Gerbang Nusantara News

08 September 2026

PGRI Cabang Bungah Salurkan Donasi untuk Korban Bencana Gempa di NTT

 


Bungah, September 2026, Gerbang Nusantara News — Kepedulian dan semangat berbagi kembali ditunjukkan oleh PGRI Cabang Bungah. Melalui gerakan kemanusiaan untuk saudara-saudara yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), PGRI Cabang Bungah berhasil menghimpun donasi sebesar Rp28.521.500.


Donasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas dari Bapak/Ibu Guru, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar PGRI Cabang Bungah. Dukungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Dari Bungah untuk NTT, setiap bantuan menjadi bagian dari harapan agar saudara-saudara kita dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Peduli, Berbagi, Menguatkan.”

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan sumbangsih terbaiknya. Semoga setiap kebaikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, dan memberikan kekuatan bagi saudara-saudara kita di NTT," ucap Ketua PGRI Cabang Bungah, Hj. Nur Aliyah, M.Pd., Selasa (8/9/2026).

NTT Bangkit, Bersama Kita Kuat.
PGRI Cabang Bungah — Peduli, Berbagi, Menguatkan.

Terpisah, Ketua PGRI Kabupaten Gresik H. Beri Avita Prasetiya, S.Pd., M.Pd., MM menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Keluarga Besar PGRI Kabupaten Gresik.

"Alhamdulillah, donasi terus mengalir untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Update Selasa, 8 September 2026, total donasi terkumpul Rp773.786.900,-," terang H Beri sapaan akrabnya.


Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh PGRI Cabang, satuan pendidikan, dan para donatur yang telah bergotong royong dan berbagi untuk sesama.

Semoga setiap kebaikan menjadi amal jariyah dan dibalas Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, keselamatan serta rezeki berlimpah!

"Semoga Alah SWT melindungi saudara saudara kita yang tertimpa musibah, memberi kekuatan, ketabahan, dan segera menghadirkan pemulihan terbaik bagi mereka," ucap Ketua PGRI Gresik H. Beri Avita Prasetiya, S.Pd., M.Pd., MM didampingi Sekretaris Sutrisno, M.Pd.

Dari Gresik, untuk Indonesia. Bersama dalam kepedulian, bersatu dalam kemanusiaan. (*)

SIG Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja melalui Penguatan Ekosistem Bisnis Terintegrasi dan Jaringan Distribusi yang Luas

 


Jakarta, 8 September 2026, Gerbang Nusantara News – Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin dan konsisten menjadi motor pertumbuhan bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Dalam Paparan Publik yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia pada Selasa (8/9/2026), Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menyampaikan, permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan pada semester I tahun 2026 berhasil dimaksimalkan oleh SIG dengan capaian kinerja yang tumbuh solid.

Empat pilar strategis SIG, yaitu transformasi model bisnis semen, keunggulan biaya dan efisiensi, bisnis produk turunan dan solusi bangunan, serta sumber daya dan tata kelola, menjadi landasan untuk memperkuat pengelolaan pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio. Sebagai bagian dari transformasi, SIG menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group dengan melakukan penataan anak usaha untuk mengoptimalkan model business dan menciptakan struktur organisasi bisnis yang efektif dan efisien.

Pada semester I tahun 2026, SIG berhasil mencatatkan total volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton, naik 5,6% yoy, utamanya didukung penguatan pasar domestik dengan volume penjualan mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7% yoy. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan SIG ikut terkerek naik sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun. EBITDA juga naik 2,6% menjadi Rp2,15 triliun. Profitabilitas turut menguat, tercermin dari laba bersih yang meningkat 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar, sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar.

”Disiplin dan konsistensi menjalankan transformasi bisnis membuat SIG semakin resilience di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang. Bahkan, transformasi tidak hanya membuat Perusahaan mampu mencapai pertumbuhan kinerja, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang," kata Indrieffouny Indra.

Melanjutkan inisiatif dekarbonisasi, SIG terus memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker, serta efisiensi energi dan proses produksi. Komitmen ini diperkuat dengan target emisi berbasis sains yang telah disahkan SBTi dan penerapan rekomendasi TCFD dalam pengungkapan informasi kepada publik.  

Saat ini, SIG memiliki sembilan merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di berbagai wilayah di Indonesia dan regional, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, serta Thang Long Cement. Untuk produk-produk yang dipasarkan di Indonesia, selain telah tersertifikasi SNI juga mengandung lebih dari 90% komponen dalam negeri (TKDN). Hal ini tak lepas dari komitmen penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis dan produksi, sehingga produk semen SIG dan turunannya memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dari semen konvensional.

Operasi SIG didukung pabrik semen terintegrasi di 10 lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, 6 pabrik penggilingan semen, dan 7 pelabuhan, juga diperkuat oleh lebih dari 300 distributor baik di Indonesia maupun di Vietnam (TLCC), serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia. Dengan jaringan operasi yang luas, SIG mengoptimalkan digitalisasi dan artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan rantai pasok, untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan ketersediaan produk bahan bangunan di seluruh wilayah Indonesia dan regional secara lebih terukur dan efektif dalam skala masif. 

Indrieffouny Indra menambahkan, sejalan dengan permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi, SIG optimis prospek penjualan pada semester II tahun 2026 tetap positif. 

Sebagai upaya penguatan pasar, SIG kembali membangkitkan ”Semen Kujang” yang merupakan merek semen pertama di Jawa Barat. Semen Kujang juga menjalin kerjasama strategis sebagai Official Cement Partner klub PERSIB Bandung untuk menjangkau basis pasar retail Jawa Barat.

Untuk mendukung proyek infrastruktur dan perumahan, SIG memiliki sederet produk semen hijau yang rendah emisi dan memiliki kualitas yang setara di kelas peruntukannya. Di antaranya, semen ekstra kuat ”PwrPro”, semen tahan air laut ”DuPro+ SBC”, semen tahan asam dan garam ”DuPro+ LH”, serta semen untuk pengecoran massal dan stabilisasi tanah “MaxStrength Pro”.

SIG juga memiliki berbagai produk beton inovatif, seperti beton berpori ”ThruCrete”, beton cepat kering “SpeedCrete”, beton dekoratif “DekoCrete”, dan paving block berpori. Mengambil peranan yang lebih luas, SIG menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi sebagai solusi konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.

Dalam menjangkau pasar yang lebih luas, SIG terus memperkenalkan portofolio Total Building Solutions melalui berbagai pameran, termasuk IndoBuildTech Expo dan Danantara Housing Expo. Selain memperkenalkan produk semen, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas awareness terhadap produk turunan dan solusi bangunan, sekaligus mendorong penyerapan produk non-semen.

Transformasi SIG telah mendapat pengakuan eksternal, melalui penegasan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek Stabil dari PEFINDO, serta ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI kategori Listed Company. Pengakuan ini mencerminkan konsistensi SIG dalam memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi berkelanjutan.

“Dengan ekosistem bisnis terintegrasi dan jaringan distribusi yang luas, SIG memiliki fondasi yang kuat untuk mendorong kinerja penjualan dan mencapai pertumbuhan bisnis yang profitable,” ujar Indrieffouny Indra.

Tentang SIG

SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, adalah perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia, dengan 51% saham dimiliki Pemerintah Indonesia. Bertransformasi sejak tahun 2013, kini SIG telah menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di kawasan regional, menjangkau pasar Asia, Australia dan Oceania.

Berbekal pengalaman lebih dari 100 tahun, SIG sebagai holding BUMN semen menyatukan enam anak usaha produsen semen yaitu, PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Thang Long Cement Company, Vietnam. Di bawah SIG, perusahaan semen nasional tersebut berkomitmen menyediakan solusi bahan bangunan dengan prinsip berkelanjutan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi gas rumah kaca. (*)

Satlantas Polres Gresik Penuh Semangat Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini


GRESIK, Gerbang Nusantara News - Kesadaran tertib berlalu lintas tidak harus menunggu seseorang bisa mengendarai kendaraan bermotor. Nilai-nilai disiplin di jalan justru penting ditanamkan sejak usia dini melalui cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Hal itu terlihat dalam kegiatan lomba tertib lalu lintas yang digelar di halaman MI Asmaiyah SD Putra Darul Islam Gresik, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-94 Yayasan Darul Islam Gresik.

Ratusan anak Taman Kanak-Kanak dari wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka diajak mengenal aturan lalu lintas melalui simulasi menggunakan sepeda kayuh, tanpa melibatkan kendaraan bermotor.

Dengan menaiki sepeda, anak-anak belajar memegang setang, mengayuh pedal, mengenali rambu-rambu, serta memahami pentingnya menaati aturan saat berada di jalan. Konsep tersebut membuat edukasi keselamatan berlalu lintas menjadi lebih interaktif sekaligus sesuai dengan dunia anak.

Satlantas Polres Gresik melalui Unit Kamsel turut hadir mendampingi kegiatan. Kanit Kamsel Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama jajaran terlibat langsung dalam proses penilaian sekaligus memberikan edukasi kepada para peserta.

Meski belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, anak-anak merupakan bagian dari pengguna jalan. Mereka setiap hari beraktivitas sebagai pejalan kaki, menyeberang jalan maupun menjadi penumpang saat bepergian bersama orang tua.

Karena itu, pengenalan rambu dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab ketika kelak mereka menjadi pengguna jalan dewasa. Dari hasil penilaian juri, sejumlah peserta berhasil meraih prestasi dalam lomba edukatif tersebut.

Juara 1 diraih Khadijah Hannah Azzahra, Juara 2 Arhamul Kautsar Achmad, dan Juara 3 Jojo Otoko Kristianto. Sementara kategori harapan diraih Muh. Rasya Shohibul Qur'an sebagai Harapan 1, M. Arsyad Al Juhanny Affandi sebagai Harapan 2, dan Khanzale Queensha Almahyra sebagai Harapan 3.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi lalu lintas yang dilakukan secara sederhana dan menyenangkan dapat menjadi investasi penting dalam membangun budaya keselamatan sejak generasi paling muda.

“Langkah kecil seperti mengayuh sepeda dan mematuhi rambu-rambu adalah awal untuk membentuk generasi yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas. Sebelum mahir mengendarai kendaraan bermotor, seseorang harus terlebih dahulu memahami bagaimana menjadi pengguna jalan yang santun dan menaati aturan,” ujarnya.

Melalui kegiatan semacam ini, pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga. Sebab, budaya tertib di jalan bukan sekadar aturan, melainkan kebiasaan yang perlu dibentuk sejak dini. (*)

Pameran Tunggal Annisa Nismara, Seniman Cilik 11 Tahun Asal Gresik Bikin Decak Kagum


SURABAYA, Gerbang Nusantara News – Di usia 11 tahun, kebanyakan anak masih belajar mengeja dunia dengan kata. Annisa Nismara memilih mengejanya dengan warna, garis, sapuan kuas, torehan pisau palet, cipratan dan lelehan cat di atas kanvas. 

Sanggar DAUN mempersembahkan "Catatan Visual", pameran tunggal pertama Annisa Nismara, seniman muda asal Gresik. Pameran ini akan berlangsung pada 5 – 10 September 2026 dan menampilkan 15 karya yang dikerjakan dari tahun 2024 sampai yang terbaru 2026, 5 karya berukuran 100x100 cm, sisanya 70x50 cm dan 50x50 cm, seluruhnya adalah catatan jujur seorang anak tentang dunia yang ia lihat, ia rasa, dan ia alami.


Annisa Nismara lahir di Gresik, 11 Maret 2015. Meski masih duduk di kelas 6 SD Al-Islam Gresik, jejak seninya sudah melampaui usianya. Ia peraih tak kurang dari 10 penghargaan internasional, diantaranya pernah meraih Gold Artist pada Picasso International Art Contest India 2019 dan 2025, Gold Artist Picasso Water Colour 2020, serta Juara 2 Space Foundation International Student Art Contest USA 2020. Ia juga telah mengikuti puluhan pameran bersama di Gresik, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Bandara Juanda.

Tapi Catatan Visual bukan tentang prestasi. Ini tentang keberanian.


15 Halaman, 15 Catatan Tentang Hidup

Dalam pameran ini Annisa tidak melukis untuk dipuji. Ia melukis untuk memberi nama pada rasa yang sering bisu. 15 karya akrilik di atas kanvas menjadi 15 halaman dari buku hariannya.

Lima karya menjadi poros utama pameran ini:  

"Catatan Bullying" (2026) menampilkan latar merah pekat dan sosok hitam yang membungkuk memeluk diri. Bukan gambar tentang pelaku, tapi catatan tentang rasa: sesak, takut, dan desakan untuk didengar.

"Catatan Child Abuse"(2025) hadir dalam palet hitam-putih yang menekan. Sosok kecil dari belakang dengan kaki besar menggantung di sudut. Jarak di antara keduanya adalah ruang paling menyakitkan: ruang tunggu dan takut. 

"Jantung Hati" (2026) mengeluarkan isi dada ke luar kanvas. Sosok tanpa wajah dengan jantung merah besar di tengah punggung. Ini adalah keberanian seorang anak untuk menunjukkan bahwa hati juga bisa terluka tanpa ada luka fisik.

"Catatan Harian #3" (2026) adalah jantung pameran. Karya abstrak besar ini merekam cuaca batin seorang anak 11 tahun. Lapisan biru gelap, abu, dan tetesan merah menjadi visual dari hari-hari berat, sumpek, dan berantakan. 

Annisa tidak melukis untuk terlihat "ceria". Ia melukis untuk jujur. Karya ini adalah bukti bahwa anak juga berhak punya ruang untuk merasa dan rapuh.

"Landscape Cerme, Gresik" (2025) menjadi jeda. Kanvas 100x100 cm yang dilukis langsung di sawah Cerme, Gresik, Jawa Timu , 1 km dari rumah Annisa. Hijau liar, tanah merah, dan langit mendung. Ini adalah catatan tentang rumah. Tentang tempat Annisa belajar bahwa hidup, seperti cuaca, tidak selalu cerah tapi tetap layak untuk dilukis.

Sisanya adalah catatan harian, burung yang menyendiri, bunga hutan, waduk, hingga sapi merah kecil. Semuanya ditulis dengan bahasa rupa yang naif tapi tidak polos. Spontan, tebal, dan jujur.


Catatan Kuratorial: Membaca Yang Tidak Diucapkan

Kurator pameran, Arik S. Wartono, Pendiri Sanggar DAUN, menulis:  

"Annisa tidak menawarkan solusi. Ia hanya mencatat. Dan dari 15 catatan itu, kita diminta melakukan tiga hal: mendengar, bertanggung jawab, dan menghormati. Mendengar gambar anak. Bertanggung jawab menciptakan ruang aman. Menghormati bahwa anak punya cara sendiri untuk memproses dunia."

Menurut Arik, kekuatan Annisa bukan pada teknik. Kekuatannya ada pada urgensi. "Ia melukis bukan setelah memahami. Ia melukis agar ia bisa memahami. Karena itu setiap karya terasa masih basah. Masih hangat, seolah baru selesai lima menit yang lalu."

Informasi Pameran

Pameran Tunggal: "CATATAN VISUAL" - Annisa Nismara

Tempat: Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda, Alun-alun Surabaya, Jl. Gubernur Suryo No. 15 Surabaya  

Tanggal: 5 – 10 September 2026  

Pembukaan: Sabtu, 5 September 2026, Pukul 16.00-21.00 WIB  

Kurator: Arik S. Wartono  

Dipersembahkan oleh: Sanggar DAUN.

Galeri buka setiap hari pk. 10.00-21.00 WIB, Gratis (Free HTM), terbuka untuk umum


Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, dan materi foto, silakan hubungi:  

Sanggar DAUN

WA: 08121630334

Instagram: @daun.artschool


Tentang Annisa Nismara

Annisa Nismara adalah seniman muda 11 tahun dari Gresik. Ia percaya bahwa menggambar adalah cara paling jujur untuk bertanya pada dunia. "Catatan Visual" adalah pameran tunggal pertamanya.

Tentang Sanggar DAUN

Berdiri pada tahun 2004, Sanggar DAUN kini telah berusia 22 tahun—sebuah prestasi yang patut dicatat. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai prestasi berhasil diraih. Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) dari Kementerian Kebudayaan RI sampai 5 kali berasal dari anak-anak didikan sanggar DAUN. Termasuk lebih dari 3.000 penghargaan Internasional dari UNESCO, UNEP, UNICEF, Youth for Human Right Internasional, serta galeri seni dan museum internasional seperti Museum Van Gogh di Belanda, Saatchi Gallery di London, Look and Learn Gallery dll. Juga  penghargaan dari perusahaan multinasional seperti Toyota, BMW, Adidas, dll. Di Indonesia, anak-anak DAUN juga ikut berpameran di ARTJOG, Kids Biennale Indonesia, Biennale Jawa Timur, dll.  Sampai hari ini, tercatat 18 anak Sanggar DAUN yang telah menggelar pameran tunggal.

Tentang Galeri Merah Putih

Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya adalah ruang pamer yang berkomitmen menampilkan praktik seni rupa kontemporer, termasuk suara-suara muda yang kritis dan segar.

Salam Budaya


Surabaya, 5 September 2026


Arik S. Wartono

Kurator, Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN

Tegas !! Bupati Gus Yani Berharap Kewenangan Tata Kelola SMA/SMK/SLB Dikembalikan lagi ke Pemkab Gresik


GRESIK, Gerbang Nusantara News - Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani berharap, tata kelola SMA/SMK/SLB dapat dikembalikan menjadi kewenangan pemerintah daerah agar bisa memegang tanggung jawab penuh terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik.

Dikatakan, selama ini berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan jenjang pendidikan menengah tersebut berada di bawah kendali Dinas Pendidikan Provinsi.

"Kami di tingkat kabupaten ingin bertanggung jawab penuh atas masyarakat kami sendiri. Harapannya, regulasi dalam UU 23 Tahun 2014 bisa ditinjau kembali, sehingga kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan ke pemerintah daerah," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Harapan Bupati Gus Yani ini disampaikan saat membuka Simposium Nasional dengan tema "Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya" yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (8/9/2026).

Menurut Gus Yani, pengalihan kewenangan ini sangat krusial bagi kesinambungan program pembangunan SDM lokal. Jika pengelolaan berada di bawah kendali pemerintah daerah, maka Pemkab dapat mengintervensi program pendidikan secara langsung dan terarah. Bagi siswa lulusan SMA, Pemkab ingin memastikan mereka mendapatkan pengawalan optimal agar mampu melanjutkan serta diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

Bupati Gus Yani menambahkan, perhatian khusus juga diarahkan untuk sektor pendidikan vokasi. Pihaknya menekankan lulusan SMK di Gresik harus dibekali dengan kompetensi yang unggul dan siap pakai, karena Gresik merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Menurut bupati, sinkronisasi antara kurikulum SMK dan kebutuhan pasar kerja dinilai akan jauh lebih cepat terealisasi apabila berada di bawah wewenang pemerintah daerah.

"Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah," harapnya.

Bupati Yani menilai, pembatasan ruang gerak daerah akibat UU Nomor 23 Tahun 2014 membuat pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi kebijakan strategis di tingkat sekolah menengah secara maksimal. Melalui pengembalian hak kelola dari provinsi ke kabupaten, Bupati Yani optimis sinergi antara dunia pendidikan, pemenuhan fasilitas sekolah, dan penyaluran tenaga kerja di Kabupaten Gresik dapat berjalan jauh lebih efektif.

Untuk itu, Bupati Gus Yani mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, jajaran yayasan, hingga manajemen sekolah untuk aktif melakukan peningkatan kapasitas diri (upgrade keterampilan). Langkah transformatif ini dinilai krusial agar lembaga pendidikan tidak gagap dalam menjawab tantangan era digitalisasi serta dinamika industri yang berkembang sangat cepat.

"Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan," tegasnya.

Kegiatan ini juga diisi sesi diskusi interaktif bersama jajaran narasumber ahli, di antaranya, Dr. Suko Widodo, M.Si. (Pusat Studi Transformasi Sosial UNAIR), Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, S.E., M.M., C.B.A. (External Relation & SEZ Director), Mochamad Kharis, S.T., M.MT. (PT. Kawasan Industri Gresik), Irawan Agustiar, S.T., M.T. (PT. Maspion Industrial Estate), serta sejumlah praktisi pendidikan lainnya. Hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto. (*)


Siswa SMK Al Ikhlash Memasak Bersama dan Berbagi Cerita Bareng Pelajar Jerman dan India

 


GRESIK, Gerbang Nusantara News - Suasana berbeda dan penuh nuansa kebersamaan tampak di lingkungan SMK Al Ikhlash Mulyorejo, Dalegan, Panceng, Gresik, Sabtu (5/9/2026). Sekolah ini menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Live Cooking sekaligus pertukaran budaya yang mempertemukan pelajar dan tamu dari berbagai negara.

Kegiatan tersebut dihadiri Nayeera dari Jerman, serta Indira dan Khumar dari India. Kehadiran para tamu internasional ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SMK Al Ikhlash untuk memperkenalkan budaya, tradisi, pendidikan, serta keramahan masyarakat Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcoming Guests yang diiringi musik gamelan. Para tamu bersama pendamping dan guru kemudian mengikuti Cultural Welcome, menyaksikan secara langsung penampilan musik tradisional Jawa sebagai salah satu bentuk pengenalan kekayaan budaya Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan Seremonial & Welcome Session, yang meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, perkenalan para tamu, serta sesi pengantar dan diskusi bersama perwakilan tamu.

Memasuki agenda utama, para tamu internasional mengikuti Live Cooking Experience. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi memasak, tetapi juga berkesempatan berbagi pengalaman dan menikmati hasil olahan bersama.

Kehadiran Nayeera dari Jerman serta Indira dan Khumar dari India membuat kegiatan semakin menarik. Interaksi lintas negara tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk berkomunikasi, mengenal kebiasaan dan budaya negara lain, sekaligus membangun keberanian untuk berinteraksi dengan masyarakat internasional.

Setelah kegiatan di sekolah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pasir Putih Beach untuk menikmati suasana pantai sekaligus mempererat kebersamaan. Kegiatan wisata tersebut menjadi penutup rangkaian agenda sebelum para tamu meninggalkan lokasi.

Kepala sekolah dan keluarga besar SMK Al Ikhlash berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam membangun wawasan global dan persahabatan lintas budaya.

“Cook with Heart, Connect with Culture” menjadi semangat yang terasa dalam kegiatan tersebut - memasak bersama, berbagi cerita, dan membangun persahabatan tanpa batas negara.

"Memberikan pengalaman secara nyata serta mempraktekkan bahasa Inggris dengan komunikasi secara langsung antar pribadi siswa, sehingga pengetahuan, wawasan, serta kemampuan komunikasi menggunakan bahasa internasional, tentunya membawa kesan yang cukup mendalam," terang Abdullah Alam sang kepala sekolah. (*)

UPT SMP Negeri 4 Gresik Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026


GRESIK, Gerbang Nusantara News - Kabar membanggakan kembali datang dari UPT SMPN 4 Gresik. Empat murid berbakat berhasil meraih prestasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 Kabupaten Gresik yang diselenggarakan oleh KKG BHS. Jawa, MGMP BHS. Jawa, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Mengusung tema “Ngleluri Basa Jawa, Ngluhurake Budhaya Bangsa”, festival ini menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya Jawa.

Menurut penuturan Ketua Panitia FTBI Tahun 2026, Ibu Diah Retno Dewi, S.Pd., yang juga merupakan guru Bahasa Jawa UPT SMPN 4 Gresik, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

“Festival ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan Bahasa Jawa, tetapi juga untuk  menumbuhkan  kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Jawa. Selain itu, melalui festival ini diharapkan dapat menjaring peserta terbaik untuk menjadi wakil Kabupaten Gresik di tingkat provinsi,” tutur beliau, Selasa (8/9/2026).

Dalam ajang tersebut, empat murid UPT SMPN 4 Gresik berhasil menorehkan prestasi pada beberapa cabang lomba. Mereka adalah:

Nurush Shobakhul Khoiri (8C) – Juara Harapan 3 Lomba Ndhagel Ijen.

Adiyatma Brilian Kriswanto Putra (8F) – Juara Harapan 2 Lomba Sesorah.

Khanza Afiqah Larasati Prameswari (9H) – Juara 2 Lomba Menulis Cerkak.

Shifa Wija Rahmania (9I) – Juara Harapan 2 Lomba Menulis Cerkak.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa murid-murid UPT SMPN 4 Gresik memiliki potensi dan bakat yang luar biasa dalam bidang Bahasa Jawa. Keberhasilan mereka tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses latihan yang tekun, disiplin, dan penuh semangat dengan bimbingan dari guru Bahasa Jawa.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian keempat murid tersebut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para guru pembimbing yang telah dengan sabar mendampingi, membimbing, memberikan motivasi, serta mempersiapkan para murid sehingga mampu tampil maksimal dalam ajang FTBI Tahun 2026.

Semoga prestasi yang diraih menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi keempat murid untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi. 

Prestasi ini juga diharapkan dapat menginspirasi seluruh murid UPT SMPN 4 Gresik untuk berani menggali potensi, mencintai bahasa dan budaya daerah, serta terus berprestasi di berbagai bidang.

Selamat dan sukses untuk para juara! Terus berkarya, terus berprestasi, dan bersama-sama ngleluri Basa Jawa, ngluhurake budaya bangsa. (*)

UPT SMPN 3 Gresik Sabet Juara 1 Pencak Silat dan Taekwondo Piala Gubernur Jatim

 


GRESIK, Gerbang Nusantara News - "Srikandi Silat dari Kelas IX-A Berhasil Taklukkan Jawa Timur! Salut! Niken Candra Kirana sukses membawa pulang gelar Juara 1 Tanding Kelas B Remaja Prestasi dalam Kejuaraan Pencak Silat IKS Cup Bojonegoro, memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur 2026.

Dedikasi, latihan keras, dan mental baja Niken adalah inspirasi nyata bagi kita semua. Terima kasih sudah mengharumkan nama sekolah dan daerah di level provinsi! Bangga maksimal! 

Tak hanya Niken, Fatih Asyraff Putra Hendri, siswa kelas VII-B juga bikin bangga UPT SMPN 3 Gresik! "Sekali Tampil, Dua Medali langsung diborong! Gak tanggung-tanggung, Fatih sukses menyabet Juara 1 Poomsae Prestasi Freestyle PA sekaligus Juara 3
Poomsae Individu Cadet Putra di Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar se-Kabupaten Gresik.

Ini bukti kalau usia muda bukan halangan untuk mencetak prestasi gemilang. Terus melesat tinggi,Fatih! Sky is the limit! 

Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih tinggi dan memicu semangat teman-teman lainnya untuk terus mengukir prestasi. UPT SMPN 3 Gresik bangga!

Prestasi ini menjadi wujud nyata kerja keras, disiplin, serta dukungan dari guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi
bagi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

UPT SMPN 3 Gresik terus berkomitmen mewujudkan generasi yang Religious &Excellent. Selamat atas prestasinya, teruslah berkarya dan mengharumkan nama sekolah!

Kepala UPT SMPN 3 Gresik H. Daifi, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian prestasi siswa SMPN 3 Gresik. "Teruslah berprestasi dan menjadi inspirasi bagi siswa Spentig lainnya," tandas H Daifi, Kasek asli orang Bawean ini, Selasa (8/9/2026).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik Dr. S. Hariyanto, S.Pd, M.M, turut mengucapkan selamat sekaligus memberikan apresiasi atas prestasi siswa UPT SMP Negeri 3 Gresik.

"UPT SMPN 3 Gresik benar-benar menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah unggulan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi demi prestasi terbaik terus dipersembahkan mengharumkan nama baik lembaga dan Kabupaten Gresik. Semoga menginspirasi dan memotivasi lembaga pendidikan lainnya untuk semakin semangat meraih prestasi," tandasnya. (Telisik Hati)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Launching School Religious Culture, Wujud Komitmen Membangun Budaya Religius di Sekolah

 


GRESIK, Gerbang Nusantara News - UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali menghadirkan sebuah langkah inovatif dalam membangun karakter dan lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai religius. Pada Senin, 31 Agustus 2026, sekolah secara resmi melaksanakan Launching School Religious Culture yang menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya religius di lingkungan sekolah.


Kegiatan launching berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gresik serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap komitmen UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia.

School Religious Culture dirancang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah. Budaya religius diwujudkan melalui berbagai pembiasaan dan kegiatan positif, seperti doa sebelum dan sesudah pembelajaran, pembiasaan salam, senyum, dan sopan santun, membaca Al-Qur’an, kegiatan literasi keagamaan, kultum, peringatan hari besar keagamaan, serta penguatan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Nilai-nilai religius juga diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan berbagai aktivitas sekolah sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.


Peluncuran program ini sekaligus memperkuat berbagai ruang dan program pendukung budaya religius yang dikembangkan UPT SMP Negeri 2 Gresik, seperti Religious Corner di Perpustakaan Pusaka Ilmu dan OASE SPENDA (Open Air Spiritual Education) sebagai ruang belajar, istirahat, dan aktivitas murid yang nyaman dan bernuansa Islami. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut menjadi upaya sekolah menciptakan lingkungan yang memungkinkan murid belajar sekaligus menghayati nilai-nilai religius secara alami dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui School Religious Culture, UPT SMP Negeri 2 Gresik berkomitmen membangun budaya sekolah yang membentuk murid secara utuh: cerdas dalam berpikir, santun dalam bersikap, kuat dalam karakter, dan memiliki kesadaran spiritual. Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama seluruh warga sekolah, bukan hanya tanggung jawab guru atau sekolah, tetapi juga melibatkan murid, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh komunitas pendidikan.


Launching School Religious Culture menjadi awal dari sebuah perjalanan untuk menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat seluruh warga sekolah, UPT SMP Negeri 2 Gresik terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, berkarakter, inklusif, sehat, dan ramah bagi murid.


31 Agustus 2026 bukan sekadar tanggal peluncuran, tetapi menjadi momentum untuk memulai gerakan bersama: membangun budaya religius dari kebiasaan sederhana, menguatkannya melalui keteladanan, dan menjadikannya bagian dari karakter setiap warga UPT SMP Negeri 2 Gresik. (*)

*Penulis Yunita Rahmah, S.Pd

Tasya Aqila & Davina Widya Harumkan UPT SMP Negeri 1 Gresik lewat Juara Catur

 


GRESIK, Gerbang Nusantara News - Selamat atas prestasi yang diraih oleh Murid UPT SMP NEGERI 1 GRESIK, khususnya kepada TASYA AQILA ZHIVANI HERMANSYAH (kelas 7C) sebagai peraih JUARA 1 Catur – KU 13 Tahun Putri dalam Pakuwon Mall Junior Chess Tournament 2026 yang diselenggarakan oleh PERCASI dan peraih JUARA 1 Catur – Best Ladies Kategori SMP/MTs dalam Soekarno Cup 2 yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik Bekerjasama dengan PERCASI Kabupaten Gresik.

Tak hanya itu, Tasya Aqila juga berhasil meraih JUARA 2 Catur Putri dalam Bupati Gresik Cup Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Gresik.

SPENSAGRES JUARA 1 DAN 3 CATUR PUTRI

Selamat atas prestasi yang diraih oleh Murid UPT SMP NEGERI 1 GRESIK, khususnya kepada DAFINA WIDYA ACHA ANGGRAENI (kelas 7B) sebagai peraih JUARA 1 Catur – Best Lady Kategori U13 dalam Bupati Cup Kabupaten Mojokerto Se-Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Mojokerto dan sebagai peraih JUARA 3 Catur Putri dalam Bupati Gresik Cup Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Gresik.

Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik H. Beri Avita Prasetiya, M.Pd., MM menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian prestasi siswa siswi SMP Negeri 1 Gresik.

"Semoga terus sukses membawa nama baik almamater. Dan hatur nuwun Bapak/lbu guru semua yang terus penuh semangat membimbing para siswa," tandas H. Beri sapaan akrabnya, Selasa  (8/9/2026).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik Dr. S. Hariyanto, S.Pd, M.M, turut mengucapkan selamat sekaligus memberikan apresiasi atas prestasi siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik.

"UPT SMPN 1 Gresik benar-benar menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah unggulan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi demi prestasi terbaik terus dipersembahkan mengharumkan nama baik lembaga dan Kabupaten Gresik. Semoga menginspirasi dan memotivasi lembaga pendidikan lainnya untuk semakin semangat meraih prestasi," tegasnya. (Telisik Hati)

Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar Baru Gresik: Harga Beras Stabil, Stok Aman !!

 


GRESIK, Gerbang Nusantara News - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Gresik bersama instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga, keamanan, dan mutu pangan, khususnya komoditas beras, di Pasar Baru Gresik, Selasa (8/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo, didampingi Kanit III Pidsus Iptu Komang Andhika Haditya serta jajaran Satgas Pangan.

Pengawasan melibatkan sejumlah instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Pertanian, Diskoperindag, Dinas Perekonomian, Dinas PTSP Kabupaten Gresik, serta jajaran pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya.

Petugas meninjau langsung sejumlah agen dan pedagang beras di Pasar Baru Gresik, antara lain Toko Edi Jaya, Toko Aisiyah, Toko H. Saroah, dan Toko Hariyadi.

Pengecekan meliputi harga jual, ketersediaan stok, hingga kondisi dan mutu beras yang beredar di pasaran. Dari hasil pemantauan, harga beras premium tercatat relatif stabil di kisaran Rp14.900 per kilogram. Sementara beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual sekitar Rp12.000 per kilogram.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasat Reskrim AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan kondisi komoditas beras di wilayah Kabupaten Gresik masih aman, baik dari sisi harga maupun ketersediaan pasokan.

“Hasil pengecekan langsung di Pasar Baru Gresik menunjukkan harga beras, baik premium maupun SPHP, relatif stabil dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ketersediaan stok juga dipastikan aman,” ujar AKP Mohammad Prasetyo.

Menurutnya, pengawasan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang wajar serta kualitas yang baik.

Selain itu, monitoring secara berkala juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.

Satgas Pangan Polres Gresik bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan distribusi pangan di wilayah Kabupaten Gresik.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. (*)

Berkat Petrokimia Gresik Bawang Merah Juara Kualitas Istimewa Petani Sejahtera



GRESIK, Gerbang Nusantara News - PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), memperkuat dukungannya terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program “Pestani Bawang Merah Nyawiji”. Program yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) ini melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk. Melalui demonstration plot (demplot) yang menjadi bagian dari program, produktivitas bawang merah mencapai 20 ton per hektare, meningkat hingga 12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Semangat tersebut salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” ujar Adityo yang akrab disapa Adit.

Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare. Sementara itu, produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare. Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem tersebut, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah. Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik. Dalam sambutannya, Adit menyampaikan bahwa Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk,” kata Adit.

Pestani Bawang Merah Nyawiji diikuti 120 petani dari enam kecamatan, yaitu Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga September 2026 melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

Melalui kompetisi tersebut, petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya secara lebih optimal sekaligus menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang semakin baik. Penilaian kompetisi mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya. Parameter tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong petani untuk memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, tidak hanya mengejar kuantitas produksi.

Hasil penerapan budidaya tersebut salah satunya ditunjukkan melalui demplot Pestani Bawang Merah Nyawiji. Produktivitas bawang merah pada demplot mencapai 20 ton per hektare, meningkat 11-12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ujar Adit.

Dalam budidayanya, para peserta Pestani mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik, yaitu Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

Adapun nama “Nyawiji” memiliki makna menyatukan langkah. Bagi Petrokimia Gresik, semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Pestani yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, serta pembelajaran langsung di lahan. Praktik-praktik budidaya terbaik yang dihasilkan dari program ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus dikembangkan lebih luas oleh petani lainnya.

“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tutur Adit.

Rangkaian Pestani Bawang Merah Nyawiji juga diisi dengan sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kolaborasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kerja keras, semangat, dan dedikasi petani selama mengikuti program.

Di tempat yang sama, petani asal Kecamatan Gondang, Suheri menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Ia berharap peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari program tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah tanaman hasilnya berkualitas,” ujar Suheri.

Sementara itu, Pestani tidak hanya dikembangkan pada komoditas bawang merah. Program ini telah diterapkan pada sejumlah komoditas unggulan di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk, terdapat Pestani Rawit yang mencakup Malang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, dan Blitar; Pestani Melon Pantura di Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan; serta Pestani Semangka Tapal Kuda di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sebaran tersebut menjadi bagian dari pendekatan Petrokimia Gresik dalam menjalankan pemberdayaan petani yang disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani. Kami percaya, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Dan ketika pertanian semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Adit. (Telisik Hati)

EKBIS

POTRET DESA

TNI