Balikpapan, GNN gerbangnusantaranews.com
Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kota Balikpapan memperingati 66 tahun perjalanan Lesbumi dengan tema “Mengakar dalam Tradisi, Mendalam dalam Refleksi, Berdaulat dalam Kebudayaan.”
Dalam momentum ini, Ketua Lesbumi PCNU Kota Balikpapan, Ki Muhajirin, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat. Menurutnya, budaya harus terus hidup melalui berbagai cara, baik lewat cerita lisan maupun pemanfaatan teknologi digital. “Digitalisasi bisa menjadi sarana efektif untuk menjaga keaslian budaya, baik dalam bentuk berita online maupun video kreatif,” ujarnya.
Ki Muhajirin menekankan bahwa pelestarian budaya harus tumbuh seiring perkembangan zaman, bukan sekadar mengikuti tren yang selalu berubah. Dengan demikian, budaya dan peradaban tetap kokoh di tengah arus informasi global. Ia juga menambahkan, memasukkan ruh agama ke dalam budaya merupakan bagian dari syiar, sekaligus memperkuat nilai dakwah dalam kehidupan masyarakat.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seni memiliki peran penting sebagai penjaga akar budaya. Karena itu, masyarakat perlu memberi ruang kebebasan dan dukungan bagi para seniman agar dapat menapaki setiap arah yang dituntun oleh visi kreatifnya.(wlo)
