Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat transformasi sektor pertanian dan peternakan melalui pelatihan Balai Ternak Gresik Krawu Enak (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) bagi para peternak kambing di Desa Sidoraharjo, Gresik. Program ini tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan pola pikir wirausaha, khususnya bagi generasi muda.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa pendekatan pemerintah kini berorientasi pada pembangunan sistem usaha peternakan yang utuh dari hulu hingga hilir.
“Kita tidak ingin hanya memberi ‘ikan’. Kita siapkan sistemnya dari pelatihan, produksi, sampai pemasaran. Harus ada blueprint yang jelas, dari A sampai Z,” tegasnya.
Menurut Alif, di tengah pesatnya industrialisasi yang semakin mengandalkan teknologi, sektor pertanian dan peternakan menjadi ruang strategis untuk mencetak wirausahawan baru sekaligus membuka lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya konsistensi suplai dan kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.
Lebih jauh, Wabup Alif mendorong lahirnya model usaha kolektif berbasis komunitas. Dengan semangat gotong royong, peternak kecil dapat membangun kekuatan produksi tanpa harus memiliki modal besar secara individu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindhito, menambahkan bahwa sektor pangan sering kali luput dari perhatian saat kondisi normal, namun menjadi krusial ketika terjadi krisis global. Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk tidak hanya bertani dan beternak, tetapi juga berwirausaha.
Melalui program Krawu Enak, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif berupa teori, praktik langsung, pendampingan, hingga peluang magang. Program ini juga didukung oleh kolaborasi lintas pihak, termasuk BAZNAS dan mitra swasta, dalam penyediaan bantuan ternak sebagai modal awal usaha.
Ke depan, pembinaan akan diperkuat melalui dukungan pembiayaan APBD serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Bantuan ternak yang diberikan diharapkan menjadi stimulan usaha berkelanjutan dengan evaluasi berbasis kinerja.
Pelatihan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama: manajemen kesehatan ternak, efisiensi pakan sebagai komponen biaya terbesar, serta pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem peternakan yang produktif sekaligus berkelanjutan. (red)
