Hot News

Post Top Ad

Your Ad Spot

Selasa, 13 Oktober 2020

.PLN Imbau Warga Lebih Hati-hati Penggunaan Tenaga Listrik


Bojonegoro, gerbamgnusantaranews.com 

Rabu 13/10/2020. PT PLN (Persero) Bojonegoro mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan tenaga listrik. Ini menyusul musibah yang menimpa satu keluarga meninggal karena tersengat listrik jebakan tikus di sawah.


Kepala Humas PT PLN Bojonegoro Hekso Wisoto saat ditemui di kantornya, Selasa kemarin, menuturkan bahwa pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi tentang penggunaan listrik aman dan benar. Untuk kasus di Desa Tambahrejo Kecamatan Kanor sendiri bukan wewenang PT PLN. Karena penggunaan listrik untuk jebakan tikus sendiri juga sudah dilarang karena sangat membahayakan keselamatan. 


“Kami hanya dapat memutus aliran listrik yang digunakan untuk jebakan tikus, namun untuk pencabutan aliran listrik yang dipakai sehari-hari itu hak pelanggan listrik, kami tidak bisa memutus secara sepihak,” ucapnya.


Hekso Wisoto juga menjelaskan bahwa menurut Undang-undang nomor 30 tentang ketenagalistrikan dijelaskan bahwa setiap instalansi apapun harus ada sertifikatnya, dan itu sifatnya wajib karena sudah ada standarisasinya. Dari PT PLN sendiri  juga ada petugas  Penertiban Pemakaian Tenaga listrik  (P2TL) untuk menghindari terjadinya pelanggaran dalam pemakaian listrik.


PLN membentuk tim P2TL yang memiliki rangkaian kegiatan meliputi perencanaan, pemeriksaan, tindakan dan penyelesaian yang dilakukan oleh PLN terhadap instalasi PLN dan/atau instalasi pemakai tenaga listrik.


Selain itu, Hekso Wisoto juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam penggunaan listrik, matikan lampu jika sudah tidak diperlukan, serta jaga jarak aman misal jangan main layang-layang di dekat kabel listrik. “Jika ada konsleting listrik langsung saja hubungi petugas PLN setempat,” terangnya


Ia juga menegaskan jika ada seseorang yang tersengat listrik jangan sekali-kali langsung memegangya secara langsung. Tapi harus dihilangkan dulu aliran listriknya denga cara memutus atau mematikan sumber arus listriknya. “Setelah dipastikan tidak ada aliras arus listrik maka si korban baru diberi pertolongan,pungkasnya,” terangnya.(abq - ags )

1 komentar:

Post Top Ad

Your Ad Spot