Bupati Gresik dan Bupati Lamongan Perkuat Sinergi di TPA Ngipik, Wujudkan Program PSEL Surabaya Raya - Gerbang Nusantara News

08 April 2026

Bupati Gresik dan Bupati Lamongan Perkuat Sinergi di TPA Ngipik, Wujudkan Program PSEL Surabaya Raya


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima kunjungan kerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta rombongan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik, Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar daerah untuk mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis Waste to Energy (WtE).

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan termasuk dalam 10 daerah yang ditunjuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendukung percepatan penanganan sampah nasional melalui program Kementerian Lingkungan Hidup. PSEL Surabaya Raya melibatkan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan, dengan target terwujudnya Zero Waste Energy pada tahun 2026.

Dalam peninjauan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi keberhasilan Pemkab Gresik dalam mengelola sampah dengan teknologi modern, khususnya landfill mining yang mampu mereduksi timbunan sampah secara signifikan. Ia juga menyoroti inovasi lain seperti pemanfaatan RDF (Refuse Derived Fuel) serta pengolahan sisa makanan MBG menjadi pakan ternak, burung, dan ikan. “Kami akan belajar banyak dari Gresik. Inovasi ini menjadi inspirasi bagi pengembangan TPA di Lamongan,” ujarnya.

Yuhronur menegaskan, kerja sama lintas daerah akan segera diwujudkan melalui penandatanganan MoU. “Pengelolaan sampah adalah gerakan bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan kesiapan penuh untuk berkolaborasi. Ia menekankan bahwa kerja sama PSEL Surabaya Raya akan menghasilkan energi listrik yang dibeli oleh PLN sebagai bagian dari program energi baru terbarukan. “Potensi sampah dari Gresik mencapai 250 ton per hari, sedangkan Lamongan sekitar 100 ton per hari. Dengan integrasi TPST, pengelolaan sampah akan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Bupati Yani juga menambahkan bahwa langkah ini akan dilanjutkan dengan kunjungan ke Lamongan untuk menentukan titik pertemuan TPST antar kabupaten. “Mudah-mudahan langkah baik ini segera terealisasi demi lingkungan yang bersih dan sehat,” harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menegaskan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Ia menyebut capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur yang telah mencapai 52,7 persen—tertinggi secara nasional—menjadi motivasi bagi Gresik untuk terus meningkatkan kinerja. “Kolaborasi antar daerah adalah kunci terwujudnya sistem pengelolaan sampah modern dan terintegrasi,” pungkasnya.(dvd)


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda