Minggu, 26 Juli 2020

Universitas Narotama Surabaya Gelar Baksos dan Penyuluhan di Desa Sirnoboyo Benjeng Gresik


Gresik - gerbangnusantaranews.com
Mahasiswa Magister Kenotariatan angkatan ke-18 Universitas Narotama Surabaya mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Penyuluhan dalam upaya penanganan dan penghentian penyebaran covid-19 di Kabupaten Gresik  hari Minggu 26 Juli 2020.

Acara yang digelar di Balai Desa Sirnoboyo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik itu dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Narotama Dr. Rusdianto Sesung, SH, MH, Prodi kenotariatan Prof. Dr. Habib Aji, kepala Inspektorat Edy Hadi Siswoyo serta kepala desa Sirnoboyo Sumiati serta perwakilan dari Puskesmas dan Dandim Kecamatan Benjeng.

Acara dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan, warga yang ikut baksos dan penyuluhan diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dulu dan menjaga jarak selama acara berlangsung.

Dalam pengarahannya, Dr. Rusdianto menyampaikan betapa pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) demi pencegahan virus covid-19. "Di Jawa timur, kasus positif covid-19 telah tembus angka 20.000", ungkap Dr. Rusdianto.

Berdasarkan data, di Jawa timur 3 kabupaten/kota  masuk Zona Merah yaitu Kabupaten Gresik, Kota Surabaya dan Kota Pasuruan. 28 kabupaten/kota masuk zona orange dan 7 kabupaten/kota masuk zona kuning.
Berdasarkan data tersebut, pentingnya bagi masyarakat untuk melakukan tiga hal dalam upaya pencegahan virus covid-19. "Memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer adalah tiga hal pokok yang harus sering dilakukan dan dijadikan kebiasaan", tegas Dr. Rusdianto kepada warga.

Selain itu, universitas Narotama juga telah membantu dan mendorong pemerintah khususnya pemprov Jawa timur dalam menyusun perda terkait pencegahan penyebaran virus covid-19. 'segera akan terbit perda mengenai pencegahan penyebaran covid-19 yang salah satu isinya bukan sekedar sanksi saja tapi juga reward bagi masyarakat yang ikut membantu dalam pencegahan penyebaran virus covid-19", terang Dr. Rusdianto.

Edy Hadi Siswoyo Kepala Inspektorat Pemkab Gresik,  berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan ilmu dari para mahasiswa terkait dengan persoalan-persoalan yang muncul di desa. "Kalo terkait dengan covid-19 tentunya diskusi harus didampingi pihak yang kompeten seperti puskesmas, tapi kalo persoalan tanah dan hukum itu bidangnya teman-teman mahasiswa kenotariatan", terang Edy Hadi Siswoyo.

Hal ini perlu dilakukan agar desa Sirnoboyo bisa menjadi desa tangguh dalam menghadapi dan melewati musim pandemi Covid-19 ini.

Kepala Desa Sirnoboyo Kecamatan Benjeng Kabupaten menggelar Ibu Sumiati mengapresiasi dan berterima kasih atas diadakan bansos dan penyuluhan di desanya. "Semoga ilmu dan bantuan yang diberikan bisa membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19", harap Sumiati.

Diharapkan kegiatan positif seperti ini tidak berhenti sampai disini saja. "Harapan kami, ada tindak lanjut untuk kegiatan-kegiatan berikutnya", tegas Sumiati.

Panitia pelaksana kegiatan Ahmad Nurul Huda kepada Sabdanews menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial hari ini berkat bantuan dari teman-teman mahasiswa magister kenotariatan angkatan ke-18. "Ratusan paket bantuan sembako yang diserahkan ke warga dikumpulkan dari sumbangan teman-teman", ungkap Mas Huda.

Ditambahkan bahwa sumbangan ini sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan mahasiswa kepada masyarakat di tengah wabah pandemi covid-19. "Sedikit dari kami, semoga bisa membantu meringankan bebas masyarakat", harap Mas Huda.

Ratusan paket sembako diserahkan secara bertahap untuk mencegah terjadi kerumunan massa demi penerapan protokol kesehatan. (Mas GNN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepincut Setigi, Kick Andy Undang Kades Abdul Halim

Kades Sekapuk Abdul Halim Bersama Kick Andy Di Studio MetroTV Jakarta.  GRESIK - gerbangnusantaranews.com Kades Sekapuk Abdul Halim lagi-la...