Petani Tebu Gempolkrep Dukung Aksi Nasional: Perjuangkan HPP Gula dan Kedaulatan Pangan
GRESIK, GNN gerbangnusantaranews.com Dukungan penuh terhadap aksi nasional petani tebu di Jakarta datang dari wilayah Pabrik Gula Gempolkrep.
Ketua DPC APTRI Gempolkrep, H. Hariyono, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal harga gula, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup petani tebu dan masa depan kedaulatan pangan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat pengurus yang digelar di salah satu rumah makan di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Hariyono menekankan bahwa aksi yang direncanakan pada 1 September 2026 menjadi momentum penting bagi petani untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.
Menurutnya, kondisi usaha tani tebu semakin berat akibat melonjaknya biaya produksi, mulai dari tebang, angkut, pupuk, hingga kebutuhan lainnya.
“Petani tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya menuntut kebijakan yang adil dan keberpihakan nyata agar petani tetap mampu bertahan,” tegasnya.
Salah satu tuntutan utama yang akan disuarakan adalah penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula sebesar Rp16.875 per kilogram.
Petani berharap pemerintah segera memberikan kepastian kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus memperkuat industri gula nasional.
Hariyono menambahkan, perjuangan ini adalah bagian dari gerakan bersama petani tebu di seluruh Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang harga gula, tetapi tentang masa depan petani tebu dan ketahanan pangan bangsa,” ujarnya penuh semangat.(WLO)














