Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1447 H, Lembaga Muallaf Center – Dewan Masjid Indonesia (eLMC-DMI) Kabupaten Gresik kembali menunjukkan aksi nyata. Pada Minggu, 15 Maret 2026, bertempat di Masjid Nurul Jannah PT Petrokimia Gresik, lembaga ini menggelar pembinaan keimanan dan keislaman bagi 50 muallaf binaan. Kegiatan dirangkai dengan pemberian uang pembinaan, bingkisan lebaran, serta buka puasa bersama yang penuh kehangatan.
Acara ini dihadiri oleh Ketua PD DMI Kabupaten Gresik, Kiyai Zainal Abidin, S.Ag., M.Fil.I, Ketua eLMC-DMI H. Muhammad Ata Syifa Nugraha, ST. (akrab disapa Gus Ata), perwakilan UPZ PT Petrokimia, takmir Masjid Nurul Jannah, pembina muallaf Ust. Shohibul Marbait, serta para ustadz dan ustadzah pendamping.
Dalam sambutannya, Gus Ata menegaskan bahwa iman harus dibuktikan melalui amal shalih. “Islam adalah proses menuju keselamatan dengan amal shalih. Bisa jadi muallaf lebih kuat imannya dibanding muslim lama, karena mampu membuktikan iman lewat ibadah harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan,” ujarnya penuh motivasi.
Sebagai satu-satunya organisasi di Gresik yang konsisten membina muallaf sejak berdiri pada 15 Januari 2024, eLMC-DMI kini telah memiliki 122 muallaf binaan, termasuk 25 orang yang baru saja berikrar melalui lembaga ini, di antaranya dari Fujian, China dan Filipina. Program pembinaan mencakup penguatan iman, pelatihan ibadah, pengajian Al-Qur’an, kepedulian sosial, hingga bantuan modal usaha dan perbaikan rumah, dengan dukungan para donatur dan sponsor.
Kiyai Zainal Abidin menambahkan komitmen lembaga untuk membantu muallaf hingga tuntas, termasuk dalam urusan administrasi kependudukan. Ia juga mengajak masjid dan lembaga keislaman lain untuk bersinergi bersama eLMC-DMI dalam mendampingi ikrar masuk Islam. “Terima kasih kepada UPZ Baznas PT Petrokimia Gresik dan Takmir Masjid Nurul Jannah atas dukungan penuh. Semoga semakin jaya,” imbuhnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan testimoni tiga muallaf: Liem Edi Cahyono dari Menganti, Andi Astono dari Kedamean, dan Ester Febriana dari Malang. Liem, keturunan Tionghoa, mengungkapkan kebahagiaannya: “Sejak memeluk Islam melalui eLMC-DMI, hati saya tenang, hidup bahagia bersama keluarga, dan Alhamdulillah bisa rajin ibadah.”
Acara ditutup dengan doa oleh Ust. Shohibul Marbait, dilanjutkan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah, meninggalkan kesan mendalam akan semangat Ramadhan yang penuh rahmat dan persaudaraan.(red)
