Workshop Petani Organik Pati Raya: Meneguhkan Kemandirian Pangan, Merawat Alam, Menyelamatkan Bumi
Kudus, GNN gerbangnusantaranews.com Semangat membangun pertanian sehat, mandiri, dan ramah lingkungan terus bergelora di kalangan pegiat organik. Lebih dari 30 petani yang tergabung dalam Kelompok Persaudaraan Petani Pati Raya di bawah koordinasi Koperasi Karya Kita Jaya mengikuti workshop bertema “Pola Organik dalam Upaya Penyelamatan Bumi.
”Kegiatan berlangsung di Resto Kirana, Peganjaran, Jalan Lingkar Kudus sebuah kawasan yang dulunya lapangan futsal, kini disulap menjadi resto modern sekaligus pusat edukasi wisata dan oleh-oleh khas Kudus. Suasana asri dan nyaman menjadikan tempat ini wadah ideal untuk berbagi ilmu, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kolaborasi para pegiat pertanian organik.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Idul Yatama sekaligus menyambut Hari Tani Nasional. Momentum ini dimaknai sebagai peneguhan komitmen membangun kemandirian pangan dan menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik pertanian organik.
Hadir sebagai mentor, Rochmad Taufiq Alumnus BSM Angkatan 37 sekaligus Koordinator Pondok Literasi Alam BG Farm Kudus bersama Mr. Shireng, Alumnus BSM Angkatan 40. Dalam pemaparannya, Taufiq menekankan bahwa keberhasilan bertani organik lebih ditentukan oleh karakter pelakunya daripada besarnya modal.
"Kunci sukses bertani organik adalah konsisten, tekun, setia, disiplin, dan bertanggung jawab. Jika ikhtiar dilakukan secara istiqamah serta mengikuti SOP yang terbukti, peluang keberhasilan sudah di depan mata," tegasnya.Ia juga mengangkat kisah inspiratif Aman Surya, Alumnus BSM Angkatan 41 sekaligus Ketua Koperasi Karya Kita Jaya.
Berawal dari 10 ekor ayam betina dan 1 ekor jantan, dalam delapan bulan usahanya berkembang menjadi ratusan ayam Kuntara yang sehat berkat kedisiplinan menjalankan SOP peternakan organik.
Menurut Taufiq, filosofi utama pertanian organik adalah belajar dari alam. Hampir tidak ada limbah, karena setiap bahan di sekitar tanaman dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi maupun obat alami. Telur busuk, misalnya, dapat difermentasi bersama air kelapa dan gula menjadi nutrisi tanaman; sementara rumput di sekitar lahan bisa dijadikan mulsa sekaligus pupuk organik.
"Jika kita mau belajar dari alam, maka alam akan mengajarkan banyak solusi," jelasnya.Workshop berlangsung interaktif dengan diskusi seputar pembuatan pupuk organik, probiotik, nutrisi tanaman, peternakan terpadu, hingga strategi membangun usaha pertanian berkelanjutan.
Peserta datang dari berbagai daerah, seperti Blora, Rembang, Kudus, Pati, dan Jepara.Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semakin banyak petani organik yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta membangun kemandirian pangan berbasis potensi desa.
Semangat kebersamaan yang terbangun menjadi bukti bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana: belajar, berbagi ilmu, mengolah limbah menjadi berkah, dan menerapkan pertanian organik secara konsisten.Dari Pati Raya, gerakan ini diharapkan menjalar lebih luas demi terwujudnya pertanian sehat, masyarakat sejahtera, dan bumi yang lestari.
Salam Satu Bumi. Go Green. Jaga Bumi, Lestarikan Alam.(k-rt)











