Hot News

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 23 Mei 2020

SURABAYA MERAH PEKAT BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH PUSAT


Surabaya, gerbangnusantaranews.com
Belum menunjukkan tanda-tanda penurunan tentang virus covid-19,  meski sudah diberlakukan PSBB jilid satu dan jilid dua, kenyataannya berdasarkan data jumlah merangkak naik 1.169, kemungkinan sekarang surabaya merah pekat artinya tanda sudah banyaknya warga terkena, dan sebelum ambyar warna merah, tampaknya sangat di harapkan campur tangan Pemerintah Pusat diperlukan.

 Semua rumah sakit di Surabaya sangat kredit dengan jumlah pasien yang begitu meledak, sehingga pemerintah provinsi jatim dan kota surabaya harus memcari alternatif RS darurat untuk menampung Para pasien corona yang positif, karena menurut data semakin merah pekat di surabaya.

Disamping perhatian pemerintahan pusat, sangat diharapkan dalam rangka penanganan Covid corona di Surabaya melibatkan pasukan dan jaringan pimpinan RT, RW dan Kelurahan.

Demikian dikatakan Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Dr. Basa Alim Tualeka, MSi, usai melakukan pertemuan tentang partisipasi Kadin Jatim terhadap masih berjalannya virus covid-19 dengan Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 dr.Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi surabaya (22/5)

"Banyak pembicaraan yang harus ditindaklanjuti tentang penanganan covid-19 diantarannya tentang kesehatan itu sendiri, kendali ekonomi dan keamanan, sehingga perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat secara padu, kuat dan kompak,"ujarnya meyakinkan.
Sementara itu Joni panggilan akrab pria yang juga direktur rumah sakit dr.soetomo Surabaya menjawab pertanyaan Kadin, kenapa Surabaya beda dengan Sidoarjo dan Gresik dalam penanganan berjalannya pandemi corona?

"Surabaya terlambat mendiagnosa, dan masyarakat disiplinnya kurang, kalau aturan PSBB ditaati saya yakin tidak sampai dua kali PSBB, dan itu tidak sampai dua minggu , cukup empat hari sudah turun angkanya, "tegasnya.

Masih menurut Joni, sebagai contoh PSBB Malang Raya, masyarakatnya disiplin, sehingga penurunan angka kelihatan sekali. Sampai ada kampung tangguh, yang merupakan partisipasi warga untuk menampung para warga yang kena covid, semuanya ditanggung selama karantina.

Meyinggung soal kampung tangguh dan memberdayakan masyarakat dengan melibatkan RT, RW, perlu diketahui Gubernur juga sudah mengunjungi percontohan kampung tangguh di kedung baruk kecamatan rungkut Surabaya.

Kemudian Walikota Tri Risma Maharini bersama Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim mengadakan pertemuan di Pemkot Surabaya salahsatu yang di bahas adalah melibatkan pengurus RT, RW bersana Kelurahan serta Kecamatan untuk menangkal virus corona.(GNN Patner)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot