MUI GRESIK, Gerbang Nusantara News - Ulama dan umara harus mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib saat pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Kecamatan Benjeng Masa Khidmah 2025-2030 bersama Kader Penggerak (KP) MUI Desa se-Kecamatan Benjeng di Pendopo Kecamatan Benjeng, Rabu (9/9/2026).
Menurut Kiai Rofiq, pengukuhan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab besar bagi seluruh pengurus MUI Kecamatan Benjeng dan KP MUI Desa se-Kecamatan Benjeng.
"Semoga amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik sekaligus memperkuat kesinambungan antara MUI Kabupaten Gresik dan MUI Kecamatan dalam memberikan khidmat kepada umat," kata Kiai Rofiq.
Kiai Rofiq juga menekankan, pentingnya keteladanan ulama dan umara karena keduanya memiliki pengaruh besar terhadap kondisi masyarakat. Ketika kedua unsur tersebut baik, kata dia, kehidupan umat juga akan menjadi baik. Sebaliknya, jika keteladanan tidak dijaga, kondisi umat pun dapat ikut terdampak.
“Ketika dua golongan ini baik, maka umat manusia jadi baik. Ketika sebaliknya, maka umat jadi buruk. Siapa kedua golongan ini, yaitu ulama dan umara’,” tuturnya.
Kiai Rofiq mengibaratkan keteladanan tersebut seperti bayangan dan tiang. Bayangan tidak akan lurus apabila tiangnya miring. Karena itu, para kiai maupun umara harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat.
“Istilahnya, bagaimana bayang-bayangan ini bisa lurus kalau tiangnya miring. Maka kami harap para kiai lurus, menjadi contoh yang baik bagi umat, begitu juga umara’, harus bisa menjadi contoh baik bagi masyarakatnya,” jelasnya.
Oleh karena itu. Kiai Rofiq mengajak ulama dan umara untuk terus membangun sinergi dalam menjalankan peran masing-masing. Menurutnya, keduanya tidak dapat dipisahkan karena sama-sama memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Ulama dan umara harus bersinergi. Istilahnya lagi, umara ini mengurus dzohir dan ulama mengurus batin, maka keduanya tidak boleh terpisahkan,” katanya.
Lebih lanjut Yai Rofiq menegaskan, Umara urusan dzohir, Ulama urusan batin mencerminkan konsep pembagian peran kepemimpinan dalam Islam demi menjaga keseimbangan masyarakat.
Umara (Pemerintah/Pemimpin Politik): Berorientasi pada urusan dzohir (tampak/fisik). Tugas utamanya adalah mengatur regulasi hukum, menjaga keamanan negara, mengelola ekonomi, menegakkan keadilan hukum, dan mengurus hal-hal administratif kemasyarakatan yang terlihat nyata.
"Ulama (Para Pewaris Nabi/Pemimpin Agama): Berorientasi pada urusan batin (spiritual/moral). Tugas utamanya adalah membimbing keimanan, mengajarkan syariat, menjaga moralitas umat, memberikan nasihat keagamaan, dan menata hati serta etika masyarakat," tandasnya.
Kiai Rofiq juga berharap, perjalanan MUI Kecamatan Benjeng dan KP MUI Desa se-Kecamatan Benjeng ke depan berjalan lancar, mendapat rida Allah SWT, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat.
Pesan tentang keteladanan tersebut sejalan dengan harapan Camat Benjeng Nurul Fuad, S.Sos., M.M., yang menyampaikan selamat dan sukses atas pengukuhan jajaran MUI Kecamatan Benjeng serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Kepada para KP MUI Desa, Nurul Fuad berharap para kader mampu menjadi bagian dari MUI yang benar-benar hadir di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi suri teladan di lingkungan desa masing-masing.
“Kami berharap kiprah panjenengan sebagai suri tauladan di desa, sehingga dirasakan betul oleh masyarakat, bahwa MUI sudah menyatu di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Benjeng Drs. KH. Abdul Munif Sholeh mengajak jajaran yang baru dikukuhkan untuk menjadikan amanah tersebut sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kiai Munif juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengukuhan.
Kepada para KP MUI Desa, KH. Abdul Munif mengingatkan pentingnya mengamalkan pesan Surat Al-'Ashr ayat 3 tentang keimanan, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
"Mengurus umat memang tidak mudah, karena itu, saya sering ketika setelah sholat subuh membaca Surat Ash-Shaffat, sebagai salah satu upaya untuk terus memotivasi semangat dalam berkhidmat kepada umat," kata Kiai Munif.
Terakhir, Kiai Munif berharap kepengurusan MUI Benjeng diberikan kelancaran dalam berkhidmah di masyarakat.
“Semoga kita dengan berkhidmah di MUI, sukses di dunia dan di akhirat, serta sukses anak keturunan kita juga,” harapnya.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri pimpinan MUI Kabupaten Gresik, diantaranya Sekretaris Umum Makmun, M.Ag., serta Ketua Bidang Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Drs. Nur Fakih. (*)
