Peserta JKN Diminta Rutin Cek Status Kepesertaan Agar Layanan Kesehatan Lancar - Gerbang Nusantara News

28 November 2025

Peserta JKN Diminta Rutin Cek Status Kepesertaan Agar Layanan Kesehatan Lancar


Gresik, GNN gerbangnusantaranew.com   

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, mengimbau seluruh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk rajin memantau status kepesertaan. Langkah ini penting agar peserta tidak mengalami kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.  

“Kami menyediakan berbagai kanal layanan daring untuk pengecekan keaktifan peserta. Hal ini sangat krusial karena layanan kesehatan hanya dapat diakses jika kepesertaan dalam kondisi aktif,” tegas Janoe, Kamis (27/11).  

Salah satu kanal utama adalah Aplikasi Mobile JKN, yang disebut Janoe sebagai cara paling mudah untuk mengetahui status kepesertaan. Peserta cukup mengunduh aplikasi melalui App Store atau Play Store, melakukan registrasi, lalu memilih menu kartu digital untuk melihat apakah status kepesertaan aktif atau tidak.  

Selain itu, peserta juga dapat menggunakan layanan Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) di nomor 08118165165. Pandawa menyediakan tiga menu utama: Administrasi, Informasi, dan Pengaduan. Untuk pengecekan status kepesertaan, peserta dapat memilih menu Informasi lalu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Nomor BPJS Kesehatan.  

“Di menu Informasi, peserta tidak hanya bisa cek status kepesertaan, tetapi juga status pembayaran, virtual account, skrining kesehatan, hingga lokasi kantor cabang dan faskes terdekat. Jika ada kendala atau aduan, peserta bisa memilih menu Pengaduan atau langsung menghubungi Care Center 165,” jelas Janoe.  

Ia menekankan pentingnya pengecekan berkala khususnya bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, status kepesertaan memang kembali aktif setelah tunggakan dilunasi, tetapi peserta akan masuk masa denda pelayanan selama 45 hari.  

“Dalam masa tersebut, jika peserta membutuhkan rawat inap di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, maka diwajibkan membayar denda pelayanan. Denda ini tidak berlaku untuk rawat jalan,” tambahnya.  

Besaran denda ditetapkan sebesar 5% dari tarif INA-CBGs dikalikan jumlah bulan tunggakan, maksimal 12 bulan, dengan batas tertinggi Rp20 juta.  

Kebiasaan rutin mengecek status kepesertaan sudah dilakukan oleh salah satu peserta mandiri di Kabupaten Gresik, Siti Auliyaul Afiah (21). Ia mengaku selalu memantau melalui Aplikasi Mobile JKN agar tidak terlewat membayar iuran.  

“Sekarang sudah mudah, bisa cek sendiri lewat handphone kapan saja dan di mana saja. Saya rutin cek supaya yakin JKN saya aktif, sehingga kalau sewaktu-waktu sakit tidak ada kendala dan pengobatan bisa berjalan lancar,” ungkap Siti.(rn/qa)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda