qdxqWFisudm6DGCugNCmxTscxWj4jhGgj3sh0iWz

Ujian Akhir Maarif NU (UAMNU) Gresik Di Tengah Pandemi Covid 19


GRESIK
- GNN Indonesia 

Untuk mempersiapkan pelaksanaan Ujian Akhir Ma'arif Nahdlatul Ulama (UAMNU) yang sebentar lagi digelar pada awal Februari dan pertengahan Maret dengan ikhtiar bersama untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta didik yang akan mengikuti ujian di masa Pandemi ini.


Sehubungan dengan ini perlu adanya inovasi dan kreatifitas dalam melaksanakan ujian tersebut, disamping belum diperbolehkannya pembelajaran tatap muka maka agar pelaksanaan UAMNU tetap berjalan dengan baik dan lancar perlu dilakukan persiapan yang matang dalam menyiapkan ujian yang nantinya berbasis smartphone Android. Sehingga anak-anak bisa mengerjakan ujian via daring. 


"Ujian Ma'arif merupakan kewajiban bagi lembaga yang berada dalam naungan dan pembinaan LP Ma'arif NU karena dengan mengikuti ujian tersebut akan mendapatkan ijazah maka anak didik kita akan menjadi bangga bahwa ia menjadi alumni dari Sekolah/Madrasah Ma'arif, dan sebagai identitas kepemilikan bahwa kita benar-benar lulusan dari Ma'arif NU, Negara telah mengakui bahwa ijazah Ma'arif dapat digunakan untuk mendaftar di berbagai instansi pemerintah bahkan ke luar negeri ijazah Ma'arif pasti diakui. Ungkap Dr. Jazuli.


Selanjutnya beliau menyampaikan, bahwa apabila masyarakat Gresik yang mengetahui bahwa di Sekolah yang notabene berafiliasi dan bercorak NU, namun tidak menyelenggarakan Ujian Ma'arif bisa menyampaikan ke kami, akan kami komunikasikan sebab tidak mengikuti ujian tersebut, jelas Ketua Maarif. 


Sebagai persiapannya hari ini dan kemarin telah dilaksanakan workshop untuk Operator Sekolah/ Madrasah baik tingkat MWC maupun SLTP dan SLTA yang ditempatkan di Aula Maarif dan Aula SMA NU 1 Gresik.(17/1/2021).


Dalam pelaksanaan workshop ini telah disampaikan secara gamblang dalam penggunaan aplikasi yang nantinya digunakan anak-anak dalam melaksanakan ujian Ma'arif. 


Selaku koordinator bidang IT, Yusuf menyampaikan, bahwa pemahaman aplikasi ini mudah untuk diterapkan pada anak-anak terutama tingkat MI-SD. Kunci keberhasilan operator dalam mengawal ujian ini ada di kelengkapan data, mengikuti simulasi, selalu koordinasi dengan wali murid. " Ungkap Yusuf. 


Dalam pelaksanaan UAMNU yang berbasis smartphone tahun ini diiikuti oleh 12.358 peserta dari semua tingkatan. Dengan jumlah yang begitu besar perlu kerja keras dari semua elemen mulai dari siswa, wali murid, pihak Sekolah/Madrasah, dan Panitia UAMNU. Semoga pelaksanaan di tengah Pandemi ini berjalan dengan lancar dan sukses untuk semuanya, tidak kalah pentingnya kita semua senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan semoga Pandemi ini segera berakhir." 


Yusuf berharap agenda pelaksanaan UAMNU bisa berjalan dengan lancar aman di semua tingkatan. " Pungkasnya. (HOO)

Baca Juga

Berita Terkait