GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com Puncak kemeriahan Redesblue Carnaval Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Minggu (11/10/2026), menjadi magnet sosial sekaligus penggerak ekonomi desa.
Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan (mulai dari titik start - Finish), rela duduk di pinggir untuk menyaksikan atraksi musik, tarian, dan kreativitas peserta yang memikat.
Karnaval tahun ini diikuti 18 peserta, terdiri dari satu peserta kehormatan dan 17 peserta lainnya dari enam dusun: Benjeng, Bulurejo, Rayung, Nyanyat, Balongwangon, dan Kacangan.
Kepala Desa Bulurejo, Imam Shofwan, S.Sos. (Iwan), menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tak lepas dari kekompakan Karang Taruna, panitia, pemerintah desa, serta dukungan penuh masyarakat.
“Selain hiburan, karnaval ini memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, Pedagang kaki lima tumbuh subur, sehingga ekonomi desa semakin bergairah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Redesblue juga semakin semarak dengan turnamen bola voli, cek sound pada Sabtu malam, serta agenda Sedekah Bumi yang akan digelar pada 17 Oktober mendatang, terangnya, sembari berpesan pada peserta agar jaga ketertiban dan kedisiplinan agar acara bisa sukses sesuai harapan dan semoga tahun depan bisa lebih semarak lagi
Camat Benjeng, Nurul Fuad, S.Sos., M.M., sebelum memverangkatkan peserta dalam sambutannya menekankan bahwa karnaval bukan sekadar hiburan, melainkan wujud kebersamaan dan kegotongroyongan warga Bulurejo.
Ia mengapresiasi semangat masyarakat yang mampu menghadirkan acara seperti ini senagai wujud kemeriaan dan rasa syukur, sekaligus memperkuat persatuan dan menggerakkan sektor UMKM, ungkapnya sembari dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirtohiim secara resmi acara ini dinyatakan dibuka dan peserta bisa diberangkatkan.
Petugas keamanan gabungan dari Polsek, Koramil 0817/10, Trantib Kecamatan Benjeng, serta Linmas turut memastikan jalannya karnaval berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Dengan semangat kebersamaan, Redesblue Carnaval Bulurejo kini menjadi agenda rutin yang selalu dinanti, sekaligus simbol persatuan dan kreatifitas masyarakat serta kebangkitan ekonomi desa.(WLO)
