SURABAYA, Gerbang Nusantara News – Di usia 11 tahun, kebanyakan anak masih belajar mengeja dunia dengan kata. Annisa Nismara memilih mengejanya dengan warna, garis, sapuan kuas, torehan pisau palet, cipratan dan lelehan cat di atas kanvas.
Sanggar DAUN mempersembahkan "Catatan Visual", pameran tunggal pertama Annisa Nismara, seniman muda asal Gresik. Pameran ini akan berlangsung pada 5 – 10 September 2026 dan menampilkan 15 karya yang dikerjakan dari tahun 2024 sampai yang terbaru 2026, 5 karya berukuran 100x100 cm, sisanya 70x50 cm dan 50x50 cm, seluruhnya adalah catatan jujur seorang anak tentang dunia yang ia lihat, ia rasa, dan ia alami.
Annisa Nismara lahir di Gresik, 11 Maret 2015. Meski masih duduk di kelas 6 SD Al-Islam Gresik, jejak seninya sudah melampaui usianya. Ia peraih tak kurang dari 10 penghargaan internasional, diantaranya pernah meraih Gold Artist pada Picasso International Art Contest India 2019 dan 2025, Gold Artist Picasso Water Colour 2020, serta Juara 2 Space Foundation International Student Art Contest USA 2020. Ia juga telah mengikuti puluhan pameran bersama di Gresik, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Bandara Juanda.
Tapi Catatan Visual bukan tentang prestasi. Ini tentang keberanian.
15 Halaman, 15 Catatan Tentang Hidup
Dalam pameran ini Annisa tidak melukis untuk dipuji. Ia melukis untuk memberi nama pada rasa yang sering bisu. 15 karya akrilik di atas kanvas menjadi 15 halaman dari buku hariannya.
Lima karya menjadi poros utama pameran ini:
"Catatan Bullying" (2026) menampilkan latar merah pekat dan sosok hitam yang membungkuk memeluk diri. Bukan gambar tentang pelaku, tapi catatan tentang rasa: sesak, takut, dan desakan untuk didengar.
"Catatan Child Abuse"(2025) hadir dalam palet hitam-putih yang menekan. Sosok kecil dari belakang dengan kaki besar menggantung di sudut. Jarak di antara keduanya adalah ruang paling menyakitkan: ruang tunggu dan takut.
"Jantung Hati" (2026) mengeluarkan isi dada ke luar kanvas. Sosok tanpa wajah dengan jantung merah besar di tengah punggung. Ini adalah keberanian seorang anak untuk menunjukkan bahwa hati juga bisa terluka tanpa ada luka fisik.
"Catatan Harian #3" (2026) adalah jantung pameran. Karya abstrak besar ini merekam cuaca batin seorang anak 11 tahun. Lapisan biru gelap, abu, dan tetesan merah menjadi visual dari hari-hari berat, sumpek, dan berantakan.
Annisa tidak melukis untuk terlihat "ceria". Ia melukis untuk jujur. Karya ini adalah bukti bahwa anak juga berhak punya ruang untuk merasa dan rapuh.
"Landscape Cerme, Gresik" (2025) menjadi jeda. Kanvas 100x100 cm yang dilukis langsung di sawah Cerme, Gresik, Jawa Timu , 1 km dari rumah Annisa. Hijau liar, tanah merah, dan langit mendung. Ini adalah catatan tentang rumah. Tentang tempat Annisa belajar bahwa hidup, seperti cuaca, tidak selalu cerah tapi tetap layak untuk dilukis.
Sisanya adalah catatan harian, burung yang menyendiri, bunga hutan, waduk, hingga sapi merah kecil. Semuanya ditulis dengan bahasa rupa yang naif tapi tidak polos. Spontan, tebal, dan jujur.
Catatan Kuratorial: Membaca Yang Tidak Diucapkan
Kurator pameran, Arik S. Wartono, Pendiri Sanggar DAUN, menulis:
"Annisa tidak menawarkan solusi. Ia hanya mencatat. Dan dari 15 catatan itu, kita diminta melakukan tiga hal: mendengar, bertanggung jawab, dan menghormati. Mendengar gambar anak. Bertanggung jawab menciptakan ruang aman. Menghormati bahwa anak punya cara sendiri untuk memproses dunia."
Menurut Arik, kekuatan Annisa bukan pada teknik. Kekuatannya ada pada urgensi. "Ia melukis bukan setelah memahami. Ia melukis agar ia bisa memahami. Karena itu setiap karya terasa masih basah. Masih hangat, seolah baru selesai lima menit yang lalu."
Informasi Pameran
Pameran Tunggal: "CATATAN VISUAL" - Annisa Nismara
Tempat: Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda, Alun-alun Surabaya, Jl. Gubernur Suryo No. 15 Surabaya
Tanggal: 5 – 10 September 2026
Pembukaan: Sabtu, 5 September 2026, Pukul 16.00-21.00 WIB
Kurator: Arik S. Wartono
Dipersembahkan oleh: Sanggar DAUN.
Galeri buka setiap hari pk. 10.00-21.00 WIB, Gratis (Free HTM), terbuka untuk umum
Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, dan materi foto, silakan hubungi:
Sanggar DAUN
WA: 08121630334
Instagram: @daun.artschool
Tentang Annisa Nismara
Annisa Nismara adalah seniman muda 11 tahun dari Gresik. Ia percaya bahwa menggambar adalah cara paling jujur untuk bertanya pada dunia. "Catatan Visual" adalah pameran tunggal pertamanya.
Tentang Sanggar DAUN
Berdiri pada tahun 2004, Sanggar DAUN kini telah berusia 22 tahun—sebuah prestasi yang patut dicatat. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai prestasi berhasil diraih. Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) dari Kementerian Kebudayaan RI sampai 5 kali berasal dari anak-anak didikan sanggar DAUN. Termasuk lebih dari 3.000 penghargaan Internasional dari UNESCO, UNEP, UNICEF, Youth for Human Right Internasional, serta galeri seni dan museum internasional seperti Museum Van Gogh di Belanda, Saatchi Gallery di London, Look and Learn Gallery dll. Juga penghargaan dari perusahaan multinasional seperti Toyota, BMW, Adidas, dll. Di Indonesia, anak-anak DAUN juga ikut berpameran di ARTJOG, Kids Biennale Indonesia, Biennale Jawa Timur, dll. Sampai hari ini, tercatat 18 anak Sanggar DAUN yang telah menggelar pameran tunggal.
Tentang Galeri Merah Putih
Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya adalah ruang pamer yang berkomitmen menampilkan praktik seni rupa kontemporer, termasuk suara-suara muda yang kritis dan segar.
Salam Budaya
Surabaya, 5 September 2026
Arik S. Wartono
Kurator, Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN



