qdxqWFisudm6DGCugNCmxTscxWj4jhGgj3sh0iWz

Pemdes Wahas Dan Pendamping Desa Bersinergi Dalam Membangun Desa


GRESIK
- gerbangnusantaranews.com

Sejak adanya Covid 19 ini kesadaran masyarakat semakin tinggi tentang hidup bersih dan sehat, seperti yang giat yang dilakukan oleh Pemdes Wahas Kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik pada hari Jumat, 18 September 2020.


Kegiatan ini secara rutin dilakukan oleh seluruh jajaran perangkat Desa Wahas sebagai Gerakan Jumat bersih yang juga diikuti oleh pendamping desa.


Kepala desa Wahas H.Maskur sebelum berangkat giat luar kota kepada media GNN Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan juga Penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), dan hal ini dilakukan sebagai bentuk langkah kongkrit dalam melakukan edukasi pada masyarakat akan kepedulian pada lingkungan desanya.

H.Maskur juga mengapresiasi pada semuanya yang telah melibatkan diri dalam giat tersebut dan khususnya pada Pendamping desa Jatmiko yang telah membaur dan bersatu dalam setiap kegiatan desa termasuk gotong royong atau kerja bakti yang diadakan saat ini walaupun pendamping desa bukan putra daerah.


Ia Juga berharap keterlibatan semua ini bisa menjadi contoh pada masyarakat agar tidak hanya menggantungkan pada pemerintah desa saja dalam menjaga kelestarian lingkungan termasuk membenarkan apa yang tidak sesuai dan yang tidak pantas bisa menjadi pantas (dibenahi tanpa harus menunggu keterlibatan pemdes) namun semua itu harus tetap dalam batas kewajaran sesuai tugas dan fungsinya sehingga dalam pelaksaan giat apapun, bisa dipertanggung jawabkan masing-masing, sembari mengingatkan agar kita tetap dalam orbit masing masing misalnya :


- Yang jadi perangkat jadilah perangkat desa yang baik (mengerti serta menjalankan tugas dan tanggung jawabnya).

- Yang jadi warga jadilah warga yang baik (Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara).

- Dan yang jadi Pendamping Desa jadilah pendamping desa yang baik ( Mengerti akan tugas dan fungsinya sehingga mampu memberi inspirasi pada desa dampinganya).


Selanjutnya kepala desa menutup dengan mengingatkan mari kita tata niat baik kita agar bisa menjalankan tugas sesuai dengan bidang masing masing, kita jaga kekompakan serta keharmonisan desa kita dan terpenting kita semua sadar dan memahami batasan-batasan dalam berinteraksi sosial artinya "Tidak merasa benar dengan melakukan Pembenaran, Tidak muda menilai dan menyimpulkan sesuatu yang bisa menimbulkan persepsi yang macam macam, dan jika ini bisa kita lakukan maka saya yaqin kemajuan desa bisa diwujudkan.pungkasnya.(WLO).


Baca Juga

Berita Terkait