Hot News

Post Top Ad

Your Ad Spot

Senin, 26 Oktober 2020

IKAPETE GRESIK AWALI BERBAGI DALAM PERINGATAN HSN 2020

Gresik- gerbangnusantaranews.com 

Rangkaian semarak Hari  Santri Nasional tahun 2020.Ikatan keluarga Alumni pesantren Tebuireng (IKAPETE) Gresik. Hari ini dilaksanakan. 


Diawali dengan aksi pembagian 500 masker di Pasar Dukun dengan tujuan memberikan Edukasi kepada warga untuk selalu menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker saat keluar atau bepergian selama di masa pandemi Covid 19.Aksi ini Diapresiasi oleh warga dengan Antusiasnya meminta Masker. 


Dilanjutkan dengan kegiatan Napak tilas dengan Aksi Doa bersama dan Tahlil di makam Mbah Faqih maskumambang Dukun. Beliau Mbah Faqih adalah Pendiri NU dan Wakil Mbah Hasyim Asy'ari juga sebagai Roisul Akbar pertama Di NU.


Sebagai puncak HSN Ikapete Gresik ditempatkan di Cafe Cindelaras Desa Siwalan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik(25/10/2020).


Ketua Panitia HSN Ikapete Gresik Musyafiin Mengatakan, Giat ini semoga bisa Kita jalankan bisa dilaksanakan tiap tahun. " Ujarnya. 


Dikatakan hal ini bisa menjadi ajang silaturrahim antar Alumni Tebuireng dan bisa merajut keakraban dan kekompakan." Jelas Wak Modin sapaan Akrabnya. 


Giat Puncak HSN Ikapete Gresik dikemas dengan Cangkruan Santri sambil ngopi bersama dengan penuh kekeluargaan. " Pungkas Wak Moden. 


Cangkruan santri ini bertemakan " Revolusi jihad pada konteks kekinian."


Hadir Narasumber dari Anggota Dewan Propinsi Gus Iwan Zunaih dan Gus Rozi Budayawan Alumni Tebuireng. 


Menurut Gus Iwan bahwa, Kehadiran santri dan sosok santri di NKRI saat ini sangat Diperlukan dan butuhkan." katanya. 


Apapun Yang dilakukan santri selama itu tidak merugikan orang lain harus di Lanjutkan dan merupakan Jihad." jelasnya. 


Santri tidak boleh minder harus Percaya diri dan bermanfaat di tengah Masyarakat global.Ini menjadi kekuatan bagi santri untuk perjuangan meraih impianya." Pungkas Gus Iwan. 


Sedangkan Gus Rozi Budayawan Alumni Tebuireng Menjelaskan Ketika kita punya konsep idealis maka harus kita kawal dan tuntas diselesaikan. " Jelasnya 


Gus Rozi banyak menceritakan atas pengalaman tentang gaya dan Sepak terjang dalam aktifis budaya dan Pelukis. 


Menurutnya bahwa ijtihad Yang dilakukan oleh Santri Yang bisa bermanfaat ditengah Masyarakat adalah bagian dari budaya.Dan hasil dari pemikiran."Terang gus Rozi. 


Acara ditutup dengan Doa Barokah ramah tamah dan foto bersama.(Syafik Hoo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot