Hot News

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 09 Mei 2020

Masyarakat Berharap Seruan Rapid Test Wabup Moh. Qosim Tidak Hanya Retorika Belaka


Gresik - gerbangnusantaranews.com
Berakhirnya PSBB tanggal 11 Mei 2020, yang semakin dekat sementara kasus positif covid-19 Gresik telah mencapai 37 kasus artinya mengalami lonjakan dari sebelumnya.

Melalui surat himbauan yang ditandatangi wakil bupati Moh. Qosim sebagai Wakil ketua Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penangan Covid-19 ini berisi tentang Anjuran ke perusahaan-perusahaan di kabupaten Gresik agar melakukan Rapid Test secara mandiri kepada pekerjanya.

Selaku kordinator Pengembangan dan Penelitian Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (P-TALI) Jawa Timur,Bagus Kurniawan, SE (46), Akrab dipanggil Ajuk, kepada Media, Sabtu  (9/5/2020) mengkhawatirkan himbauan itu tidak serius dan hanya beretorika saja. "Saya khawatir Wabup Qosim tidak serius dan beretorika saja" ungkapnya.

Sejauh ini Ia lakukan komunikasi ke perusahaan-perusahaan, hampir rata-rata perusahaan merasa keberatan untuk melakukan rapid test secara mandiri. "Perusahaan lebih senang bagi-bagi sembako warga terdampak daripada dibebani rapid test" tambah Ajuk.
Ajuk berharap pemerintah harus serius mengenai anjuran Rapid Test secara mandiri ke perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya sebatas surat himbauan saja tetapi juga ada aplikasi di lapangan, Sebab menurutnya Rapid Test sudah menjadi keharusan industri supaya karyawan tenang dalam bekerja. "Warga sekitar industri pun butuh informasi akurat karena sebaran karyawan ada disitu" tegas Ajuk penuh harap.

Ia juga menharapkan transparansi Pemkab Gresik terkait anggaran senilai 14,7 milyar yang diperuntukan pengadaan APD dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai). "Kalo memang dalam pos anggaran tersebut peruntukannya ada untuk rapid test lokasi industri, ya segera dilakukan, biar cepat penangan covid-19 ini", harap Ajuk.

Sementara Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik drg. Saifuddin Ghozali saat hendak dikonfirmasi oleh Media tidak merespon. Ditelpon tidak diangkat dan di Wa tidak dibalas meskipun centang dua biru tanda dibaca.

Sementara menurut Anggota satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Tarso Sagito, kepada Media menyatakan tidak tahu menahu masalah anggaran tersebut. "Tidak tahu, itu posnya di dinas kesehatan", terang Tarso singkat. (Mad-GNN Patner)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot