Gerbang Nusantara News

Sosial Politik

PENDIDIKAN

WISATA

Foto

Video

30 November 2025

Pemkab Gresik Raih Predikat “Menuju Informatif” pada KI Award 2025


Bojonegoro, GNN gerbangnusantaranew.com
 

Pemerintah Kabupaten Gresik kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat keterbukaan informasi publik. Pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KI Award) 2025 yang digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Sabtu (29/11), Pemkab Gresik berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Kategori Menuju Informatif.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahurrahman. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gresik memperoleh nilai 89,67, sehingga masuk dalam jajaran kabupaten/kota dengan predikat Menuju Informatif.

KI Award merupakan puncak dari rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang digelar setiap tahun. Proses monev meliputi verifikasi website resmi, pengecekan kelengkapan dokumen, inovasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), hingga wawancara klarifikasi oleh tim penilai.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahurrahman menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah.  

“Kami bersyukur karena tahun sebelumnya Gresik belum berhasil meraih penghargaan ini. Tahun ini kita bisa naik ke kategori Menuju Informatif. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan nyata dalam layanan PPID dan komitmen seluruh perangkat daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan keterbukaan informasi publik akan terus dilanjutkan.  

“Target kami tahun depan jelas: naik dari Menuju Informatif menjadi Informatif. Kami akan memperkuat pembaruan informasi, menyempurnakan SOP layanan PPID, dan memastikan masyarakat lebih mudah mengakses informasi yang mereka butuhkan,” tegasnya.

Dengan nilai 89,67, Kabupaten Gresik dinilai telah memenuhi sebagian besar indikator keterbukaan informasi, terutama terkait ketersediaan dokumen, konsistensi pembaruan informasi, serta respons PPID terhadap permohonan informasi.

Pemkab Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi dan kualitas layanan informasi publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan melayani masyarakat.(red)

Rapat Koordinasi Forkopimcam Balongpanggang Bahas Finalisasi Lahan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com

Pada Selasa malam, 25 November 2025, Forkopimcam Balongpanggang menggelar rapat koordinasi khusus bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Balongpanggang di pendopo kecamatan. Agenda utama rapat adalah membahas finalisasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di masing-masing desa. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri Forkopimcam Balongpanggang, seluruh Kades se-Kecamatan, serta perwakilan dari Diskoperindag Kabupaten Gresik. 

Saat membuka dan memimpin rapat Plt. Camat Balongpanggang, Nur Salim menyampaikan point penting yang perlu difahami bersama yakni

- Menekankan pentingnya sinkronisasi persiapan lahan yang akan dijadikan gedung atau sarana KDMP. 

Meminta setiap desa melaporkan kondisi lahan apa adanya, termasuk jika terdapat kendala, agar segera dicari solusi terbaik. 

Menegaskan bahwa gedung KDMP yang nantinya dibangun akan menjadi aset desa, bukan milik pemerintah kabupaten atau pihak lain. 

Berharap proses finalisasi lahan dapat segera rampung sehingga pembangunan bisa segera dimulai. 

Sementara itu Danramil Balongpanggang Letda Inf Davis Koko Hartopo, pada kesempatan tersebut

-Menjelaskan bahwa pembangunan sarana KDMP merupakan bagian dari program pemerintah yang harus segera direalisasikan. 

-Mengingatkan agar laporan lahan disampaikan secara jujur dan sesuai kondisi di lapangan. 

-Jika laporan disetujui, maka pembangunan akan segera dilaksanakan. 

-Memohon kerja sama dari para kepala desa agar pelaksanaan program berjalan sesuai harapan. 

Pada kesempatan yang sama Ketua PKDI Balongpanggang, Siswadi menyampaikan beberapa hal antara lain :

-Mengingatkan desa untuk melaporkan kondisi lahan, baik yang tersedia maupun yang tidak ada. 

-Menekankan adanya batas waktu (deadline) sehingga desa harus serius dalam menyampaikan laporan agar pembangunan bisa segera dilakukan sesuai tahapan. 

-Secara teknis, desa diminta tetap membantu demi kelancaran proses pembangunan. 

-Menegaskan bahwa karena ini merupakan program nasional, semua pihak harus bersungguh-sungguh. Jika tidak, maka desa yang tidak siap akan ditinggalkan dari program. 

Dengan rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Balongpanggang dapat segera menyelesaikan laporan lahan masing-masing. Finalisasi lahan menjadi langkah krusial agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.(eli)

28 November 2025

MUNGGUGIANTI REMBUK : Momentum Perkuat Kebersamaan dalam Membangun Desa dihadiri Anggota DPRD Gresik Sudadi


Gresik,, GNN gerbangnusantaranew.com
Pemerintah Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, menggelar agenda Rembuk Wilayah RW 002 sebagai wadah semi-formal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan pembangunan, 28 November 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PAUD Desa Munggugianti pada Jumat malam ini dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Forum rembuk diharapkan menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan warga, sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat.  

Ketua RW 002, Rateno, menyampaikan bahwa agenda telah diinformasikan sebelumnya, namun tingkat kehadiran warga masih belum maksimal. Ia berharap hal tersebut dapat dimaklumi dan tidak mengurangi semangat kebersamaan.  

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Munggugianti, Fathur Rozi, S.Sos, menegaskan bahwa:  

- Rembuk wilayah menjadi pelengkap pembangunan yang sudah berjalan merata.  

- Forum ini penting untuk menampung masukan yang mungkin terlewat, tidak hanya terkait infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat yang sangat diperlukan.  

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik, Sudadi, S.E., M.M., yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Gresik, turut hadir dan memberikan pemaparan. Ia menyampaikan beberapa hal penting, di antaranya:  

- Penjelasan mengenai tugas dan fungsi Komisi IV DPRD Gresik.  

- Sosialisasi Program Gresik Soya, yaitu aplikasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Program ini berfungsi sebagai sistem pendataan terpadu berbasis 21 indikator lokal, sehingga data penerima bantuan sosial lebih akurat, transparan, dan mudah diperbarui. Dengan adanya Gresik Soya, penyaluran bansos diharapkan tepat sasaran, warga miskin yang belum terdata bisa segera ditambahkan melalui musyawarah desa (musdes), dan warga yang sudah mampu dapat dicoret sesuai regulasi lima tahun.  

- Mekanisme penambahan maupun pencoretan data penerima manfaat bansos melalui musdes yang kemudian diajukan ke dinas terkait.  

- Permasalahan ketenagakerjaan, termasuk perda yang mendukung penyerapan tenaga kerja lokal Gresik.  

- Pentingnya mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi bersama.  

- Ajakan kepada masyarakat untuk tetap semangat dan bersabar menghadapi pengurangan anggaran dari pusat, termasuk kemungkinan adanya penundaan program.  

Sudadi menekankan bahwa kebersamaan dan keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menentukan arah pembangunan desa. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan warga, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih maju, harmonis, dan sesuai dengan harapan bersama, pungkasnya sembari apresiasi atas kegiatan ini karena tidak semua desa menyelenggarakan, Ia juga apresiasi atas capaian pembangunan di Desa Munggugianti yang luar biasa.

Agenda rembuk wilayah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, memastikan suara masyarakat benar-benar menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan, serta meneguhkan komitmen bersama menuju Desa Munggugianti yang lebih baik.(wlo)

Bupati Yani Tegaskan Peran UMKM dalam Ekosistem Industri Melalui Inkubasi Bisnis dan Business Matching


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com 
Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu masuk ke dalam ekosistem industri. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam kegiatan Business Matching dan Inkubasi Bisnis yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) pada Jumat (28/11).  

Dalam sambutannya, Bupati Yani menekankan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi bagian aktif dari pertumbuhan industri. Program ini, menurutnya, menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk terhubung langsung dengan perusahaan dan kawasan industri di Gresik.  

“Tidak ada industri yang tumbuh di tengah masyarakat yang gagal. Kabupaten Gresik adalah tempat investasi yang tepat karena adanya kolaborasi hebat antara pemerintah, industri, dan UMKM. Produk UMKM kita tidak kalah dengan daerah lain,” tegas Bupati Yani.  

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun komitmen bersama antara perusahaan dan UMKM agar pelaku usaha lokal mampu terlibat dalam rantai pasok industri. “Goal-nya adalah mengakselerasi masyarakat penerima bantuan sosial untuk naik secara ekonomi melalui UMKM yang maju dan mandiri,” tambahnya.  

Dukungan juga datang dari kalangan industri. Direktur BKMS, Agung P. Guritno, menilai UMKM telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perekonomian Gresik. Menurutnya, kolaborasi UMKM dengan industri sangat penting untuk perkembangan usaha. “Kegiatan ini punya peran besar dalam menghubungkan UMKM dengan perusahaan dan kawasan industri. Kemajuan industri dan UMKM harus selaras,” ujarnya. Ia menegaskan kesiapan kawasan industri JIIPE untuk mendukung forum semacam ini, sekaligus meyakini potensi besar UMKM Gresik.  

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program inkubasi bisnis yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM. Sebanyak 30 pelaku usaha terpilih mengikuti program ini, terdiri dari 10 pengusaha batik, 9 usaha konveksi, dan 11 pengusaha makanan-minuman.  

“Selama inkubasi, peserta menerima materi strategis seperti legalitas usaha, branding, digital marketing, strategi produksi, kesiapan packaging, hingga penguatan model bisnis. Mereka juga menjalani coaching untuk memastikan kesiapan memasuki pasar yang lebih besar,” jelas Darmawan.  

Ia berharap kegiatan ini mampu menghadirkan kolaborasi konkret antara pelaku UMKM dan perusahaan, serta membuka peluang pasar baru yang berkelanjutan. “Ini bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi membangun jaringan kemitraan ekonomi daerah yang lebih kuat,” tutupnya.  

Seiring meningkatnya investasi di Gresik, keberadaan inkubator bisnis dan forum Business Matching diyakini menjadi instrumen penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. UMKM yang terhubung dengan industri akan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap dinamika pasar, sekaligus mampu menjawab permintaan rantai pasok secara langsung. Hal ini juga menciptakan multiplier effect bagi sektor lain seperti tenaga kerja, logistik, dan perdagangan.(red)

Peserta JKN Diminta Rutin Cek Status Kepesertaan Agar Layanan Kesehatan Lancar


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com   

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, mengimbau seluruh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk rajin memantau status kepesertaan. Langkah ini penting agar peserta tidak mengalami kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.  

“Kami menyediakan berbagai kanal layanan daring untuk pengecekan keaktifan peserta. Hal ini sangat krusial karena layanan kesehatan hanya dapat diakses jika kepesertaan dalam kondisi aktif,” tegas Janoe, Kamis (27/11).  

Salah satu kanal utama adalah Aplikasi Mobile JKN, yang disebut Janoe sebagai cara paling mudah untuk mengetahui status kepesertaan. Peserta cukup mengunduh aplikasi melalui App Store atau Play Store, melakukan registrasi, lalu memilih menu kartu digital untuk melihat apakah status kepesertaan aktif atau tidak.  

Selain itu, peserta juga dapat menggunakan layanan Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) di nomor 08118165165. Pandawa menyediakan tiga menu utama: Administrasi, Informasi, dan Pengaduan. Untuk pengecekan status kepesertaan, peserta dapat memilih menu Informasi lalu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Nomor BPJS Kesehatan.  

“Di menu Informasi, peserta tidak hanya bisa cek status kepesertaan, tetapi juga status pembayaran, virtual account, skrining kesehatan, hingga lokasi kantor cabang dan faskes terdekat. Jika ada kendala atau aduan, peserta bisa memilih menu Pengaduan atau langsung menghubungi Care Center 165,” jelas Janoe.  

Ia menekankan pentingnya pengecekan berkala khususnya bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, status kepesertaan memang kembali aktif setelah tunggakan dilunasi, tetapi peserta akan masuk masa denda pelayanan selama 45 hari.  

“Dalam masa tersebut, jika peserta membutuhkan rawat inap di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, maka diwajibkan membayar denda pelayanan. Denda ini tidak berlaku untuk rawat jalan,” tambahnya.  

Besaran denda ditetapkan sebesar 5% dari tarif INA-CBGs dikalikan jumlah bulan tunggakan, maksimal 12 bulan, dengan batas tertinggi Rp20 juta.  

Kebiasaan rutin mengecek status kepesertaan sudah dilakukan oleh salah satu peserta mandiri di Kabupaten Gresik, Siti Auliyaul Afiah (21). Ia mengaku selalu memantau melalui Aplikasi Mobile JKN agar tidak terlewat membayar iuran.  

“Sekarang sudah mudah, bisa cek sendiri lewat handphone kapan saja dan di mana saja. Saya rutin cek supaya yakin JKN saya aktif, sehingga kalau sewaktu-waktu sakit tidak ada kendala dan pengobatan bisa berjalan lancar,” ungkap Siti.(rn/qa)

27 November 2025

Kipan Gresik Tancap Gas! Program SCARFS Hadir di 10 Lokasi untuk Wujudkan Generasi Bersih Narkoba


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com

Sebagai bentuk komitmen nyata pasca pelantikan, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan) Kabupaten Gresik bergerak cepat melaksanakan program Diseminasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Aksi ini diwujudkan melalui program unggulan SCARFS (School and Communities Caring for Drugs Abuser and HIV AIDS).  

Fokus utama kegiatan adalah membentuk agen perang melawan narkoba. Kipan Gresik langsung menyasar delapan sekolah dan dua desa di wilayah Gresik. Targetnya, terbentuk Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di tingkat sekolah maupun desa, yang berperan sebagai pelopor sekaligus pelapor dalam menjaga lingkungan dari bahaya narkoba.  

Langkah strategis ini diambil untuk mewujudkan cita-cita bersama: Gresik Bersih Narkoba, melalui penguatan di lingkungan pendidikan dan komunitas desa.  

Lokasi Pelaksanaan Program SCARFS tersebut ada di 8 Sekolah ( SMAN 1 Wringinanom, SMAN 1 Driyorejo, SMAN 1 Dukun, SMAN 1 Balongpanggang, MAN 1 Gresik, MAN 2 Gresik, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMK YPI Darussalam 1 Cerme  dan 2 Desa yakni Desa Glindah, Kedamean dan Desa Tumapel, Duduksampeyan  

Program SCARFS tidak berjalan sendiri. Kipan Gresik menggandeng berbagai pihak dalam kolaborasi lintas sektor, antara lain:  

- DPRD Kabupaten Gresik sebagai mitra legislatif dan pengawas.  

- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parekadbudpora) sebagai pelaksana anggaran kegiatan.  

- BNN Kabupaten Gresik sebagai mitra strategis dalam substansi pencegahan dan pemberantasan narkoba.  

- PC IPNU IPPNU Gresik sebagai organisasi kepemudaan yang turut menggerakkan pemuda di tingkat pelajar dan desa.  

Tri Juli Yansyah, S.Pd., Koordinator Kipan Gresik, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak boleh berhenti di tahap awal.  

“Oleh karenanya, kami bentuk Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di masing-masing sekolah dan desa agar gerakan ini berkelanjutan dan berdampak jangka panjang,” ujar Tri Juli Yansyah.  

Sinergi berbagai pihak ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik bersama elemen pemuda dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.(k-iy)

Taiwan Technical Mission Rayakan 49 Tahun di Indonesia, Dorong Babak Baru Kerja Sama Pertanian


JAKARTA, GNN gerbangnusantaranew.com 

Taiwan Technical Mission merayakan 49 tahun kerja sama pertanian dengan Indonesia melalui acara bertajuk “Bridging the Past and the Future: A New Chapter of Technical Cooperation in Indonesia” yang digelar pada Kamis, 27 November. Perayaan ini sekaligus menjadi ajang untuk menampilkan capaian berbagai proyek yang tengah berjalan serta meneguhkan komitmen kedua pihak dalam memperkuat kemitraan di sektor pertanian.  

Acara tersebut akan dihadiri pejabat tinggi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, anggota DPR, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra kerja jangka panjang. Kehadiran mereka menandai pentingnya momentum ini sebagai tonggak baru dalam perjalanan kerja sama bilateral Indonesia–Taiwan.  

Salah satu agenda utama adalah presentasi dari Profesor Dr. Yunus (Universitas Hasanuddin/UNHAS) berjudul “Bridging the Past and the Future: The Impact and New Chapter of Collaboration between Hasanuddin University and the Taiwan Technical Mission in South Sulawesi.” Dalam paparannya, Prof. Yunus akan menyoroti keberhasilan proyek pengembangan benih padi di Sulawesi Selatan serta memperkenalkan inisiatif baru berupa pengembangan benih jagung. Proyek ini mencerminkan langkah maju dalam inovasi pertanian sekaligus membuka babak baru pertukaran teknologi dan pengembangan varietas unggul.  

Selain itu, acara juga menampilkan inovasi pertanian cerdas, seperti sistem pemantauan data lahan dan pemanfaatan teknologi drone untuk manajemen pertanian. Pada sesi sore, fokus akan diarahkan pada dua proyek strategis: “Peningkatan Produksi dan Pemasaran Bawang Putih dan Bawang Merah di Sumatera Utara” serta “Penguatan Sistem Pemasaran Sayuran dan Buah di Karawang.”  

Tak hanya itu, guru sekolah pertanian dan perwakilan petani muda akan berbagi pengalaman langsung mengenai kontribusi nyata Taiwan dalam mendukung modernisasi dan peningkatan rantai nilai pertanian di Indonesia.  

Perayaan ini bukan sekadar refleksi atas hampir setengah abad kontribusi Taiwan Technical Mission di Indonesia, tetapi juga penegasan semangat co-creation (penciptaan bersama), shared prosperity (kemakmuran bersama), dan mutual progress (kemajuan bersama) yang menjadi fondasi kerja sama kedua negara.  

Melalui acara ini, Taiwan Technical Mission ingin menegaskan posisinya sebagai mitra tepercaya dan berjangka panjang dalam pembangunan pertanian Indonesia. Komitmen tersebut akan terus diwujudkan melalui dorongan inovasi dan pembangunan berkelanjutan demi masa depan pertanian Indonesia yang lebih maju. (Nov)

SPI Jawa Barat Gelar FGD: Perkuat Ketahanan Pangan dan Dorong Kesejahteraan Petani


Bandung,  GNN gerbangnusantaranew.com

Serikat Petani Indonesia (SPI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Jawa Barat melalui Inovasi, Peningkatan Produksi, dan Solusi Infrastruktur”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Luminor Metro Indah Mall, Jalan Soekarno Hatta No. 590, Kota Bandung, 27 November 2025

Forum tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat serta Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan produksi pangan, stabilisasi harga, serta penguatan cadangan pangan daerah sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika kebutuhan pangan nasional.  

Ketua SPI Jawa Barat, Irpan, menegaskan bahwa FGD ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi lintas sektor.  

“Petani harus menjadi aktor utama dalam pembangunan pangan. Inovasi, peningkatan produksi, dan infrastruktur yang memadai adalah kunci kesejahteraan petani Jawa Barat,” ujarnya.  

Pada kegiatan tersebut isu utama yang dibahas antara lain 

- Penerapan teknologi dan inovasi pertanian, termasuk mekanisasi, digital farming, dan pengembangan benih unggul  

- Perbaikan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, sistem logistik, serta fasilitas pascapanen  

- Strategi stabilisasi harga dan penguatan stok pangan daerah yang dikelola Bulog Jawa Barat  

- Peran pemerintah daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan meningkatkan produktivitas pertanian  

- Penguatan akses pembiayaan serta kelembagaan ekonomi petani untuk memperluas kapasitas produksi  

Irpan menambahkan, hasil FGD akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah. Dokumen tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan pangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada petani.(nov)

Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional melalui Dialog Interaktif FKUB di Benjeng


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com 

Aula Kantor Camat Benjeng pada Kamis, 27 November 2025 menjadi saksi terselenggaranya dialog interaktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan tema Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dalam menjalin toleransi dan kerukunan umat beragama. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan tokoh agama dan pengurus ormas se-Kecamatan Benjeng, dipandu oleh Sekcam Benjeng Sudarmanto, serta dibuka langsung oleh Camat Benjeng, Nurul Fuad.  

Dalam sambutannya, Camat Nurul Fuad menekankan pentingnya tujuan kegiatan sebagai wadah mempererat kerukunan antarumat beragama. 

Ia mengapresiasi kondisi kondusif yang selama ini terjaga di wilayah Benjeng, serta berharap agar dialog ini mampu meningkatkan semangat kebersamaan. 

Nurul Fuad juga mendorong peserta untuk proaktif sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai.  

Hadir sebagai narasumber, Abdullah Hamdi dan Achmad Kusriyanto, anggota DPRD Kabupaten Gresik, yang memberikan pandangan strategis terkait pentingnya toleransi dan wawasan kebangsaan.  

Abdullah Hamdi menegaskan bahwa negara dibangun dari berbagai elemen masyarakat, termasuk agama. 

Menurutnya, komunikasi yang baik, baik internal umat seagama maupun antarumat beragama, menjadi kunci terciptanya kerukunan. 

Ia menekankan peran strategis FKUB sebagai sarana penting yang harus terus dikembangkan, serta menjelaskan manfaat forum dialog dalam memperkuat persatuan.  

Semebtsra Achmad Kusriyanto menyoroti bahwa pondasi kerukunan umat beragama adalah toleransi. 

Ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional merupakan kebutuhan mutlak di tengah keragaman masyarakat. 

Kusriyanto mengingatkan bahwa perilaku individu yang taat dapat berkembang menjadi tanggung jawab kolektif dalam menjaga kerukunan. 

Ia juga menekankan pentingnya membekali generasi muda agar tidak mudah terprovokasi, serta menghindari kesenjangan sosial yang berpotensi menimbulkan kecemburuan. 

Menurutnya, kerukunan yang telah terjalin selama ini harus terus dipertahankan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.  

Di penghujung acara, Sekcam Sudarmanto selaku pemandu menyampaikan kesimpulan dari dialog yang berlangsung penuh keakraban. 

Ia menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjaga toleransi, memperkuat wawasan kebangsaan, dan memastikan kerukunan umat beragama tetap menjadi fondasi kokoh dalam kehidupan bermasyarakat di Benjeng.(wlo)

BPJS Kesehatan Gresik Tegaskan Komitmen Cegah Fraud Demi Penyelenggaraan JKN yang Sehat


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com
  Tantangan kecurangan (fraud) dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Praktik manipulasi klaim maupun penyimpangan prosedur medis dinilai dapat mengancam kualitas layanan kesehatan, merugikan peserta, serta mengganggu keberlanjutan program.  

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam pelaksanaan JKN. “Apabila terjadi fraud, dampaknya tidak hanya merugikan sistem, tetapi juga menurunkan mutu layanan. Karena itu, pencegahan fraud bukan hanya tugas BPJS Kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya, Kamis (27/11).  

BPJS Kesehatan menerapkan tiga pilar utama dalam menangani fraud:  

- Pencegahan: melalui kebijakan anti-fraud, tata kelola berintegritas, serta peningkatan kapasitas SDM agar mampu mengenali potensi kecurangan sejak dini.  

- Deteksi: dengan pemanfaatan teknologi analitik data, early warning system, verifikasi pasca klaim, dan audit administrasi untuk memastikan layanan sesuai prosedur.  

- Penanganan: memperkuat koordinasi lintas lembaga agar dugaan kecurangan dapat ditindak secara efektif sesuai regulasi.  

“Kolaborasi adalah kunci. Tidak hanya antar instansi, tetapi juga melibatkan profesi kesehatan. Konferensi ini menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus komitmen memperkuat ekosistem JKN yang bersih, akuntabel, dan berkelanjutan,” tambah Janoe.  

Selain penguatan sistem, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat berperan aktif mengawal penyelenggaraan JKN. Peserta diminta melapor jika menemukan indikasi ketidaksesuaian prosedur di fasilitas kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, BPJS Satu di rumah sakit, atau langsung ke kantor BPJS Kesehatan.  

Janoe menegaskan, sesuai amanat Permenkes Nomor 16 Tahun 2019, pencegahan dan penanganan fraud harus dijalankan konsisten karena potensi kecurangan bisa dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari peserta, fasilitas kesehatan, hingga penyedia alat kesehatan.  

“Dengan langkah-langkah ini, BPJS Kesehatan Cabang Gresik berkomitmen mewujudkan JKN yang bersih, transparan, dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.  

Komitmen serupa juga disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, drg. Setyo Susilo, M.Kes. Ia menjelaskan bahwa Tim Pencegahan Kecurangan dibentuk untuk melakukan sosialisasi, mediasi, klarifikasi, serta pembinaan kepada fasilitas kesehatan yang terindikasi melakukan fraud. “Monitoring dan evaluasi rutin kami lakukan sebagai wujud nyata komitmen dalam penyelenggaraan JKN yang sehat,” pungkasnya. (rn/qa)

26 November 2025

Ketua DPD ASMIPA Bali Hadiri Rapat Koordinasi Penguatan Kebebasan Sipil


Bali, GNN gerbangnusantaranews.com
 

Ketua DPD ASMIPA Bali, Ida Ayu Putu Setiawati, ST., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas kepedulian serta perhatian yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai wujud nyata kebebasan berkumpul. Ungkapan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Kebebasan Sipil, Hak Berserikat, dan Kebebasan Berkumpul yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).  

Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 26 November 2025 Pukul 08.00 WITA hingga selesai di The Trans Resort Bali, Sunset Road, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung yang diikuti perwakilan dari masing-masing organisasi atau perkumpulan. 

Dalam kesempatan tersebut, Sosok perempuan yang di kenal dengan nama ibu Ida Golden Wisata ini, menegaskan bahwa tujuan utama rapat adalah memperkuat peran Ormas dalam menjamin kebebasan sipil, hak berserikat, dan kebebasan berkumpul. Menurutnya, hal ini bukan hanya menjadi fondasi penting bagi demokrasi, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Bali yang bertumpu pada keterbukaan, kebersamaan, dan stabilitas sosial.  

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat sipil. Dengan demikian, Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, kebebasan, dan keharmonisan sosial.

Acara yang dibuka oleh Brigjen TNI Dr. Arudji Anwar, S.H., M.H. (Asisten Deputi Koordinasi Organisasi Kemenko Polkam RI) Kemasyarakatan ini  juga dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dekan FISIP Universitas Udayana selaku pemateri dan panelis, adapun selaku pemandu acara adalah Kepala Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas Udayana sekaligus memimpin jalannya penyampaian pendapat, saran, masukan, tanya jawab, serta diskusi.(wlo)

25 November 2025

Lazisnu dan LPBI SER NU Gresik Jalin MoU: Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Bencana


GRESIK, GNN gerbangnusantaranew.com 

Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Gresik bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Social Emergency Response Nahdlatul Ulama (LPBI SER NU) Gresik resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang tanggap bencana, Selasa (25/11/2025).  

Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk saling membantu dan bekerjasama dalam melaksanakan program kebencanaan, khususnya melalui program Pos NU Peduli yang dijalankan di setiap MWCNU se-PCNU Gresik.  

Ketua Lazisnu PCNU Gresik, H. Mu’anan, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kerjasama ini penting untuk meningkatkan peran, fungsi, serta manfaat Lazisnu dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Gresik.  

“Kita saling membantu dan bekerjasama dalam program Pos NU Peduli di seluruh wilayah PCNU Gresik. Hal ini dilakukan melalui fundraising dan penggalangan dana untuk korban bencana,” ujarnya.  

Lebih lanjut, H. Mu’anan berharap MoU ini dapat segera mewujudkan sinergitas antar lembaga NU dan badan otonom (Banom), sehingga penanganan kebencanaan bagi warga Nahdliyin khususnya, dan masyarakat Gresik pada umumnya, bisa lebih optimal.  

“Dengan sinergitas ini, kita bisa lebih kuat dan kompak dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tambahnya.  

Ketua LPBI SER NU Gresik, Sholihul Fathoni, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.  

“Sinergitas ini membuktikan bahwa NU siap siaga menghadapi bencana. Apalagi Gresik sering dilanda banjir, kekeringan, dan bencana industri berupa kebakaran,” jelasnya.  

Sementara itu, Ketua PCNU Gresik, Kiai H. Mulyadi, memberikan apresiasi atas terjalinnya kerjasama ini.  “Semoga MoU ini membawa masyarakat Gresik lebih siap siaga menghadapi bencana. Dengan kerjasama antar lembaga, pelayanan kepada masyarakat bisa semakin meningkat,” ungkapnya.(k-tn)  

EKBIS

POTRET DESA

TNI