Dusun Glombok Kulon, Desa Mojowuku, Masjid Baitul Mustofa, Dusun Glombok Wetan, Desa MojowukuMasjid At-Taqwa, Perum Batara, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng

Kehadiran air bersih ini disambut penuh syukur oleh pengurus masjid dan warga sekitar. Selain untuk kebutuhan wudhu dan kebersihan lingkungan masjid, bantuan juga meringankan kebutuhan dasar masyarakat di sekitarnya.

Ketua DMI Kabupaten Gresik, Ustadz Zainal Abidin, S.Ag., M.Fil.I., menyampaikan apresiasi mendalam: 

"Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, kehadiran air bersih ini sungguh sangat berarti. Terima kasih sebesar-besarnya kepada sahabat Forum Zakat Gresik yang diketuai Ustadz Amin dari NH, beserta seluruh anggota FoZ. 

Kepedulian ini menjadi penyejuk di tengah kekeringan," ujar Kiai Zainal, Senin (19/10/2026).Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga:

"Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi semua pihak yang berkontribusi," tambahnya.

Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bersama mampu mengubah kesulitan menjadi harapan. Di mana ada kebersamaan, di situ kesulitan dapat teratasi. Semoga langkah ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama karena sekecil apa pun kebaikan, akan selalu bermakna besar bagi mereka yang menerima. (red)

19 Oktober 2026

Layar Hikmah Hadir di Masjid KH. Robbach Ma’sum: MUI Gresik Ajak Generasi Muda Petik Pesan Film Islami


GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik melalui Komisi Seni, Budaya Islami, dan Remaja kembali menghadirkan program Layar Hikmah Nobar dan Bedah Film Islami di Islamic Center Masjid KH. Robbach Ma’sum, Kecamatan Balongpanggang, Sabtu (17/10/2026) malam. 

Kegiatan ini menjadi ruang dakwah kreatif yang mengajak generasi muda memetik hikmah dan pesan moral dari film Islami sebagai bekal menghadapi tantangan pergaulan dan kenakalan remaja.

Ketua Organ Pengelola Masjid KH. Robbach Ma’sum, Drs. H. Mulyanto, MM, bersama Sekretaris Ustadz Samsul, M.Pd.I dan Camat Balongpanggang Nursalim, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Menurutnya, pemutaran film Islami menjadi sarana penting untuk menjangkau generasi muda di wilayah yang luas seperti Balongpanggang.“Semoga para generasi muda bisa mengambil hikmah dan manfaat dari film ini. Harapannya, mereka juga mendapatkan pesan spiritual sehingga mampu memilih dan memilah hal-hal yang baik serta menghindari hal-hal yang tidak baik,” ujarnya.

Mewakili Komisi Seni, Budaya Islami, dan Remaja MUI Gresik, Komang Jaya Updahana, S.Sos. menjelaskan bahwa Layar Hikmah merupakan tindak lanjut dari Festival Film Islami tingkat nasional dan lokal. 

Antusiasme peserta sebelumnya mendorong perluasan dakwah melalui film di berbagai lokasi.“Alhamdulillah, Layar Hikmah kali ini menjadi penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Gressmall dan Pondok Pesantren Al Ikhlash Panceng. Kami ingin dakwah Islam melalui film terus tersebar dan dapat dinikmati oleh generasi muda,” jelasnya.

Ketua Bidang Seni, Budaya Islam dan Remaja MUI Gresik, Drs. H. Wahyani Ahmad, menegaskan bahwa film dapat menjadi media dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. 

“Film tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral, membangun karakter, dan mengajak penontonnya melakukan hal-hal positif,” tuturnya.

Kegiatan ini juga diwarnai penampilan puisi berantai oleh Hj. Sri Wahyuni, M.Pd. dan Didik Hendriyono, S.Pd., yang menghadirkan pesan inspiratif melalui seni. 

Sejumlah pengurus MUI Gresik turut hadir, termasuk H. Khoirul Anwar, S.H., M.M., Drs. Nur Fakih, KH. Imam Chanafi, M.Ag., serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran anggota Komisi IV DPRD Gresik, Sudadi, S.E., M.M., menambah semangat acara. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap program pembinaan generasi muda melalui seni budaya Islami. 

“Kami siap membersamai MUI Gresik demi menyelamatkan generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi, agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang merusak,” tandasnya.

Melalui Layar Hikmah, MUI Gresik berupaya memperluas dakwah dengan pendekatan seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan generasi kreatif, berakhlak mulia, dan senantiasa menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup. (red)

17 Oktober 2026

Pelantikan Kasi Kesra Desa Bulurejo: Momentum Pengabdian dan Komitmen Pelayanan Masyarakat


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com 
Suasana khidmat menyelimuti acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kasi Kesra Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik yang digelar di Balai Desa Bulurejo pada Sabtu (17/10). 

Kepala Desa Bulurejo, Imam Sofwan (Iwan), resmi melantik Mega Ayu Safitri, S.Pd. sebagai pejabat baru Kasi Kesra Desa Bulurejo.

Acara ini dihadiri dan disaksikan oleh jajaran Forkopimcam Benjeng, anggota BPD, perangkat desa, PKK, lembaga desa, serta tamu undangan lainnya. 

Kehadiran seluruh elemen desa mencerminkan dukungan penuh terhadap penguatan pelayanan masyarakat melalui jabatan baru yang diemban.

VIDEO KEGIATAN 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bulurejo Imam Sofwan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pejabat terlantik. 

Ia berharap Mega Ayu Safitri dapat segera beradaptasi, bekerja sama dengan perangkat desa lainnya, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. 

“Semoga mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan semakin meningkatkan kinerja demi kemajuan desa,” tegasnya.

Sementara itu, Mega Ayu Safitri dalam pernyataannya mengungkapkan rasa syukur dan tekad kuat untuk mengabdi. 

Ia berharap bimbingan serta arahan dari kepala desa dan jajaran perangkat desa agar dapat menjalankan amanah dengan baik. “Motivasi saya menjadi perangkat desa adalah untuk mengabdi pada desa yang saya cintai,” ujarnya penuh semangat.

Pelantikan ini menjadi simbol komitmen Desa Bulurejo dalam memperkuat pelayanan sosial dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus meneguhkan semangat pengabdian generasi muda untuk kemajuan desa.(WLO)

EKBIS

POTRET DESA

TNI