Gerbang Nusantara News

Sosial Politik

PENDIDIKAN

WISATA

Foto

Video

28 Januari 2026

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Madya UHC Awards 2026, Bukti Komitmen Perlindungan Kesehatan Warga


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Kategori Madya dalam ajang bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Penghargaan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan ini menjadi apresiasi atas komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gresik. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah. Hingga 1 Januari 2026, kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik telah mencapai 99,92 persen atau 1.335.573 jiwa, dengan tingkat keaktifan 90,60 persen. Peran kepala daerah sangat menentukan, khususnya dalam mendorong masyarakat untuk terdaftar dan menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah,” ujarnya, Selasa (27/01).  

Menurut Janoe, capaian UHC tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat. BPJS Kesehatan terus berinovasi dengan memperkuat layanan primer, menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan, serta menghadirkan kanal layanan digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Fitur-fitur ini memudahkan peserta mengakses layanan kapan pun dan di mana pun, termasuk fitur i-Care JKN yang memungkinkan dokter melihat riwayat pelayanan peserta secara cepat dan tepat.  

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. “Kami berkomitmen menjaga capaian UHC ini dengan meningkatkan kualitas layanan yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Fokus kami ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.  

Dengan capaian ini, Kabupaten Gresik meneguhkan posisinya sebagai daerah yang konsisten menghadirkan layanan kesehatan inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warganya.(qa)

27 Januari 2026

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Madya UHC Awards 2026, Bukti Komitmen Layanan Kesehatan Berkualitas


Jakarta, GNN gerbangnusantaranews.com
Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori Madya dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, mewakili Bupati Gresik, pada acara penganugerahan yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO), Selasa (27/1).  

Wakil Bupati Gresik menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperluas akses layanan kesehatan serta memastikan seluruh warga memperoleh perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.  

Lebih lanjut, Wabup Alif menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menjaga dan meningkatkan capaian UHC melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam Nawakarsa, khususnya program Gresik Sehati.  

“Fokus kami ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang berkualitas,” tambahnya.  

UHC Awards sendiri merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil menjamin penduduknya memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan terjangkau melalui Program JKN. Penghargaan terdiri atas beberapa kategori, dengan kategori Utama sebagai tingkat tertinggi bagi daerah dengan kepesertaan dan keaktifan JKN yang tinggi serta kebijakan daerah yang berkelanjutan.  

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa capaian UHC tidak boleh berhenti pada status atau kategori semata. “Tahun depan, daerah yang berada pada kategori Madya harus naik menjadi Utama. Bagi daerah yang telah mencapai kategori Utama, tidak ada pilihan lain selain terus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” tegasnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. “Alhamdulillah, terima kasih atas arahan dan bimbingan pimpinan daerah serta peran aktif seluruh perangkat daerah dan masyarakat. Mari terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Sehatnya rakyat adalah tujuan utama,” tuturnya.  

Dengan penghargaan ini, Kabupaten Gresik semakin meneguhkan posisinya sebagai daerah yang konsisten menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.  


KPA Gresik Terbitkan Buku Saku HIV/AIDS, Edukasi Masyarakat dan Hapus Stigma


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik resmi meluncurkan buku saku HIV/AIDS sebagai langkah strategis meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sekaligus kepedulian masyarakat terhadap pencegahan, penularan, dan penanganan HIV/AIDS secara tepat dan berkelanjutan.  

Buku saku ini disusun dengan bahasa sederhana, ringkas, dan mudah dipahami sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kehadirannya diharapkan menjadi media edukasi efektif sekaligus sarana untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Gresik.  

Menurut Nur Chakim, S.Kep., Ners, penerbitan buku saku ini merupakan wujud komitmen KPA Gresik dalam memberikan edukasi berbasis fakta. “Masih banyak kesalahpahaman terkait HIV/AIDS di tengah masyarakat. Melalui buku saku ini, kami ingin memberikan pemahaman yang benar mengenai cara penularan, pencegahan, pentingnya pemeriksaan dini, serta bagaimana bersikap bijak dan manusiawi terhadap ODHA,” jelasnya.  

Tim penulis buku saku terdiri dari lintas profesi, yakni dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P; Nur Chakim, S.Kep., Ners; Retno Twistiandayani, S.Kep., Ns., M.Kep; Nisbaningsih, SST; Yudhi Santoso, ST; dr. Abdul Fatah, Sp.PD-FINASIM; serta Eka Sulia Ningsih. Kolaborasi ini menjadikan isi buku lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga aspek edukasi dan sosial kemasyarakatan.  

Melalui penerbitan buku saku ini, KPA Gresik berharap masyarakat semakin peduli terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS, berani melakukan pemeriksaan secara sukarela, serta mampu menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma. Buku saku tersebut akan disosialisasikan melalui berbagai kegiatan edukasi dan layanan kesehatan di bawah koordinasi KPA Kabupaten Gresik.  

Gresik Nyaris 100% UHC, Bukti Nyata Perlindungan Kesehatan Warga


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Kabupaten Gresik meneguhkan komitmennya dalam melindungi kesehatan warganya melalui Program Universal Health Coverage (UHC). Memasuki tahun ke-empat pelaksanaan, capaian UHC di Gresik bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang komprehensif, bermutu, dan bebas hambatan finansial.  

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, Bupati, serta jajaran pemangku kepentingan. “Proses mencapai UHC tentu tidak mudah. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, hingga seluruh stakeholders, menjadi kunci dalam memastikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Mari kita kawal bersama penyelenggaraan JKN agar tetap optimal,” ujarnya, Senin (26/01).  

Hingga 1 Januari 2026, kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik telah mencapai 1.335.573 jiwa dari total penduduk 1.336.694 jiwa, atau 99,92% dengan tingkat keaktifan sebesar 90,60%. Janoe berharap capaian ini dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi motor penggerak dukungan terhadap keberlangsungan Program JKN sebagai program strategis nasional.  

“Capaian UHC ini bukan akhir dari segalanya. Kami masih memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk menjaga kepesertaan dan tingkat keaktifan peserta, agar seluruh penduduk Gresik tetap terlindungi jaminan kesehatannya,” tambahnya.  

Selain cakupan peserta, BPJS Kesehatan juga berkomitmen meningkatkan mutu layanan melalui transformasi digital. Inovasi seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi via WhatsApp Pandawa (08118165165), serta Care Center 165 yang beroperasi 24 jam, dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kapan pun dan di mana pun.  

Apresiasi atas terwujudnya UHC datang dari warga Gresik, Rahmad Saleh (38). Ia merasakan langsung manfaat program ini bagi keluarganya. “Kami lega menjadi penerima manfaat UHC. Negara benar-benar hadir melindungi kesehatan warganya, terutama bagi yang kesulitan finansial. Lewat Mobile JKN, semua administrasi jadi praktis. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Gresik, semoga program ini terus menebarkan manfaat,” ungkapnya.  

Dengan capaian hampir sempurna, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa komitmen, kolaborasi, dan inovasi adalah fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan terlindungi.(na/qa)

25 Januari 2026

Rakernas Tilawati 2026: Meneguhkan Dakwah Al-Qur’an Profesional dan Spiritual di Era Disrupsi


SURABAYA, GNN gerbangnusantaranews.com
Tilawati Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 dengan tema “Penguatan Manajemen Organisasi Dakwah yang Profesional di Era Disruption”. Agenda strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat arah gerak dakwah Al-Qur’an di tengah tantangan zaman yang terus berubah.  

Rakernas yang berlangsung pada 23–25 Januari 2026 di Hotel Namira, Surabaya, diikuti oleh para kepala cabang Tilawati dari seluruh Indonesia. Forum nasional ini diharapkan mampu melahirkan manajemen dakwah yang semakin profesional, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga ruh spiritualitas sebagai fondasi utama.  

Dalam sambutannya, Dr. KH Umar Jaeni, M.Pd. menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme manajerial dan penguatan spiritualitas. Ia mengajak seluruh peserta untuk menata organisasi dengan sistem yang baik tanpa melupakan riyadhoh sebagai inti dakwah.  

“Mari kita tata manajemennya dengan profesional. Namun, jangan lupa riyadhohnya juga harus ditingkatkan. Guru ngaji jangan sampai lupa mendoakan guru-guru, santri, dan saudara-saudara kita,” ujarnya.  

Ia mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan zaman, para penggiat dakwah harus tetap menjaga kedekatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan pendekatan spiritual, menurutnya, adalah kunci keberkahan dakwah Al-Qur’an.  

Rakernas Tilawati 2026 secara resmi dibuka oleh Dr. H. Basnang Said, M.Ag., Direktur PD Pontren Kemenag RI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Tilawati mampu menjangkau lebih luas, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi hingga ke seluruh kabupaten dan pelosok Indonesia.  

“Yakinlah, yang mengajarkan Al-Qur’an tidak akan pernah miskin. Karena ada keberkahan di setiap pengajaran Al-Qur’an yang disampaikan,” tegasnya.  

Pada kesempatan tersebut, Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah menerima penghargaan atas kolaborasi Dakwah Digital bersama Suara Surabaya melalui program Dialog Fajar yang telah berjalan selama delapan tahun. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Tilawati dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.  

Melalui Rakernas ini, Tilawati Indonesia meneguhkan langkah untuk menghadirkan dakwah Al-Qur’an yang profesional, berkarakter, dan penuh keberkahan di era disrupsi, sekaligus memperkuat peran guru ngaji sebagai penjaga cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat.

24 Januari 2026

Samurai Jalu Gelar Pameran Tunggal Kedua: ‘Mulai Dari Rumah’, Merayakan Kreativitas Anak di Ruang Keluarga


Sidoarjo, GNN gerbangnusantaranews.com
Seorang seniman anak berusia 12 tahun, Samurai Jalu dari Sanggar DAUN, kembali mencuri perhatian publik melalui pameran tunggal keduanya bertajuk “Mulai Dari Rumah”. Pameran ini berlangsung pada 24 Januari hingga 8 Februari 2026 di Rumah Ambarteja dan Larasrasa, Grand Royal Regency, Cluster Lavender, Wage, Taman, Sidoarjo.  

Berbeda dari pameran sebelumnya, kali ini Jalu berkolaborasi dengan sang ayah, Andy Rahman, seorang arsitek, yang menghadirkan rumah sebagai ruang pameran sekaligus laboratorium kreatif anak. Dua rumah bersebelahan yang baru selesai dibangun difungsikan sebagai galeri dengan konsep open house, menghadirkan suasana intim sekaligus segar bagi pengunjung.  

Pameran ini dikuratori oleh Arik S. Wartono, dengan narasi seni rupa dari Agus “Koecink” Sukamto dan Saiful Hadjar. Sebanyak 33 karya lukisan, instalasi, serta arsip proses kreatif sejak Jalu balita ditampilkan, memperlihatkan perjalanan imajinasi anak yang tumbuh dari aktivitas sederhana di rumah: mencoret dinding, lantai, pagar, hingga perabot.  

Menurut kurator Arik S. Wartono, pameran ini menjadi upaya mengubah paradigma masyarakat yang kerap menganggap aktivitas corat-coret anak sebagai pelanggaran norma. “Rumah adalah laboratorium kreatif pertama bagi anak. Pameran ini mengajak orang tua untuk melihat aktivitas tersebut sebagai ekspresi positif, bukan sekadar kenakalan,” ujarnya.  

Sang ayah, Andy Rahman, menambahkan bahwa karya Jalu justru membuat rumah menjadi hidup. “Arsitektur biasanya tampil steril dan indah. Namun ketika anak hadir dengan kreativitasnya, rumah berubah menjadi ruang penuh imajinasi dan memori masa kecil,” katanya.  

Agus “Koecink” Sukamto menilai kolaborasi ayah dan anak ini sebagai dialog tanpa kata. “Ayah membangun struktur, sementara Jalu menghidupkan jiwa rumah dengan goresan jujur dan liar. Setiap dinding bukan lagi penghalang, melainkan media komunikasi,” ungkapnya.  

Sementara itu, Saiful Hadjar menekankan bahwa rumah dapat menjadi sarana home schooling alternatif. “Rumah sebagai sarana, seni rupa sebagai prasarana. Keduanya saling melengkapi, memberi ruang bagi anak untuk berkembang sesuai kebutuhannya,” jelasnya.  

Selain pameran, akan digelar diskusi lintas disiplin: “Sketsa di Tengah Dunia Digital dan AI” pada 31 Januari 2026, serta “Relativitas Seni dan Arsitektur” pada 8 Februari 2026.  

Pameran “Mulai Dari Rumah” terbuka untuk umum setiap hari pukul 10.00–14.30 WIB, mengundang masyarakat untuk hadir, berdialog, dan mengapresiasi karya-karya Samurai Jalu.(Didik Telisik Hati)

23 Januari 2026

Sistem Rujukan BPJS Kesehatan: Fakta Penting yang Wajib Diketahui Peserta JKN


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Sistem rujukan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan menjadi pintu utama untuk memastikan layanan kesehatan tepat sasaran dan berjenjang. Sejumlah fakta penting berikut perlu diketahui oleh peserta JKN dan masyarakat luas.  

Pertama, sistem rujukan berjenjang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perseorangan. Ketentuan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta regulasi turunannya, yang membawa perubahan besar dalam mekanisme rujukan.  

“Skema rujukan berjenjang ini dirancang untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan. Dengan sistem ini, setiap peserta memperoleh penanganan yang tepat, efektif, dan sesuai kebutuhan medisnya,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Jumat (23/01).  

Kedua, mekanisme rujukan memastikan peserta JKN dengan keluhan ringan tetap ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan. Hal ini mencegah penumpukan pasien di rumah sakit rujukan lanjutan.  

“Bayangkan jika rumah sakit dipenuhi pasien dengan keluhan batuk atau flu yang seharusnya bisa ditangani di FKTP. Itu akan menghambat akses bagi pasien yang benar-benar membutuhkan layanan lanjutan,” tambah Janoe.  

Ketiga, rujukan hanya diberikan berdasarkan indikasi medis, bukan Atas Permintaan Sendiri (APS). Namun, terdapat pengecualian untuk kondisi tertentu yang memungkinkan peserta dirujuk langsung ke rumah sakit, seperti perawatan rutin hemodialisis, kemoterapi, radioterapi, layanan kesehatan jiwa, serta penyakit kronis dan khusus seperti hemofilia, thalasemia, kusta, TB-MDR, dan HIV-ODHA.  

Peserta lanjut usia di atas 65 tahun atau pasien dengan rencana pengobatan jangka menengah hingga panjang juga dapat memperoleh rujukan langsung tanpa harus kembali ke FKTP.  

Keempat, dalam kondisi gawat darurat, peserta JKN tidak diwajibkan membawa surat rujukan. Mereka dapat langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, baik yang bekerja sama maupun tidak dengan BPJS Kesehatan. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 dan Permenkes Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan.  

“Kondisi gawat darurat mencakup keadaan yang mengancam nyawa, seperti gangguan jalan napas, pernapasan, sirkulasi, hingga penurunan kesadaran,” tegas Janoe.  

Penerapan sistem rujukan berjenjang ini juga mendapat dukungan dari FKTP. Kepala Puskesmas Karangandong, dr. Hilda Betsy Marlene R., menuturkan pihaknya konsisten menjalankan ketentuan rujukan sehingga rasio rujukan tetap rendah.  

“Kami selalu memberikan edukasi dan asesmen dengan komunikasi yang baik. Tidak semua penyakit harus dirujuk ke rumah sakit. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, kepercayaan peserta terhadap FKTP akan meningkat,” tutup Hilda.(rn/qa)

Pemkab Gresik Deklarasikan Komitmen Lintas Sektor: Lindungi Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
 

Upaya melindungi perempuan dan anak pasca perceraian di Kabupaten Gresik memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Pengadilan Agama serta dunia usaha mendeklarasikan komitmen bersama untuk memastikan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pasca perceraian.  

Deklarasi yang berlangsung di Hotel Front One Gresik, Kamis (22/01), menjadi langkah strategis yang berdampak langsung pada pencegahan anak putus sekolah, perlindungan jaminan kesehatan, hingga kepastian hak sosial dan ketenagakerjaan bagi keluarga terdampak perceraian.  

Kegiatan ini melibatkan Pengadilan Agama Gresik, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, APINDO, KADIN, HIPMI, serta 80 perwakilan perusahaan dari berbagai wilayah.  

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa Pemkab tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai instrumen konkret perlindungan perempuan dan anak pasca cerai. “Persoalan pasca perceraian tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ini menyentuh banyak sektor sekaligus, mulai dari ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, hingga sosial. Semua akan diorkestrasi oleh Dinas KBPPPA,” jelasnya.  

Ia menambahkan, Perbup juga akan mencakup identitas pekerja migran asal Gresik, dengan dukungan bank data perceraian yang sedang disiapkan. “Fakta di lapangan menunjukkan keterkaitan antara perceraian dan angka putus sekolah. Ini yang ingin kita putus mata rantainya,” tegasnya.  

Kepada dunia usaha, Wabup Alif menekankan bahwa komitmen ini bukan beban, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial bersama. “Jika ketentuan ini masuk ke peraturan perusahaan, jangan merasa terbebani. Ini adalah hak-hak yang memang harus dipenuhi,” ujarnya.  

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Muchlis, memberikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi ini. Ia berharap langkah Gresik dapat menjadi percontohan nasional. “Dengan niat baik seperti ini, akan tercatat sebagai tinta emas dalam sejarah kebersamaan antara Pengadilan Agama dan pemerintah daerah,” ungkapnya.  

Sementara itu, Ketua Muda Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Dr. Yasardin, menyoroti besarnya jumlah anak korban perceraian di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keterbatasan regulasi tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan perempuan dan anak terlantar. “Upaya yang dilakukan Pemkab Gresik bersama Pengadilan Agama adalah ikhtiar nyata. Saya bersyukur pemerintah daerah sangat responsif terhadap persoalan ini,” ujarnya.(nnd)

PWI–DPRD Gresik Gelar Dialog Publik: Smart Budgeting & Smart Revenue untuk Kemandirian Fiskal Daerah


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama DPRD Gresik menggelar Dialog Publik bertajuk “Smart Budgeting & Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah” di Hotel Horison GKB, Kamis (22 Januari 2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI.  

Dialog publik menghadirkan sejumlah tokoh strategis, di antaranya Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir. Turut hadir jajaran pimpinan DPRD Gresik, kepala OPD penghasil, perwakilan perusahaan, perguruan tinggi, hingga para kepala desa dari berbagai wilayah di Kota Pudak.  

Ketua PWI Gresik, Deni Ali Setiono, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi pada efektivitas penggunaannya. “Setiap rupiah harus tepat sasaran. Pers hadir bukan sekadar menulis berita, tetapi juga memberi solusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.  

Senada dengan itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menekankan peran pers dalam mengawal kebijakan publik. Ia menyoroti potensi besar Gresik dengan hampir seribu perusahaan berskala besar, namun kontribusi PAD masih relatif kecil. “Gresik tidak boleh hanya jadi penonton. Potensi fiskal harus dikapitalisasi agar kemandirian daerah meningkat,” tandasnya.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan bahwa Pemkab tengah menggenjot sektor perizinan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sebagai sumber pendapatan baru. Ia mengakui bahwa PAD masih didominasi pajak daerah, sehingga strategi perlu diperluas melalui digitalisasi, penguatan kelembagaan, dan efisiensi administrasi.  

Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir menegaskan dukungan legislatif terhadap kebijakan anggaran yang efisien dan berorientasi hasil. Ia menyoroti pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp539 miliar yang berdampak pada pembangunan infrastruktur. “PAD harus dimaksimalkan agar kesejahteraan dan pelayanan publik tidak dikorbankan,” tegasnya.  

Forum ini juga melahirkan sejumlah gagasan dari kalangan perusahaan dan akademisi, seperti pembentukan badan riset industri, penguatan pendidikan vokasi, serta pengembangan BUMD sebagai motor pendapatan daerah.(red)

Wakil Bupati Gresik Serahkan Bantuan Z-Mart Baznas untuk 50 Pelaku Usaha Kelontong


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com 

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program Z-Mart, Baznas Gresik bersama Baznas RI menyalurkan bantuan kepada 50 pelaku usaha kelontong di Kabupaten Gresik.  

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Ruang Retno Suwari, Lantai II Kantor Bupati Gresik, Kamis (22/1/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gresik, didampingi Ketua Baznas Gresik, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, serta jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Gresik.  

Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan senilai Rp8.000.000, dengan rincian Rp4.000.000 untuk branding toko dan Rp4.000.000 sebagai tambahan modal usaha.  

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik, dr. Alif, menyampaikan apresiasi atas sinergi Baznas Gresik dengan Baznas RI yang terus konsisten membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.  

“Kami tidak bisa sendiri dalam mengatasi problem kemiskinan di Gresik. Sinergi seperti yang dilakukan Baznas ini sangat luar biasa, terutama melalui program Z-Mart yang menyasar pelaku usaha toko kelontong. Semoga bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.  

Wabup juga berpesan agar para penerima bantuan tetap tangguh dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan usaha.  “Ingat, sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil. Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya agar usaha semakin berkembang,” tambahnya.  

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Gresik, H. Muhammad Mujib, menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI atas dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa bantuan Z-Mart merupakan wujud nyata komitmen Baznas dalam mendukung pemerintah daerah mengatasi persoalan kemiskinan.  

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Gresik. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang terbantu. Kami juga mengajak penerima manfaat untuk mendoakan para muzakki agar Allah melipatgandakan rezeki mereka,” tuturnya.  

Dengan adanya program Z-Mart, diharapkan usaha kelontong masyarakat Gresik semakin berkembang, sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan menumbuhkan semangat kemandirian.(k-hnf)

22 Januari 2026

Pra Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Benjeng: Camat Tekankan Lima Prioritas Usulan


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com

Aula Pertemuan Kantor Camat Benjeng menjadi saksi terselenggaranya kegiatan Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 pada Rabu, 22 Januari 2026. Acara ini diikuti oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta operator desa se-Kecamatan Benjeng.  

Kegiatan dipandu oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Benjeng, Sudarmanto, dan dipimpin langsung oleh Camat Benjeng, Nurul Fuad. Dalam sambutannya, Sekcam Sudarmanto menyampaikan sejumlah informasi terkait kesiapan Musrenbang Kecamatan Benjeng yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Februari 2026 mendatang. Ia menekankan bahwa Pra Musrenbang merupakan bagian penting dari proses Musrenbang Kecamatan, sehingga perlu dimaksimalkan agar menghasilkan usulan yang realistis dan berbasis pada identifikasi masalah di lapangan.  

Ketua PKDI Kecamatan Benjeng, Nanang, turut memberikan pandangan. Ia menegaskan bahwa nasib pembangunan desa-desa di Kecamatan Benjeng sangat ditentukan oleh momen Musrenbang. Oleh karena itu, setiap usulan harus benar-benar dipertimbangkan berdasarkan skala prioritas agar seluruh kebutuhan desa dapat terakomodasi.  

Sementara itu, Camat Benjeng, Nurul Fuad, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak sekaligus memberikan arahan strategis. Ia menekankan lima prioritas utama yang harus menjadi fokus dalam usulan Musrenbang, yaitu:  

1. JPD (Jalan Poros Desa)  

2. Jalan lingkungan (betonisasi/rapat beton/cor)  

3. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  

4. Sarana Posyandu  

5. Irigasi di perkotaan  

Nurul Fuad mengingatkan agar desa-desa benar-benar memperhatikan agar usulan tidak tumpang tindih sehingga tidak sia-sia. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kecamatan Benjeng untuk memperjuangkan dan mengawal setiap usulan yang diajukan. “Mohon dipersiapkan secara matang agar Musrenbang Kecamatan Benjeng mendatang bisa berjalan maksimal,” tegasnya.  

Dengan adanya Pra Musrenbang ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Benjeng dapat menyusun usulan program yang tepat sasaran, sehingga RKPD Tahun 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.(WLO)

20 Januari 2026

Pelantikan Perangkat Desa Pucung, Lengkapi Struktur Pemerintahan Desa


Gresik, GNN gerbangnusantaranews.com
Pemerintah Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, menggelar acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Perangkat Desa pada Selasa (20/1) di Balai Desa Pucung. Acara ini menjadi momen penting karena menandai kelengkapan struktur pemerintahan desa setelah terisinya jabatan yang sebelumnya kosong.  
Dua perangkat desa resmi dilantik dan diambil sumpah, yaitu:  Sifa’ul Janahtin sebagai Kepala Urusan Perencanaan dan Sherly Novitasa sebagai Kepala Seksi Pelayanan

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pucung Choirul Anam menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia (P3D) yang telah bekerja keras dalam melaksanakan. tugas kemanusiaan dari awal penjaringan dan penyaringan hingga terlaksana dengan baik dengan baik dan lancar termasuk tahapan pelantikan ini. 
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena dengan pelantikan ini, seluruh posisi perangkat desa kini telah lengkap.  

“Dengan terisinya jabatan yang kosong, kami berharap Desa Pucung semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera. Kepada perangkat yang baru dilantik, saya berpesan agar segera beradaptasi, berkolaborasi, dan bersinergi demi kemajuan bersama,” ujar Choirul Anam, sembari mengakhiri dengan ucapan selamat dan sukses kepada terlantik. 

Sementara itu, Plt Camat Balongpanggang Dedy Hartadi dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada perangkat desa yang baru dilantik. Ia juga memberikan apresiasi atas perjuangan dan kinerja Panitia P3D Desa Pucung yang telah bekerja keras menyukseskan setiap proses sesuai tahapan hingga pelantikan.  

Camat juga memberikan arahan terkait tupoksi perangkat desa dan sekilas kondisi Gresik khususnya wolayah Kecamatan Balongpanggang, dan Ia berharap untuk terus meningkatkan pelayanan.

Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Balongpanggang, Ketua dan anggota BPD, para Ketua RT/RW, lembaga desa, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah desa dalam memperkuat tata kelola dan pelayanan kepada warga.  

Dengan pelantikan ini, Desa Pucung menegaskan komitmennya untuk terus membangun pemerintahan yang transparan, solid, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.lainya (wlo)

EKBIS

POTRET DESA

TNI