qdxqWFisudm6DGCugNCmxTscxWj4jhGgj3sh0iWz

UKM IKM NUSANTARA MATANGKAN PERSIAPAN EXPO 2022

PALEMBANG, GNN

Usai melakukan lawatan di pulau Jawa, ketua Umum UKM IKM Nusantara Hj. Chandra Manggih Rahayu bertolak ke pulau Sumatera tepatnya di Palembang (13-16/8/2022) guna mematangkan kesiapan pelaksanaan Expo di Sumatera Selatan.

Saat di Palembang Ketum UKM IKM Nusantara Hj. Chandra Manggih Rahayu yang didampingi oleh pengurus Nasional Mukti, Rendy dan Reza, serta Ketua Wilayah Sumatera Selatan UKM IKM NUSANTAR Ruda, Ketua DPD Edy dan Sekretaris DPD Inez dengan agenda melakukan pertemuan dengan Basyarudin di kantor PU dan Perkin, serta Bersama Ketua forum CSR Ryan

Kepada Media GNN (gerbangnusantaranews.com) Hj. Chandra Manggih menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana penyelenggaraan Nusantara Expo produk UMKM  di Washington DC, USA yang akan di hadiri oleh berbagai Keenterian pada bulan Oktober mendatang.

Lebih lanjut Chandra Manggih menjelaskan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi yang sangat bagus untuk berkembang di sektor UMKM. Hal ini terlihat dari kemajuan pergerakan yang dilakukan oleh para anggota dan pengurus UKM IKM Nusantara Kota Palembang, sehingga dinilai layak untuk produk Sumsel masuk dalam kurasi Ekspor ke luar negeri melalui fasilitasi UKM IKM Nusantara.

Rencana ini disambut baik oleh Ketua Forum CSR, Kepala Dinas Pu Perkim Sumsel dan Kepala Dinas Perindustrian Sumsel yang disambangi oleh Tim UKM IKM Nusantara di kantor masing-masing. 

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi langsung dengan para pelaku usaha untuk mengumpulkan produk masing-masing dan akan di bawa ke Jakarta pada pertemuan dengan 2 Buyer dari Dubai dan Saudi Arabia dimana produk UMKM akan dikurasi langsung dan dibawa untuk dilakukan Order.

Dalam kesempatan ini juga, Hj. Chandra Manggih menyampaikan perintah langsung dari Bapak Presiden Jokowi agar memasarkan produk dalam negeri, serta memanfaatkan E-Catalog dalam menjalankan Program Bela Pengadaan dimana 40% pengadaan barang dan jasa harus melalui sektor UMKM. Tentunya ini merupakan sebuah angin segar bagi pelaku UMKM karena otomatis akan terjadi kenaikan dari segi omzet dan kapasitas produksi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan di sektor UMKM.(riz/wlo)



Baca Juga

Related Posts