Pemkab Mojokerto Dengan Ubaya, Berkolaburasi Turunkan Kasus Stunting Melalui Program Matching Fund - Gerbang Nusantara News

31 Januari 2023

Pemkab Mojokerto Dengan Ubaya, Berkolaburasi Turunkan Kasus Stunting Melalui Program Matching Fund

Mojokerto, GNN gerbangnusantaranews.com 

Bersama Universitas Surabaya (Ubaya), Pemerintah Kabupaten Mojokerto membahas rencana kerja sama program Matching Fund Kedaireka tahun 2023. Kasus stunting pada balita menjadi isu strategis yang akan menjadi fokus Tim Matching Fund (MF) 2023.

Rencana kerja sama program MF 2023 itu dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di bumi Majapahit melalui pendampingan masyarakat. Beberapa Aplikasi seperti, E-stunting dan aplikasi Si Penting akan menjadi produk inovasi dalam program pembiayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) RI ini.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan Program kerjasama Kedaireka ini merupakan program pembiayaan ide-ide inovatif di pemerintah daerah yang bekerjasama dengan perguruan tinggi Ubaya. Kegiatan ini juga merupakan langkah pendekatan yang baik untuk proses mengatasi stunting di bumi Majapahit. Salah satunya melalui inovasi aplikasi E Stunting dan Si Penting.

“Nah ini merupakan langkah pendekatan pentahelix, dimana mengajak semua sektor untuk memberikan kepeduliannya. Termasuk kali ini bergandengan dengan perguruan tinggi, menyusun formula untuk menangani permasalahan stunting,” jelasnya, di Smart Room Satya Bina Karya (SBK), Senin (30/1) sore.

Bupati Ikfina mengungkapkan percepatan penurunan stunting menjadi perhatian khusus yang dilakukan Pemkab Mojokerto. Pihaknya menegaskan akan melakukan mapping program dan segera menindaklanjuti pengajuan proposal program MF 2023. Selain itu, Ikfina mengingatkan agar OPD terkait memanfaatkan peluang dari program Kedaireka tersebut.

"Manfaatkan peluang ini, Saya minta para kepala dinas tidak boleh tinggal diam dan memanfaatkan waktu yang ada," tegasnya.

Program Matching Fund Kedaireka adalah program pendanaan dari Ditjen Dikti yang melibatkan insan perguruan tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan dunia industri serta membentuk ekosistem Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Platform Kedaireka sudah diluncurkan sejak 2020 lalu dan sasaran dari program ini adalah perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di bawah binaan Ditjen Dikti (universitas, institut dan sekolah tinggi) yang bekerja sama dengan DUDI. Setelah perguruan tinggi dan DUDI menyepakati kemitraan melalui Kedaireka, dosen perguruan tinggi dapat mengajukan proposal Matching Fund.(hd)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda