qdxqWFisudm6DGCugNCmxTscxWj4jhGgj3sh0iWz

Jalur Trawas–Pandaan Longsor Koramil 0815/17 Trawas & Petugas Gabungan Evakuasi Material


MOJOKERTO, gerbangnusantaranews.com

Cuaca extrem, salah satunya hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya pohon tumbang, luapan air dan tanah longsor di beberapa titik di wilayah Kabupaten Mojokerto bagian selatan, salah satunya Trawas.


Di wilayah Kecamatan Trawas, tanah longsor terjadi di Desa Belik jalur penghubung wilayah Trawas – Pandaan, Pasuruan, pada Rabu 3 Pebruari 2021 pukul 19.30 WIB, yang diawali hujan deras dengan intensitas tinggi, mulai pukul 18.00 WIB 


Mendapat informasi tersebut, Babinsa Koramil 0815/17 Trawas Serka M. Hadi S, langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan pihak Bhabinkamtibmas dan Kades setempat. Namun karena terkendala cuaca dan akses jalan masih bisa dilalui kendaraan roda empat, maka untuk evakuasi dan pembersihan material longsor, dilakukan esok pagi, dengan mendatangkan alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto.


Dari pantauan di lapangan, selain perengan di Desa Belik, longsor juga terjadi di jalan poros Trawas – Ngoro tepatnya di Desa Penanggungan sementara jalan penghubung Desa Selotapak menuju Tamiajeng Kecamatan Trawas, tanahnya hilang/erosi. 


Danramil 0815/17 Trawas Kapten Arh Suminto, saat dihubungi mengungkapkan, pada Kamis (04/02/2021) pukul 10.30 WIB, dilakukan evakuasi dan pembersihan tanah longsor oleh aparat gabungan dari Koramil 0815/17, Polsek, Perhutani, Dinas PUPR, TRC BPBD, Relawan dan elemen masyarakat lainnya dengan dibantu 2 unit alat berat ekskavator. 


Masih kata Danramil, untuk mempercepat proses evakuasi, dilakukan pembagian tugas menjadi tiga tim. Kemudian menjelang duhur, Tim 1 yang mengevakuasi material tanah longsor yang menutupi sebagian bahu jalan di Desa Belik selesai, sehingga jalan poros Trawas-Pasuruan dapat dilalui secara normal. Selanjutnya Tim 1 berikut alat berat excavator bergeser ke sasaran 3 di Desa Selotapak.


Beberapa jam kemudian, masih lanjutnya, Tim 2 berhasil menuntaskan evakuasi material tanah longsor yang menutupi sebagian bahu jalan di Desa Penanggungan, sehingga jalan poros Trawas-Ngoro dapat dilalui secara normal.


“Kurang lebih tiga jam pelaksanaan evakuasi material tanah longsor berhasil dituntaskan tim gabungan. Dan sasaran terakhir di Desa Selotapak, sehingga jalan penghubung Desa Selotapak – Desa Tamiajeng dapat dilalui secara normal,”


Terkait dengan terjadinya longsor, Danramil juga menghimbau kepada warga dan pengguna jalan agar selalu waspada dan antisipasi terhadap kondisi cuaca yang akhir – akhir ini kurang bersahabat.  “Demi keamanan dan keselamatan pribadi maupun keluarga, bila tidak mendesak, bepergian ke daerah pegunungan yang rawan terjadi longsor untuk sementara waktu ditunda”, himbaunya.(md)

Baca Juga

Berita Terkait