Minggu, 31 Mei 2020

IKAPETE Gresik Utara Adakan Kupatan Di Gunung Kukusan Panceng.

Gresik, gerbangnusantaranews.com
Hari ini 7 Syawal bertepatan 31 Mei 2020.Ikapete Gresik Utara mengadakan Kegiatan Ritual dan Doa bersama di gunung Kukusan kecamatan Panceng Kabupaten Gresik.

Tujuan kegiatan tersebut untuk untuk doa bersama demi keselamatan Bangsa dan pandemi Covid 19 agar cepat sirna dan kembali pada kehidupan normal lagi.

Kegiatan ini dibarengkan dengan hari Raya kupatan dengan menginspirasi Syawal sebagai bulan peningkatan ibadah setelah ditempa satu bulan berpuasa dan beribadah di bulan suci Ramadhan.

Kordinator kegiatan Ustd Ikhwan mengatakan, ikhtiar ini untuk dijadikan sebagai Takhaduts binikmah untuk sarana kebaikan dan positif. Dikatakannya, bulan syawal ini kita jadikan sebagai bulan peningkatan ibadah, bulan peningkatan semangat perjuangan, dan mengabdi." Ujarnya.

"Hal ini juga sebagai sarana untuk berkumpul dan konsolidasi Ikapete Gresik Utara. Sebagai program rutinan. "Jelas Ikhwan.

"Agenda Ikapete Utara di bulan Syawal ini adalah Halal bi halal dengan menghadirkan Gus Zaki Dari ponpes Tebuireng Jombang untuk Ijazah Kubro Istighosah Mbah Hasyim Asy'ari yang insyaallah akan dilaksanakan Di Masjid Modhar Arifin polowijo Sidayu Gresik.(Syafik hoo-GNN)

Sesuai Arahan DPP PKB, Komunikasi Politik Gus Yani Dapat Apresiasi dari Para Kyai

Gresik - gerbangnusantaranews.com
Langkah DPD Partai Golkar Gresik mengusulkan pasangan H. Fandi Akhmad Yani - H. Ahmad Nur Hamim (Gus Yani - Anha) sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam pilkada langsung di Gresik mendapat apresiasi poisitif dari forum kyai dan Gawagis se-Kabupaten Gresik.

Melalui juru bicaranya, KH. Nurudin menyampaikan bahwa apa yang dilakukan DPD Golkar Gresik adalah bukti kalau calon yang dimunculkan oleh para kyai bisa diterima oleh semua kalangan. "Golkar sebagai partai yang berpengalaman ternyata peka terhadap setiap masukan dari masyarakat termasuk masukan dari para kyai", terang KH. Nurudin.

Untuk memenangkan kontestasi pilkada mendatang, forum kyai dan Gawagis se-Kabupaten Gresik selain telah memberi mandat kepada Gus Yani untuk maju sebagai kontestan pilkada, juga telah meminta Gus Yani untuk membangun komunikasi politik dengan parpol-parpol selain PKB. Hal tersebut dimaksudkan agar terbangun koalisi yang kuat dan kesepahaman visi serta misi menuju perubahan yang lebih baik. "Sesuai amanat DPP PKB, Gus Yani diharapkan membangun komunikasi dgn parpol di luar PKB", terang KH. Nurudin.
Menurut KH. Nurudin langkah Gus Yani membangun komunikasi politik dengan parpol-parpol sudah sesuai dengan arahan dari DPP PKB. "Meski PKB partai pemenang di Gresik, koalisi menjadi keniscayaan demi perubahan Gresik lebih baik", tegas KH. Nurudin.

Forum kyai dan Gawagis se-Kabupaten Gresik berharap langkah partai Golkar akan segera diikuti parpol-parpol lainnya di Gresik. "Saya mendengar tidak hanya partai Golkar saja, tapi beberapa partai lainpun sudah ada kesepahaman dengan Gus Yani", ungkap KH. Nurudin optimis.

Deru perubahan di Gresik tidak dapat dibendung. Semangatnya terus menggelora ke setiap pelosok kampung-kampung di Gresik. "Mari kita rapatkan dan satukan barisan dalam barisan perubahan, semoga Allah SWT menyertai perjuangan kita", Pungkas KH. Nurudin.(Mad GNN)

FORDIVA-PRORAKYAT Kerja sama Dengan BNPB, Rumah Sehat, BAZNÁS Adakan Rapid Test Gratis

Surabaya - gerbangnusantaranews.com.
Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya tercinta  ke 727 tahun diwarnai suasana keprihatinan sejak wabah pandemi covid-19.

Banyak kegiatan yang telah direncakan dalam memperingati HUT Suroboyo kali ini tidak bisal dilaksanakan. Dengan kondisi ini tidak ada alasan untuk memberikan kado kepada warga suroboyo.

"Berbekal semangat gotong royong inilah yang akhirnya mewujudkan Kado terindah untuk warga suroboyo terutama  difabel dan kaum marginal yang menginginkan deteksi dini (rapid Tes)", ujar mbak Megawati, ketua Fordiva yang asli arek Suroboyo.
Megawati menambahkan dengan bantuan kerjasama dari Ketua BNPB yaitu sumbangan Alat Rapid Tes, Baznas menyumbang Tenaga medis, Masker dan snack Box. Acara bertempat di lokasi Balai RW X kalidami Timur surabaya.

Masih menurut mega, bahwa acara berlangsung Cari jam 10.00 s/d 15.00 dengan 100 peserta. "Alhamdullilah deteksi pencegahan Dini virus corona Hasilnya Negatif",  terang Mbak Mega lega.

Warga yang mengikuti rapid test merasa bersyukur melihat hasil negatif. "Hal tersebut membuat bahagia dan semangat tersendiri Dalam melawan virus Corona ujar Gunanto, Ketua RW X kalidami Timur.

"Momentum peringatan HUT Suroboyo KE 727 adalah NEW NORMAL buat seluruh warga suroboyo agar bisa beraktivitas kembali",  pungkas Mbak Mega optimis.(Mad GNN)

Bojonegoro : DUA Orang Pedagang Pasar Tradisonal Di Nyatakan Reaktif

Bojonegoro, gerabangnusantaranews.com Dari 300 pedagang di tiga pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro yang menjalani rapid test massal, Sabtu (30/5/2020), hanya dua orang yang hasilnya reaktif.

Kedua pedagang tersebut akan diisolasi di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Untuk hasil rapid test di Pasar Baurno, dari 104 pedagang yang dirapid test 2 pedagang dinyatakan reaktif dan 98 orang non reaktif.

Sedang dua orang dari Kabupaten Tuban dan Lamongan hasilnya juga non reaktif. Di Pasar Sumberejo dari 104 sampel yang diambil, 100 orang ber KTP Bojonegoro dinyatakan non reaktif.

 Begitu juga empat orang lainnya dari Kabupaten Tuban dan Lamongan hasilnya non reaktif. Sementara di Pasar Kalitidu, dari 100 warga ber KTP Bojonegoro yang dirapid test, hasilnya semua non reaktif.

Rapid test dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten.

"Dua orang yang hasil rapid tesnya reaktif akan diisolasi selama 14 hari dan dilakukan tes Swab untuk memastikan apakah mereka terpapar Covid-19 ataukah tidak," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah menjelaskan rapid test merupakan skrining awal untuk deteksi dini Covid- 19. Diharapkan dengan kegiatan ini semua fasilitas umum utamanya pasar benar-benar menerapkan protokol kesehatan setiap harinya, bukan hanya saat mau ada rapid tes.

"Tetap cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, sediakan handsanitizer dan selalu menggunakan masker setiap keluar rumah," pesan Bupati Anna.

Bupati menambahkan, hari ini ada 1 orang pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Bojonegoro yang dinyatakan sembuh.

"Sehingga totalnya sudah ada tiga pasien positif yang sembuh," pungkas Bu Anna saat meninjau kegiatan rapid tes di Pasar Kalitidu. (dmw GNN)

Sabtu, 30 Mei 2020

Haul Online KH. Mahsun Masyhudi Ponpes Mambaul Ihsan Desa Banyuurip (Ke-4)

Gresik- gerbangnusantaranews.com
Dalam rangka peringatan Haul ke 4 tahun 2020 KH. Mahsun Masyhudi Ponpes Mambaul Ihsan Desa Banyuurip kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Hari ini diperingati dengan Sederhana melalui Online dan Protokol kesehatan. Ditengah guyuran Hujan deras kegiatan Haul ini tetap Khusu' dan khidmah.Acara ini dipusatkan Di Ponpes Mambaul Ihsan Banyuurip Ujungpangkah.(30/5/2020).

Juru bicara(Jubir) sekaligus Dzuriyah Ponpes Mambaul Ihsan Nasyiful Atho' mengatakan,Haul tahun ini ditengah pandemi Covid 19 diselenggarakan dengan sederhana mengikuti protokol Kesehatan hal ini tidak mengurangi antusias Santri dan Alumni untuk mengikuti acara dirumah masing masing lewat Streeming.
Dikatakan gus Atho' peringatan haul ini bisa dijadikan inspirasi untuk masyarakat akan keikhlasan Yai Mahsun dalam memperjuangkan dan dakwah islam serta penjaga moral."Ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH. Chusnan Ali menuturkan, Konsep Yai Mahsun dalam mengembangkan pemikiran konsep ponpes adalah disetiap desa harus didirikan ponpes dengan tujuan untuk dakwah sekaligus penjaga Moral masyarakat. Hal ini sangat penting untuk ummat agar tidak terkikis dari faham kesesatan.

"Harapan Peringatan Haul ini bisa dijadikan suri tauladan untuk santri Dan Alumni serta masyarakat akan pentingnya kesederhanaan keikhlasan dan semangat perjuangan Almaghfurlah KH. Mahsun Masyhudi Ponpes Mambaul Ihsan Banyuurip Ujungpangkah.(Syafik Hoo-GNN)

BERATNYA PERJUANGAN TENAGA MEDIS, SAYANG MUNCUL ISU MENYAKITKAN (bagian 7-habis)

Surabaya, gerbangnusantaranews.Com
PANDEMI Covid-19 memiliki dampak luar biasa bagi perubahan dunia. Covid-19 tidak mengenal pangkat, kasta, suku, agama, ras, pekerjaan. Virus Covid-19 ‘menebang’ semuanya tanpa pandang bulu. Tidak terkecuali tenaga kesehatan, mereka yang mendalami ilmu medis tidak serta merta kebal dan selamat dari ancaman Covid-19.

Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan sudah terdapat 49 tenaga medis yang gugur akibat Covid-19. Namun, The Guardian telah mencatat 200 kematian yang telah dilaporkan dalam berita, tetapi jumlah sebenarnya kemungkinan akan lebih tinggi karena tidak semua kematian akan berada di domain publik.
Sementara di Indonesia menurut gugus tugas penanganan Covid-19 data terakhir terdapat 55 tenaga medis yang gugur akibat ‘ganasnya’ Covid-19.

Menurut The Conversation, dari 100 kematian akibat Covid-19 terdapat 6-7 orang merupakan tenaga medis. Risiko ini diduga karena karena tenaga medis mau tidak mau akan terpapar oleh pasien Covid-19 yang tidak menampakkan gejala.

Fenomena ping pong infection, sekali-dua kali terpapar masih bisa dilawan oleh imunitas tubuh, dan setelah sekian kali terpapar dan saat imunitas tenaga medis turun, ia akan teinfeksi Covid-19 terlebih bila tidak didukung Alat

Pelindung Diri adekuat.
Inilah tantangan dan risiko pekerjaan tenaga medis di lapangan. Baik dokter, perawat, bidan adalah manusia yang sama halnya juga dengan yang lain punya rasa ketakutan tertular Covid-19.
Ada banyak kisah sedih para tenaga medis berjibaku dengan Covid-19 di jantung pertahanan di rumah sakit dan juga puskesmas.

Kisah seorang dokter perempuan di salah satu puskesmas di Depok, terinfeksi covid-19 dan harus terpisah dari anaknya yang berusia 1,5 tahun. Seorang dokter pria gugur akibat Covid-19 padahal sebentar lagi menuju pelaminan.

Terakhir di Surabaya, kisah sedih seorang perawat yang gugur akibat Covid-19 di tengah kehamilan 4 bulan.
Di tengah jatuh bangunnya tenaga kesehatan berjuang menyelamatkan nyawa orang lain dan tidak menjamin keselamatan dirinya sendiri, di luar sana imajinasi publik dirusak oleh pemberitaan yang tidak benar.

Konspirasi elite global, WHO, dan para pemodal untuk menguasai dunia dengan adanya Covid-19. Dokter dituduh mendapat bonus puluhan hingga ratusan juta bila membuat klaim kematian pasien dengan diagnosis Covid-19.

Seakan tenaga medis mendapat berkah dari pandemi ini.
Issue miring lain adalah tenaga medis lebih diuntungkan nasibnya apabila dibanding dengan profesi atau pekerjaan lain karena dikatakan besaran insentif pemerintah untuk para tenaga medis yang menangani Covid-19.

Seperti yang disampaikan pemerintah besaran insentif tenaga kesehatan sebagai berikut: dokter spesialis 15 juta, dokter umum dan dokter gigi 10 juta, bidan/perawat 7,5 juta, tenaga kesehatan lain 5 juta.

Publik belum banyak yang tahu beban pelayanan tenaga medis di era Covid-19. Bagaimana rasa panas ketika menggunakan APD Cover all berjam-jam dengan masker N95 ketat. Belum lagi bila ditambah dengan saat melakukan operasi pasien Covid-19 yang rata-rata memakan waktu dari persdiapan operasi hinga selesai operasi berdurasi sekitar 3-4 jam.

Belum lagi merasakan tekanan psikologi ketika pasien datan dalam jumlah banyak dan diagnosis PDP Covid-19, melebihi daya tamping IGD/ruangan?

Meskipun dikatakan Lelah, hingga detik ini, belum ada satu pun tenaga medis yang menuntut janji pemerintah terkait insentif ini untuk segera direalisasikan. Karena tenaga medis juga memahami bagaimana beban negara sangat berat dan masih banyak pula rakyat yang terdampak akibat Covid-19.

Inilah yang dinamakan sikap altruisme, kerelaan yang sungguh-sungguh tidak semata mendapat imbalan.

Apa yang sebetulnya diharapkan oleh tenaga medis di lapangan pengabdian ialah sebuah pengertian dari pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah harus memiliki kepekaan, turun menyerap aspirasi tenaga medis hingga level terbawah. Sekali waktu kami berharap orang-orang pemerintahan atau pemangku kebijakan  mengunjungi Instalasi gawat darurat rumah sakir rujukan Covid-19 untuk sekedar mengamati dengan seksama secara langsung bagaimana beratnya rekan-rekan tenaga medis memberikan pelayanan di era Covid-19 terutama beberapa rumah sakit yang sudah jebol pertahanannya, overload karena banyaknya kasus Covid-19.

Para pemangku kebijakan sebaiknya tidak melakukan akrobat politik di tengah pandemi seperti yang terjadi antara Gubernur Jawa Timur dan  Walikota Surabaya. Ketidakharmonisan ini justru akan memperparah dan memperlama pandemi.

Jujur kejadian ini sangat melukai hati para tenaga medis. Kami menunggu kedua srikandi ini akur dan melakukan kunjunan bersama untuk sekedar menyapa perawat IGD, “Apakah APD nya cukup?Apakah ruangannya sudah memadai?
Pengertian yang diharapkan tenaga medis kepada masyarakat ialah bersikap patuh terhadap protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah sebagai bentuk bela negara.

Perang ini akan berakhir bila masyarakat menyadari betul perannya sebagai garda terdepan pencegahan covid-19. Perjuangan kolektif masyarakat yang sungguh-sugguh akan memperingan tugas kami di garda terdepan penanganan covid-19.oleh : Dr. Sonny Fadli
Residen Obstetri & Ginekologi FK Unair/RSUD dr. Soetomo Surabaya.(GNN Patner)

Bojonegoro Kembali Rapid Test Massal Pedagang Pasar Tradisional

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com - Pemkab Bojonegoro, melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan rapid test massal di tiga pasar tradisional yakni Baureno, Kalitidu, dan Sumberrejo, Sabtu (30/5/2020).

Tujuannya untuk mendeteksi dini dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ada 300 orang pedagang di tiga pasar tradisional dirapid test. Masing-masing pasar diikuti 100 pedagang.

Sebagian pedagang memilih tidak mengikuti rapid test karena takut. Namun tidak sedikit dengan sadar ikut antri untuk memastikan apakah tubuhnya terpapar virus atau tidak.

“Rapid tes ini untuk memutus rantai sebaran Covid 19, khususnya di titik rawan yang berpotensi penyebaran,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Ani Pudjaningrum.


Dijelaskan, pasar merupakan klaster penularan dari sebaran Virus Corona sehinga pendeteksian dini harus dilakukan agar tidak menyebar semakin meluas.

"Nanti jika ditemukan reaktif dari rapid tesnya akan dilakukan isolasi 14 hari, dan ditindaklanjuti dengan swab," pungkasnya.

Ani berjanji akan mengumumkan hasil rapid test massal hari ini setelah semua hasilnya keluar. Sebelumnya, Dinas Kesehatan juga melakukan rapid test kepada pedagang di sejumlah pasar.


Yakni Pasar Kota, Banjarjo, Kapas, Dander, dan Gayam. Selain itu juga swalayan seperti Bravo, KDS, Giant, Samudra, dan buruh parik rokok MPS Padangan. ( dmw GNN )





.

DUET Gus Yani - Anha Diusulkan Menjadi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati 2020.

Gresik - gerbangnusantaranews.com
DPD Partai Golkar Gresik bergerak cepat merespon situasi yang berkembang terkait pelaksanaan pilkada langsung di Gresik. H. Ahmad Nur Hamim akrab dipanggil Anha ketua DPD Golkar Gresik langsung merespon situasi terkini jelang pelaksanaan pilkada di Gresik.

"Golkar sebagai partai tertua tentunya harus merespon situasi yang sedang berkembang", ujar Anha kepada GNN setelah acara Rapat Pleno Diperluas DPD Partai Golkar Gresik Sabtu (30/5/2020).
Menurut Anha, rapat pleno tersebut dilaksanakan guna merespon situasi yang sedang berkembang. Setelah Anha melalukan silaturahmi ke masyarakat termasuk ke kyai-kyai sepuh di Gresik ada semangat perubahan yang diinginkan di Gresik.

"Masukan dari masyarakat khususnya dari para kyai-kyai se-Gresik tentunya menjadi point penting bagi kami untuk menata Gresik ke depan", ujar Anha yang memang intens melakukan silaturahmi ke bawah termasuk ke kyai-kyai se-Gresik.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Gresik, Wongso Negoro, menerangkan bahwa Rapat Pleno Diperluas adalah forum musyawarah resmi partai Golkar yang melibatkan semua pengurus baik dari tingkat ranting, kecamatan dan kabupaten. "Menghadapi hal urgent seperti pilkada langsung, tentunya masukan dari bawah sangat dibutuhkan", ujar Ki Wongso.

Dalam rapat pleno diperluas Sabtu (30/5/2020) di kantor DPD Golkar Gresik telah diambil keputusan penting terkait Pilkada langsung 2020. "Alhamdulillah  telah disepakati Gus Yani dan Anha diusulkan melalui DPD partai Golkar provinsi maju bupati dan Wabup di pilkada 2020", ungkap Ki Wongso.
Senada dengan Anha, Ki Wongso menyatakan bahwa hasil rapat tersebut bentuk responsifnya Golkar dalam menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat termasuk masukan dari tokoh ulama di Gresik. "Mas Nur Hamim (Anha) adalah kader muda Golkar yang dekat dan selalu mendengarkan saran dan nasehat dari para kyai", tambah Ki Wongso.

H. Fandi Akhmad Yani akrab dipanggil Gus Yani yang menghadiri acara rapat pleno diperluas di kantor DPD Golkar Gresik  menjelaskan bahwa dirinya memang diperintah oleh DPP PKB untuk membangun komunikasi dengan partai-partai. "Alhamdulillah hari ini, kita sudah ada kesepahaman dengan partai Golkar", terang Gus Yani di sela-sela acara.

Komunikasi yang intens dan baik dengan partai-partai sangat dibutuhkan agar tercipta visi dan misi untuk melakukan perubahan di Gresik menuju tatanan yang lebih baik. "Saya yakin masyarakat sudah rindu akan perubahan yang lebih baik", pungkas Gus Yani dengan tegas. (Mad GNN)

Update Covid - 19 di Bojonegoro ; 5 Orang PDP di Nyatakan Negatif Covid-19

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com  Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bojonegoro Jumat (29/5/2020) berkurang.

Sebanyak 5 orang PDP dinyatakan selesai dalam pengawasan dan hasil SWAB menyatakan mereka negatif corona, menurut Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Masirin, untuk status PDP tidak ada penambahan baru.


Lima orang yang dinyatakan negatif berasal dari Kecamatan Baureno 2 orang, Bojonegoro 2 orang dan Kasiman 1 orang setelah hasil SWAB negatif.

“Sehingga status PDP pada hari ini adalah sebanyak 4 orang. Status PDP kumulatif sebanyak 20 orang, 4 orang dalam pengawasan, 8 orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia 8 orang,” terangnya Jumat (29/5/2020)

Namun, untuk kasus positif terkonfirmasi hari ini ada penambahan baru 1 orang di Kecamatan Bojonegoro. Sehingga jumlah positif terkonfirmasi hari ini sebanyak 41 orang.


 “Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 52 orang, meliputi yang dirawat 41 orang, meninggal dunia 9 orang dan Sembuh 2 orang,” tutur Masirin.

Ia menambahkan, untuk status ODP hari ini ada penambahan baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Bojonegoro 1 orang dan Dander 1 orang.

Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 4 orang di Kecamatan Kalitidu 1 orang, Ngasem 2 orang dan Padangan 1 Orang.

“Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 27 orang. ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 245 orang, meliputi dipantau 27 orang, selesai pemantauan 216 orang dan meninggal dunia 2 orang,” tegasnya.

Gugus Tugas mencatat untuk status ODR sebanyak 42.182 orang dan OTG sebanyak 361 orang. Bagi masyarakat yang mencari informasi tentang data sebaran, wilayah kecamatan dan desa terjangkit lebih lengkap dapat dilihat di website http://lawancorona.bojonegorokab.go.id. ( dmw GNN)

Dinas Perdagangan Bojonegoro Bersama Pertamina Lakukan Monitoring di Sejumlah SPBU

Bojonegoro, gerbang Nusantara news.com  Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro bersama Pertamina melakukan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memastikan Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) selama pandemi Covid - 19.

"Di Bojonegoro stok BBM masih melimpah. Konsumi BBM mengalami penurunan antara 20-30% selama masa pandemi Covid-19," ujar Kepala Seksi Pengadaan dan Distribusi Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sutikno, saat melakukan monitoring bersama Pertamina di sejumlah SPBU, Jumat (29/5/2020)

Dijelaskan, monitoring sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 68 Tahun 2018. Tujuannya memastikan semua alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang ada di semua outlite SPBU harus sudah bertanda tera sah yang berlaku, dan memastikan bahwa penunjukan alat pompa ukur BBM masih dalam batas yang diizinkan.

Selain itu, meningkatkan kualitas pelayanan prima dengan menyesuaikan Standart Operating Procedure (SOP) saat pandemi Covid-19 sesuai standarisasi dari PT. Pertamina.

Semua petugas SPBU harus mengenakan masker (alat pelindung muka), menjaga jarak serta menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

"Kami ingin pastikan stok dan pasokan BBM aman dan kondusif saat pandemi virus corona atau Covid-19," tegasnya.

Dari hasil monitoring, lanjut Sutikno, penjualan BBM yang mengalami penurunan jenis Pertalite, Pertamax dan Solar. Sementara untuk jenis lainnya masih stabil.

Sutikno mengimbau kepada SPBU mengatur jarak antrean pembeli agar tidak terjadi kerumunan, mengingat potensi pembeli BBM berasal dari berbagai penjuru. (dmw GNN) .

Jumat, 29 Mei 2020

TNI : Apel Sore Ploting Perkuat Penerapan Standart New Normal Life Di Ceck Point Balongpanggang

Gresik, gerbangnusantaranews.com
Seiring dengan pemberlakuan perpanjangan Penerapan Sosial Bersekala Besar (PSBB jilid III) serya bergulirnya waktu menyambut New Normal dan setelah ada perintah mengenai perdagangan yang akan dibuka dan sekaligus memastikan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik.

Pelaksanaan hal tersebut, Personel TNI-Polri akan dilibatkan dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Danramil 0817/09 Balongpanggang Kapten Inf. M. Zainudin, SH. Pimpin langsung Apel Sore di halaman kantor Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, Jumat (29/5/2020) pukul 16.00 wib.
Dalam Apel tersebut Danramil M.Zainudin menyampaikan bahwa “ sore ini saya ambil apel untuk menyampaikan rencana kegiatan persiapan penerapan Standart New Normal Life di sektor sentra perdagangan di wilayah Kecamatan Balongpanggang ”tutur Danramil.


“Kodim 0817/Gresik mendapatkan 280 personil, terdiri dari Yonmek/521, Yonarmed 8/Jember, Yonif 511/Badak Hitam Blitar .
Diwilayah kita terdapat 26 personil yang akan diperbantukan, meliputi Sentra perdagangan, Cek point dan Lokasi Keramaian” Tegas Danramil.


Dalam pelaksanaan penerapan Standar New Normal Life Personil akan di tempatkan sesuai ploting yang sudah ditentukan.

 “Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, berikan himbauan kepada warga secara persuasif dan humanis, seperti cuci tangan sebelum masuk ke Pasar, cek suhu tubuh, wajib memakai masker selalu menjaga jarak fisik, sosial discanting dan physical discanting” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ia juga berpesan pada personil agar jaga kondisi, jangan sampai kita yang memantau tidak sehat. Pungkasnya.(WLO)

Pemkab Bojonegoro Siapkan Anggaran Rp24, 2 Miliar untuk Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, menyiapkan anggaran Rp24,2 Miliar untuk program beasiswa satu desa dua sarjana. Diharapkan melalui program tersebut sumber daya manusia (SDM) masyarakat Bojonegoro semakin meningkat.

Hal itu disampaikan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah, saat seminar ngobrol beasiswa bareng milenial melalui video conference (vidcon) membahas program Beasiswa Satu Desa Dua Sarjana di Pendopo Malowopati Pemkab setempat, Rabu (27/5/2020).

Seminar lewat Video Cenference diikuti oleh 100 mahasiswa dari perguruan tinggi di Bojonegoro dan luar Bojonegoro. Seperti UNAIR, UPN, UNEJ, ITS, UNDIP, Universitas Brawijaya, Universitas Trunojoyo dan UGM.

Seminar ngobrol beasiswa bareng milenial dihadiri oleh Dinas Pendidikan Bojonegoro, Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro,  dan perguruan tinggi swasta  antara lain IKIP PGRI Bojonegoro, Unigoro, STIE Cendikia Bojonegoro, STIkes Muhammadiyah dan STIKes ICsada.

Bupati Anna menyiapkan tujuan pemberian beasiswa ini adalah untuk meningkatkan pendidikan anak-anak Bojonegoro. Sehingga kedepannya bisa ikut andil langsung dalam pembangunan di Bojonegoro.

"Untuk program ini kita siapkan anggaran Rp24,2 miliar," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Dandi Suprayitno menambahkan, program satu desa dua sarjana memberikan peluang kepada generasi Bojonegoro agar memiliki minat untuk meningkatkan jenjang pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.

"Jadi, kami memberikan peluang supaya generasi Bojonegoro mau kuliah, baik negeri maupun swasta di manapun berada," imbuhnya.

Program satu desa dua sarjana ini bertujuan untuk pemerataan pendidikan khususnya bagi warga miskin agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Beasiswa ini nantinya diberikan kepada anak-anak Bojonegoro yang telah memenuhi persyaratan.

Berikut Prosedur Pengajuan Beasiswa Satu Desa Dua Sarjana :

1. Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mengumumkan informasi beasiswa pendidikan tinggi warga miskin satu desa dua sarjana melalui korwil pendidikan kecamatan, sekolah dan website.

II. Calon penerima beasiswa mendaftar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dengan melampirkan persyaratan yaitu :

a. surat permohonan untuk mendapatkan beasiswa program satu desaa dua sarjana

b. surat keterangan menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri tempat mahasiswa belajar(bagi yang sudah kuliah)

c. foto copy KK, d. foto copy KTP, e. foto kartu PKH, atau KIP, KPM, DTKS, f. foto copy KHS atau piagam akademik (bagi yang sudah kuliah).

III. Tim seleksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menyeleksi usulan yang telah masuk

IV. Dinas Pendidikan Bojonegoro mengajukan SK tentang penetapan calon penerima beasiswa yang memenuhi syarat kepada Bupati Bojonegoro

V. Dalam hal jumlah pemohon besiswa yang memenuhi syarat melebihi pagu yang terpasang di DPA dinas pendidikan maka penetapan penerima didasarkan pada ranking IP mahasiswa/ ranking nilai ujian sekolah berdasarkan desa tempat tinggalnya.

VI. Bupati Bojonegoro menetapkan penerima beasiswa pendidikan tinggi warga miskin satu desa dua sarjana.( dmw GNN)

Kapolres dan Dandim Tinjau Kampung Tangguh Di Desa Plesungan

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com  Desa Plesungan Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro menjadi Kampung Tangguh Semeru dan tanggap pandemi covid-19. Pada Kamis (27/5/2020)

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan dan Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto berkunjung ke Plesungan dan diterima Kades H. Moh Choiri.

Kades Plesungan, H. Moh. Choiri, menjelaskan bahwa Kampung Tangguh Semeru yang merupakan program dari Polda Jatim tersebut mendapat dukungan penuh Badan Permusyawaran Desa (BPD) dan masyarakat Desa Plesungan.

Diantaranya soal anggaran penanganan Covid-19 di Desa Plesungan menggunakan Dana Desa.

“Pemdes Plesungan yang didukung BPD dan masyarakat dengan adanya Kampung Tangguh Semeru.Anggaran Dana Desa untuk Rapid Test secara mandiri kepada warga, selain itu juga, pembagian wastafel portable bagi warga yang belum memiliki untuk digunakan di depan rumah, penyemprotan disinfektan,” tuturnya.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan menjelaskan adanya instruksi dari Kapolda Jatim kepada seluruh Kapolres/Kapolresta yang ada di jajaran Polda Jatim diperintahkan untuk benar – benar serius membantu pemerintah daerah dalam menanggani Covid-19.

 Polres Bojonegoro kemudian membentuk Kampung Tangguh Semeru di Desa Plesungan.

 “Kami dari TNI-Polri ingin melihat dari segi kesiapan dan sarana prasarana yang diperuntukkan sebagai titik terdepan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tingkat desa,” kata Kapolres.

Dibentuknya Kampung Tangguh Semeru ini, sebagai upaya mandiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mengelola lingkunganya guna mencegah dan mengatasi Covid-19.

Kampung Tangguh Semeru ada standarisasi yakni setiap warga yang keluar masuk desa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, Lumbung pangan desa juga dimanfaatkan sebagai cadangan pasokan makanan jika kondisi darurat.

Standar lainnya, ada ruang informasi Covid-19, tempat dan petugas pemulasaran Jenasah Covid-19, tempat dan personil Keamanan, tempat ruang Isolasi, tempat cuci tangan, dan SOP cara penanganan pasien kondisi Covid.

“Untuk Desa Plesungan sudah memenuhi standarisasi Kampung Tangguh Semeru. Untuk sarana dan prasarana sudah siap,” tegas Kapolres. (dmw GNN)

Pemkab Bojonegoro Anggarkan Rp 59 Miliar untuk PPM Tahun 2020

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 59 miliar untuk PPM (Program Petani Mandiri) tahun 2020. PPM merupakan program prioritas sekaligus komitmen Pemkab Bojonegoro di sektor pertanian dalam upaya untuk pengoptimalan produksi pertanian.


Kepala Dinas Pertanian Helmy Elisabeth mengatakan awalnya PPM dianggarkan Rp 75 milliar untuk tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19 maka sebagian anggaran untuk penanganan dampak covid-19 yang akhirnya pemerintah Bojonegoro melakukan penyesuaian anggaran (refocusing) menjadi Rp 59 miliar.

“Untuk tahun 2020 untuk sasaranya ada 406 kelompok tani (poktan) yang menerima bantuan PPM,” katanya, Kamis (28/05/2020).


 Sementara untuk 121 poktan telah menerima bantuan PPM. Mereka tersebar di beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Sumberrejo, Kapas, sukosewu,padangan,dander,ngraho, Ngasem, Trucuk.

Bagi poktan yang belum menerima, proses pengajuan pencairan harus sesuai dengan musim tanam yang ada di Bojonegoro.

“Jangan sampai setelah musim tanam baru mengajukan pencairan, nanti bantuanya tidak tepat dan tidak bisa digunakan, karena mengingat bantuan ini berupa bantuan modal saprodi,” tegasnya.


PPM sendiri memiliki lima manfaat yaitu memberikan akses bagi rumah tangga/keluarga petani untuk mendapatkan bantuan modal yang berwujud barang dengan nilai maksimal Rp 10 juta.

Selain itu memberikan akses pelatihan dan pengembangan usaha tani, jaminan pembelian hasil pertanian oleh bumdes bekerjasama dengan BUMD, asuransi usaha tani padi, dan sebagai akses untuk memperoleh beasiswa bagi keluarga pemegang KPM Plus. (dmw GNN )

Kamis, 28 Mei 2020

NEW NORMAL DI TENGAH KONDISI ABNORMAL (bagian 5)

Surabaya, Gerbangnusantaranews.com
NEW NORMALl? Istilah ini gencar terdengar  awal mei 2020 saat acara bersama Persatuan Insinyur Indonesia, Menko Perokonomian menyampaikan timeline pemulihan ekonomi Indonesia akibat ekses dari Covid-19.

 15 Mei 2020 Presiden Jokowi menyampaikan pidato terkait new normal yang diartikan sebagai upaya berdamai dengan Covid-19. Pada 26 Mei 2020, Presiden meninjau persiapan beberapa tempat perbelanjaan di Bekasi terkait rencana penerapan new normal.

Presiden Jokowi menyampaikan penularan Covid-19 di Bekasi sudah menurun sehingga dimungkinkan diterapkan tata dunia yang baru, hidup berdampingan dengan Covid-19, menggerakkan roda perekonomian dengan tetap memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan.

New normal  sebetulnya sudah menjadi wacana global sebagai upaya untuk membuat tatanan dunia baru karena pertimbangan ekonomi harus tetap tumbuh.
Dampak Covid-19 terhadap perekonomian global sangat besar. Asian Development Bank (ADB) menyatakan kerugian ekonomi dunia yang disebabkan oleh Covid-19 mencapai US $ 8,8 triliun.

Indonesia tidak luput menjadi korban, banyak perusahaan gulung tikar, PHK massal, harga produk pertanian anjlok, dan sebagainya. Menteri keuangan Sri Mulyani memprediksi skenario terburuk pertumbuhan ekonomi indonesia bisa sampai 0,4 %.

Beberapa negara yang bisa dibilang sukses mengendalikan laju Covid-19 dalam waktu dekat akan  menerapkan new normal 1 Juni 2020 seperti Jerman, Korea Selatan, dan Singapura.

Hal tersebut sangat bisa diterima karena negara tersebut mampu mengendalikan laju kasus Covid-19 dai angka satu digit. Pilihan ini bersifat gambling, tidak serta merta negara tersebut tidak akan terkena second wave dari Covid-19 ini dengan gejala dan jumlah korban yang lebih besar.

Sikap Indonesia mewacanakan new normal di tengah kondisi kasus Covid-19 yang tengah menanjak tinggi tentu dirasa kurang pantas dan belum waktunya. Karena kita bisa menyaksikan sendiri jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi,

Beberapa hari lalu mencapai hampir seribu kasus per hari. Kita masih bisa melihat bagaimana penerapan PSBB di berbagai daerah masih terlalu longgar sehingga kasus Covid-19 semakin sulit untuk diprediksi kapan akan melandai.

Kita tidak bisa meloncat begitu saja dari PSBB yang longgar menuju new abnormal. Kita harus mengkaji lebih dulu bagaimana persiapan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan karena merupakan jantung pertahanan negara di era pandemi.

Rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa timur babak belur, ruang isolasi kebanyakan penuh. Di Surabaya, ada rumah sakit yang sementara ‘istirahat’ karena overload dan adanya tenaga kesehatan terinfeksi.

Rata-rata rumah sakit rujukan Covid-19 merupakan rumah sakit umum daerah yang juga memiliki beban berat dengan pelayanan pasien non covid.

Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah pusat apakah sebaiknya penanganan Covid-19 ini justru harus terpusat dan bukan dibebankan di rumah sakit daerah yang sudah menangani pasien kompleks seperti di RSUD dr. Soetomo dan RSUA.

Belum lagi praktek dokter, rumah bersalin bidan, puskesmas, rumah sakit non rujukan Covid-19 perlu diperhatikan.

Kepastian APD harus benar-benar tersalurkan hingga ke unit pelayanan terkecil. Sebagai contoh, apabila ada bidan praktek di rumah, didatangi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan.

Siapa yang menjamin kepastian APD nya, karena kita tidak bisa menggampangkan ibu hamil ini terbebas dari Covid-19.

 Persoalan-persoalan kecil ini harus ditangkap oleh para pemangku kebijakan sebelum memutuskan tranformasi menuju tata dunia baru.

Kita mengharapkan para pemangku kebijakan tidak memandang new normal ini hanya sebatas kalkulasi untung atau rugi sebagaimana anjuran ekonom dunia atau para pengusaha lokal.

 Kita jangan mencoba-coba tatanan new normal dalam kondisi ketidaksiapan ini karena nyawa rakyat sebagai taruhannya.
Menuju kehidupan beradaptasi dengan Covid-19 bukanlah tanpa syarat.(oleh dr. Sonny fadli).(GNN Patner)

Ponpes Alkarimi Siapkan New Normal Sebelum Santri Datang.

Gresik- gerbangnusantaranews.com
Kehidupan New Normal di tengah pandemi Covid 19 yang digulirkan oleh pemerintah direspon oleh ponpes Alkarimi Tebuwung Dukun Gresik.Hal ini juga dengan protokol kesehatan sesuai Protap dari Pemerintah dan tim kesehatan.

Pengasuh Ponpes Alkarimi KH. Abd Muhshi mengatakan, Insyaallah ini sudah kita siapkan sebelum santri datang ke pondok terkait aturan protokol kesehatan. "Kami juga kerjasama dengan Puskesmas setempat guna mengantisipasi dan mengawal santri untuk cek kesehatan setiap hari." Ujarnya.(28/5/2020)

"New Normal ponpes Alkarimi yang sudah disiapkan diantaranya:
1.Sosialisasi melalui ceramah dan spanduk akan pentingnya protokol kesehatan dan pencegahan covid 19.
2.Penyemprotan dengan memakai disinfektan untuk fasilitas gedung ponpes dan sekolah secara berkala.
3.Ketersediaan Masker untuk santri selama pandemi covid 19
4.pembuatan wastafel tempat cuci tangan dan hans shoap disekitar lingkungan pondok.

"Harapan kami ada sinergis dengan pemerintah atau stekholder yang lain untuk membantu santri dalam belajar Tholabul ilmi di masa pandemi dengan protokol kesehatan sesuai dengan Himbauan pemerintah. " disamping biaya dan fasilitas lain yang kami belum mampu. "Pungkas Yai Muhshi.(Syafik Hoo-GNN)

Upaya Keseriusan Putus Rantai Covid- 19, Kapolres Dan Dandim Tinjau Kampung Tangguh Semeru


Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com Upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona ( Covid -19) terus dioptimalkan oleh Forkopimda Bojonegoro termasuk Polres Bojonegoro dan jajarannya.

Melalui Kampung Tangguh Semeru yang digagas oleh Kapolda Jatim,Irjen Pol  Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si, seluruh Polres/Polresta jajaran Polda Jatim bersama tiga pilar yang ada di wilayah masing- masing dan masyarakat setempat, terus berjibaku untuk mewujudkan Kampung Tangguh Semeru yang benar - benar tangguh dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Dengan didampingi Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto, Wakapolres Bojonegoro, Kompol Rendy Surya Aditama dan para Kabag. Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH meninjau langsung keberadaan Kampung Tangguh Semeru yang berada di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Rabu,(27/05/2020).

Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813 Bojonegoro beserta rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa (Kades) Plesungan, H. Moh. Choiri, SH.,M.Si. beserta Tim Gugus Tugas Penanganan Dan Penanggulangan Covid-19 tingkat desa.
Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH saat dikonfirmasi di Balai Desa Plesungan menjelaskan adanya instruksi dari Kapolda Jatim kepada seluruh Kapolres/Kapolresta yang ada di jajaran Polda Jatim diperintahkan untuk benar - benar serius membantu pemerintah daerah dalam menanggani Covid-19. Maka kita bentuk Kampung Tangguh Semeru tepatnya di Desa Plesungan Kecamatan Kapas ini.

“Kami dari TNI-Polri ingin melihat dari segi kesiapan dan sarana prasarana yang diperuntukkan sebagai titik terdepan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tingkat desa,” kata Kapolres saat ditemui awak media ini di Balai Desa Plesungan.

Masih menurut Kapolres Bojonegoro, dengan dibentuknya Kampung Tangguh Semeru ini, sebagai upaya mandiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mengelola lingkunganya guna mencegah dan mengatasi Covid-19 serta dampak sosial yang ditimbulkan. Kampung Tangguh Semeru ini, ada standarisasi yakni setiap warga yang keluar masuk desa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, Lumbung pangan desa juga dimanfaatkan sebagai cadangan pasokan makanan jika kondisi darurat, ruang informasi Covid-19, tempat dan petugas pemulasaran Jenasah Covid-19, tempat dan personil Keamanan, tempat ruang Isolasi, budaya hidup bersih, tempat cuci tangan, pakai Masker, Pysical / Sosial distancing,  petugas kesehatan/medis, struktur cara penanganan pasien kondisi Covid.

“Untuk Desa Plesungan sudah memenuhi standarisasi Kampung Tangguh Semeru. Untuk sarana dan prasarana sudah siap. Kita apresiasi bagus sekali terhadap Desa Plesungan yakni dengan melakukan Rapid Test secara mandiri kepada warganya. Warga Desa Plesungan rata-rata bekerja sebagai pedagang dan punya mobilitas tinggi dalam bekerja dan desa ini memberlakukan one gate system masuk di desa,” tandas AKBP M. Budi Hendrawan.

Di tempat yang sama, Kades Plesungan, H. Moh. Choiri, menjelaskan bahwa Kampung Tangguh Semeru ini mendapat dukungan penuh Badan Permusyawaran Desa (BPD) dan masyarakat Desa Plesungan. Untuk pemenuhan anggaran penanganan Covid-19 di Desa Plesungan menggunakan Dana Desa dan dapat dipertanggung jawabkan keperuntukannya.

Lanjut Kades, yang sebelumnya anggaran tersebut kita alokasikan ke pembangunan fisik, melihat kondisi saat ini ditengah pandemi corona maka kita alihkan anggaran tersebut ke pembangunan non fisik sehingga Pemdes Plesungan bisa secara mandiri dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di tingkat desa.

“Pemdes Plesungan yang didukung BPD dan masyarakat dengan adanya Kampung Tangguh Semeru ini. Kita gunakan anggaran Dana Desa dalam penanganan Covid, sehingga bisa melakukan Rapid Test secara mandiri kepada warga, selain itu juga, pembagian wastafel portable bagi warga yang belum memiliki untuk digunakan di depan rumah, penyemprotan disinfektan,” pungkas Kades Plesungan.  ( dmw GNN )

Lewat Ngobral Virtual Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Beasiswa Senilai Total 24,236 M

Bojonegoro, gerbangnusantarnews.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, menggelar video conference (vicon) bertajuk Ngobral (Ngobrol Beasiswa Bareng Milienal) Virtual, Rabu siang (27/05/2020) yang dipusatkan melalui Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. Vicon Ngobral Virtual yang menggunakan aplikasi zoom ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan bersama jajarannya, Kepala Dinas Kominfo bersama tim ITnya, Kabag Kesra Setda, kepala OPD terkait lainnya dan Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro.

Narasumber yang mengikuti Ngobral Virtual dari lokasi masing-masing diantaranya Rektor Unigoro (DR. Tri Astuti Handayani, SH, MJ, M.Hum); Rektor IAI Sunan Giri (M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I); Rektor IKIP PGRI (Drs. Sujiran, M.Pd.); Ketua STIKES ICSADA (Hasan Bisri SE, MSA); Ketua STIT Muhammadiyah (Drs. H. Ihwanuddin, M.Pd.I); Ketua Stikes Muhammadiyah (N. Sudalhar, M.Kep); dan Ketua STIE Cendekia (Tri Suwarno, SH.,MM).

Sedangkan untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya yang belum dapat mengikuti saat ini akan diagendakan Ngobral Virtual kembali minggu depannya lagi.

Partisipasi dalam Ngobral ini cukup baik, sebanyak 100 peserta mahasiswa dari berbagai kampus di Bojonegoro maupun dari luar Bojonegoro, di antaranya ITS, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Trunojoyo, UPN. Partisipan mendaftar melalui link.
Ibu Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu'awanah dalam pembukanya menyampaikan, sesuai Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 34 Tahun 2019 tentang Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi, Pemkab Bojonegoro meluncurkan 3 program beasiswa yang berlaku tahun 2020.

Ketiga program itu yang pertama beasiswa Scientis. Kedua, program 1 Desa 2 Sarjana yaitu beasiswa Non Scientis untuk mendorong IPM berbasis desa dengan syarat utama nomenklaturnya wajib dari desa masing-masing, diambil rangking 2 terbaik dan setelah lulus harus berbakti di desa masing-masing.

“Jika tidak ada usulan dari suatu desa maka Kepala Desa, Camat ikut membidangi agar ada warganya yang bisa mengikuti program ini. Semangat Pemkab adalah membangun IPM berbasis desa”, terang Ibu Bupati.

Ibu Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu'awanah mengungkapkan terkait program beasiswa PTS di Bojonegoro sebenarnya sudah ada lama yang dikelola melalui Bagian Kesra Setda.

“Namun karena makin tahun makin menurun peminatnya, oleh sebab itu kami mengundang para pimpinan/ketua PTS-PTS di Bojonegoro. Selama ini mahasiswa mengajukan sendiri-sendiri, masih kurang sosialisasi, sehingga berdampak pada rendahnya serapan anggaran beasiswa.PTS di Bojonegoro agar juga proaktif dalam ikut mendaftarkan para mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa sehingga anggaran bisa diserap maksimal dan bahkan kita tambah” terang Beliau.

Lebih lanjut Ibu Bupati Anna Mu'awanah menyampaikan terkait anggaran untuk program beasiswa scientis tahun 2020 dialokasikan 15 milyar, non scientis berbasis desa dialokasikan 8,6 milyar dan yang non scientis dibawah Bagian Kesra Setda 636 juta.

“Ini tidak terlambat, sehingga nanti perubahan anggaran 2020 dan tahun 2021 mulai dimaksimalkan sehingga bisa menyeimbangkan dengan PTN yang diluar Bojonegoro. Jadi total di tahun 2020 ini Pemkab telah alokasikan beasiswa anggaran sebanyak 24,236 milyar rupiah.Beliau juga kembali menegaskan bahwa program beasiswa ini ada juklak juknisnya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. “Saya mengulang kembali, kalau untuk beasiswa Scientis itu untuk yang kuliah dimana saja boleh mengajukan ini ( dmw GNN)

Pembukaan Sekolah Menunggu Kajian Gugus Tugas Covid - 19

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro masih akan menunggu kajian dari Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 untuk memulai proses belajar di sekolah.

Sehingga, pembukaan sekolah belum bisa dipastikan waktunya. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suprayitno, rencana awal proses belajar mengajar di kelas akan dimulai 2 Juni 2020 mendatang.

 Namun, sebelum sekolah-sekolah dibuka, Dinas Pendidikan akan meminta hasil kajian dari Gugus Tugas Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

“Belum bisa kami pastikan. Karena menunggu bagaimana rekomendasi Gugus Tugas,” katanya.

Mendikbud, kata Dandi, sudah mengizinkan kepada daerah untuk mengambil kebijakan sendiri. Namun, untuk Kabupaten Bojonegoro tetap menunggu kajian Gugus Tugas.

 Dinas Pendidikan memastikan, meski siswa belajar di rumah, kurikulum belajar mengajar tidak ada perubahan. Karena prinsipnya siswa tetap belajar dan mendapat bimbingan dari guru.

“Yang pasti kita tetap berpatokan pada kurikulum yang ada,” tegasnya. Sebagaimana diketahui, sebelumnya ada surat edaran dari Sekretaris Kabupaten Bojonegoro nomor 338/824/412.201/2020 tanggal 4 Mei 2020.

Salah satu isinya tentang perpanjangan belajar di rumah hingga pada 1 Juni 2020. (dmw GNN)

Update Covid - 19 di Bojonegoro, 1 Positif Corona Meninggal Dunia, PDP dan ODP Bertambah

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com
Update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 27 Mei 2020 Jam 18.00 WIB, ada penambahan jumlah status positif terkonfirmasi baru 1 orang di Kecamatan Bojonegoro.

"Ini merupakan peningkatan status dari PDP dan telah meninggal dunia. Sehingga jumlah positif terkonfirmasi hari ini sebanyak 41 orang meliputi 40 orang dirawat dan 1 orang meninggal dunia," ungkap juru bicara gugus tugas percepatan dan penanganan Covid - 19 kabupaten Bojonegoro, Masirin.


Dengan begitu jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 50 orang, meliputi yang dirawat 40 orang, meninggal dunia 8 orang dan Sembuh 2 orang.

"Sedangkan untuk status PDP juga terdapat penambahan baru sebanyak 1 orang di Kecamatan Balen. Sehingga status PDP pada hari ini adalah sebanyak 8 orang," ujarnya.


Menurut Masirin, dengan adanya penambahan baru tersebut, status PDP kumulatif sebanyak 19 orang, 8 orang dalam pengawasan, 3 orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia 8 orang.

"Sementara itu untuk status ODP hari ini juga masih ada penambahan baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Bojonegoro 1 orang dan Dander 1 orang. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 1 orang di Kecamatan Kepohbaru. Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 30 orang," jelas Kabag Humas Pemkab Bojonegoro ini.


Adapun ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 242 orang, meliputi dipantau 30 orang, selesai pemantauan 210 orang dan meninggal dunia 2 orang serta untuk status ODR sebanyak 41.990 orang dan OTG sebanyak 361 orang. (dmw GNN)

Pemkab Terima Bantuan APD dari BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com - Pemkab Bojonegoro menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro. Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis di
Pendopo Malowopati Bojonegoro.

Kepala BPJS Tenagakerjaan Bojonegoro, Dolik Yulianto kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (26/5/2020)

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Dolik Yulianto mengungkapkan, pemberian bantuan APD ini diharapkan bisa membantu dalam penanganan pasien Covid-19.

“Setiap paketnya berupa baju hazmat, kacamata pelindung, masker medis, sarung tangan medis, penutup kepala, dan sepatu boot,” ujarnya.

APD ini nantinya akan diserahkan kepada dua RSUD di Bojonegoro. Yakni, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dan RSUD Padangan.

“22 paket APD akan diserahkan kepada RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Sedangkan 15 paket APD akan diserahkan kepada RSUD Padangan,” tandasnya.

Bupati Anna Muawanah mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro atas kepedulian dan kerjasamanya dalam penanganan wabah Covid-19 di Bojonegoro.


“Terima kasih kepada BPJamsostek atas kerjasamanya dengan memberikan bantuan APD untuk penanganan wabah Covid-19 di Bojonegoro. Semoga bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya," kata Anna  Muawanah Bupati Bojonegoro ( dmw GNN)

MEMASUKKAN SISWA DI AWAL AJARAN BARU AKAN MENCIPTAKAN KLASTER BARU (bagian 4)

Surabaya. gerbangnusantaranews.com
PENDIDIKAN dan kesehatan memang penopang utama sumber daya manusia. Di era pandemi Covid-19, Pendidikan di Indonesia tidak luput terkena dampak.

Sekolah jarak jauh menjadi opsi pilihan untuk mencegah infeksi Covid-19 di lingkungan sekolah.

Mendikbud Nadiem Makarim pernah mengemukakan dampak Covid-19 akan mempengaruhi Pendidikan Indonesia akan berlangsung jarak jauh hingah setidaknya tahun 2021.

Namun belakangan ini muncul wacana dari kemendikbud bahwa sekolah akan dibuka pada juli 2020.
Wacana sekolah masuk kembali seiring dengan adanya wacana yang digulirkan oleh pemerintah terkait bersahabat dengan Covid-19, membangun kehidupan baru yang berdampingan dengan Virus Covid-19, Bahasa kerennya ‘New Normal’ .

Namun, perlu dicermati kembali dengan sangat hati-hati bahwa keputusan ini bukanlah sesuatu yang mudah. Karena ini sangat menentukan keberlangsungan generasi muda Indonesia.  Dan menurut hemat saya tidak ada urgensinya membuka sekolah kembali di tengah pandemi yang belum terkendali.
Rilis pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu mengatakan tingginya angka kematian Covid-19 di Indonesia. Bahkan kematian anak di Indonesia akibat Covid-19 ini tertinggi seasia pasifik.

Kondisi ini terjadi, padahal Indonesia belum berada di puncak pandemi.

Ada beberapa opsi yang harus dipertimbangkan. Pertama, Karakter virus Covid-19. seperti pernah ditulis oleh dr. Bambang Budiono, SpJP.

Virus Covid-19 ini merupakan virus yang memiliki karakteristik dasamuka. Salah satu cirinya yakni memiliki spektrum klinis bervariasi dari tanpa gejala, gejala ringan hingga gejala berat yakni pneumonia.

Lebih dari 30 % virus Covid-19 tidak bergejala. Artinya kontrol dalam pencegahan infeksi Covid-19 ini sangat sulit.

Ini sangat tidak adil untuk para guru, siswa, dan keluarganya di rumah, siapapun terinfeksi, bila beruntung akan bergejala ringan. Risiko terbesar kematian itu sendiri dan bisa menularkan kepada keluarga.

Fakta di Rumah sakit, tenaga medis saja bisa berjatuhan, apalagi membuka sekolah yang notabene bukan orang kesehatan. Akan ada kluster baru yang akan membunuh guru dan juga siswa.

Kedua, Teknis belajar mengajar sulit. Tidaklah mudah untuk memberlakukan pembelajaran baik formal atau informal sebagaimana era sebelum pandemi.

Dalam satu kelas misalkan ada 32 siswa dan satu guru. Sang guru akan terbebani untuk mengawasi 32 siswa ini agar tidak terjadi kontak.

Sementara murid sulit fokus karena memakai ‘topeng’ pelindung wajah. Imbasnya daya serap pun tidak akan seperti era sebelum Covid-19.

Bila ada satu siswa saja yang bandel, guru bisa berbuat apa?

 Ketiga, lingkungan sekolah terkontaminasi. Guru tidak bisa mengontrol apakah siswa mempunyai lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar rumahnya apakah memenuhi standar protocol kesehatan.

Ini akan seperti mimpi buruk sepanjang waktu, apakah murid saya semuanya sehat. Akumulasi dari siswa yang mungkin menderita Covid-19 ini akan mencemari lingkungan sekolah, dan untuk mengontrol hal ini membutuhkan tenaga dan anggaran yang tidak sedikit.

 Bila memang tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, rasa-rasanya untuk mencapai Indonesia cerdas di era pandemi tidak harus kembali pada cara-cara lama.

Siswa berada pada dua ruang, yakni ruang keluarga, dan ruang sekolah. Jembatan penghubungnya sudah jelas yakni fasilitas digital, kelas online, atau ruang maya.

Siswa lebih mudah dikontrol baik dalam lingkungan keluarga. Orang tua memang memiliki peran ganda yakni ikut serta menjadi guru bagi anak-anaknya, saya rasa ini sangat mulia dan banyak sisi baiknya.

Insyaallah Mendikbud Kita, Nadiem Makarim CEO aplikasi digital ini sangat mumpuni untuk memperkuat relasi siswa, orang tua, dan guru/sekolah dengan pengembangan aplikasi atau program teleeducation.

Di era pandemi ini persoalan kesehatan, persoalan kemanusiaan merupakan prioritas diatas segala-galanya.

Jangan sampai kita salah melangkah hingga generasi mudah merana. Tetap kita di rumah aja, stay safe, bila kita masih merasa kurang dengan apa yang kita dapatkan dalam hal pendidikan.

Kita masih bisa membangun pendidikan dan peradaban Indonesia kembali pasca pandemi.oleh : dr.Sonny (Residen Obstetri Ginekologi Rs.dr.Soetomo Surabaya).(GNN Patner)

Rabu, 27 Mei 2020

Kades Wadak Lor Bagikan Insentif Guru, Santunan Yatim dan Pembagian Sembako Jelang Lebaran

Gresik, gerbangnusantaranews.com
Sederetan kegitan menjelang lebaran tetap walau dengan kondisi penerapan PSBB tapi karena sudah menjadi kebiasaan dan bisa dikatakan sebagai bentuk budaya yang berawal dari ketaatan dalam menjalankan ajaran agama tetap exis di semua desa termasuk seperti didesa WDak Lor kecamatan Duduk Sampeyan kabupaten Gresik.
Kepala desa Wadaklor H. Saiful arif, S.Ag., M.Pd.,  kepada GNN (27t5/2010) menyampaikan kegiatan yang berjalan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan setiap menjelang hari raya Idul Fitri termasuk tahun ini
Ia juga menjelaskan kegiatan tersebut adalah pemberian Sembako, santunan Yatim piatu, dhuafa dan pemberian insentif pada guru swasta non sertifikasi.

Pemerintah desa Wadak Lor memberlakukan lockdown total H-2 sampai dengan H-2 Lebaran, sehingga kegiatan tersebut tetap harus mengikuti protokoler kesehatan dengan harapan tetap bisa mensukseskan program.pencegahan peneyebaran Covid-19.(WLO)
_____________________________________
Berita terkini TV Online GNN Media
Banjir Melanda Gresik 
https://youtu.be/62VUF3bQnFk

Ditengah Pandemi Corona, Mabes Polri Distribusikan 2000 Paket Beras di Bojonegoro


Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com Polres Bojonegoro ditengah pandemi Covid-19 kembali melaksanakan bakti sosial dengan pendistribusian  beras bantuan dari Mabes Polri sebanyak 10 Ton untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kegiatan pendistribusian beras juga dihadiri Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto, para pejabat utama Polres Bojonegoro, Senkom Polri dan Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) tingkat Kecamatan, bertempat di halaman apel Mapolres Bojonegoro, Rabu(27/05/2020).

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan dalam arahannya, menyampaikan kegiatan bakti sosial ini merupakan tahap III dan Polres Bojonegoro akan mendistribusikan beras sebanyak 10 ton atau 2000 paket beras dari Mabes Polri yang diperuntukan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Pendistribusian bantuan sosial berupa paket beras tersebut di 28 Kecamatan yang diterimakan kepada Keluarga Penerima Manfaat(KPM). Jumlah penerima di masing-masing kecamatan adalah 75 KPM.
Dilanjutkan penyerahan paket beras secara simbolis oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan dan Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto, kepada perwakilan anggota yang akan mendistribusikan bantuan sosial berupa paket beras.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan di sela-sela pendistribusian bantuan paket beras di Mapolres Bojonegoro menjelaskan jumlah bantuan beras dari Mabes Polri untuk Polres Bojonegoro mencapai 10 ton yang dibagikan untuk 2000 KPM. "Kita akan mendistribusikan paket beras dari Mabes Polri sebanyak 2000 paket beras dan diperuntukkan kepada warga kurang mampu yang terdampak ditengah wabah corona ini," katanya.

Sebelum memberikan bantuan, anggota bhabinkamtibmas di polsek melakukan penyisiran agar tidak terjadi tumpang tindih. Hal itu agar warga yang sudah menerima bantuan dari pemerintah tidak menerima bantuan yang bersumber dari Mabes Polri tersebut.

Kapolres berharap pendistribusian bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga, khususnya mereka yang terdampak covid-19 ( dmw GNN )

PGRI JATIM HARAPKAN KEMENDIKBUD LAKUKAN PEMETAAN SEBELUM AJARAN BARU


Surabaya, gerbangnusantaranew.com
Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Provinsi Jawa Timur, Teguh Sumarno mengharapkan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan kebudayaan) Republik Indonesia melakukan pemetaan sebelum pelaksanaan awal ajaran baru jika perencanaanya di mulai bulan Juli 2020 mendatang.

"Pemetaan dimaksud mengajak rembukan Kepala Dinas Pendidikan di tingkat Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Indonesia, mengingat awal ajaran baru di tengah virus corona yang masih berjalan, sehingga orientasi utama adalah keselamatan kesehatan.Sebab status Provinsi serta Kabupaten/Kota berbeda-beda dalam hal kasus penyebaran virus corona,"ujarnya meyakinkan.
Masih menurut Teguh, sapaan akrab pria mantan Rektor Universitas Banyuwangi ini, setelah dilakukan pemetaan, misalnya Jawa Timur yang terdiri 38 Kabupaten/Kota, akan diketahui daerah mana yang masih zona merah dan zona hijau  berdasarkan rekomendasi gugus tugas masing-masing daerah.

Baru ditentukan zona merah masih belum bisa mulai awal ajaran baru karena resiko penyebaran masih tinggi sehingga menimbulkan kluster baru.

Sementara zona hijau diperbolehkan masuk sekolah dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan konsisten di awasi guru.

''Aturannnya harus jelas untuk juklak bisa dibuat oleh Kemendikbud karena sifatnya global, sedangkan Juknis akan dibuat Kadiknas Provinsi bersama-sama Kadiknas masing-masing Kabupaten/Kota karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah dalam situasi pandemi,"ujarnya.

Sementara itu, Dosen Unesa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, Dr.Suroto mendukung pernyataan Ketua PGRI Jatim bahwa untuk masuk sekolah dan teknis pelaksanaan di lapangan tidak bisa diseragamkan, karena punya cara masing-masing sesuai ke arifan lokal, kalau protokol kesehatan bisa diseragamkan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan,"ujarnya.(GNN Patner)

Kapolres Bojonegoro ; Pengamanan Selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 H Aman dan Lancar

Bojonegoro, g
erbangnusantaranews.com Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polres yang telah melakukan pengamanan selama bulan Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri 1441 H dengan aman dan lancar.

"Meski tugas Kepolisian pada tahun ini semakin berat karena dihadapkan wabah pendemi Covid-19. Sehingga mengharuskan untuk bekerja ekstra dan itu bisa dilaksanakan dengan baik," ungkap Kapolres saat memimpin apel bersama anggota di halaman Mapolres, Selasa (26/5/2020).

Dengan terus melaksakan kegiatan himbauan pencegahan di lingkungan masyarakat, maupun penyekatan pemudik di Pos Pam perbatasan antar kota.


Dijelaskan dalam kondisi ini pula petugas juga harus melaksanakan kegiatan himbauan pencegahan di lingkungan masyarakat, maupun penyekatan pemudik di Pos Pam perbatasan antar kota.

“Semoga momentum bulan puasa dan lebaran tahun ini ditengah wabah pandemi corona, kita semua dapat mengambil hikmahnya," ujarnya.


Selain mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Kapolres juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan pengamanan hari raya Idul Fitri 1441 H dapat berjalan dengan aman dan lancar tidak ada laporan kejadian menonjol di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.

 "Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Polres Bojonegoro dan Polsek jajaran yang dengan semangat dan penuh dedikasi melaksanakan tugas pengamanan sehingga hari raya idul Fitri kali ini berjalan dengan kondusif,” ucapnya.


Dalam kesempatan itu Kapolres, juga mengimbau kepada seluruh anggota Polres Bojonegoro baik anggota Polri dan ASN, tetap menjaga kesehatan baik pribadi maupun keluarganya dan selalu mengikuti perkembangan situasi dan kondisi Covid-19.

 "Mari kita semua setiap kegiatan baik di rumah maupun diluar rumah tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya.

Usai pimpin apel, Kapolres langsung melakukan halal bihalal saling maaf memaafkan dengan seluruh anggota, Perwira , Bintara dan ASN Polres dengan tetap menerapkan social distancing. ( dmw GNN)

Hari ini Bupati Anna Ngobrol Bareng Milenial Secara Virtual Tentang Beasiswa

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah akan ngobrol tentang beasiswa dalam acara Ngobral atau Ngobrol Bareng Milenial secara vertual, Rabu (27/5/2020).

 Acara yang dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 16.00 WIB akan live streaming di Youtube. Dalam acara Ngobral, sejumlah rektor dan ketua sekolah tinggi yang ada di Bojonegoro akan ikut serta.


Diantaranya Rektor Unigoro DR. Tri Astuti Handayani, SH, MJ, M.Hum; Rektor IAI Sunan Giri M Jauharul Ma’arif, M.Pd.I; Rektor IKIP PGRI Drs. Sujiran, M.Pd.; Ketua STIKES ICSADA Hasan Bisri SE, MSA;

Ketua STIT Muhammadiyah Drs. H. Ihwanuddin, M.Pd.I; Ketua Stikes Muhammadiyah Ns. Sudalhar, M.Kep; Ketua STIE Cendekia Tri Suwarno, SH.,MM.; dan Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro DR. Ridwan Hambali.


Menurut Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suprayitno, acara Ngobral bertujuan sosialisasi tiga beasiswa yang diberikan Pemkab kepada masyarakat Bojonegoro.


Tiga jenis beasiswa tersebut untuk meningkat SDM masyarakat Bojonegoro. “Acara besok itu sosialisasi beasiswa. Agar masyarakat tidak keliru memilih jenisnya dan bisa memanfaatkannya dengan baik,” katanya,

Saat ini, lanjut dia, beasiswa tersebut sedang berjalan. Banyak warga yang mempertanyakan beasiswa tersebut, sehingga perlu ada sosialisasi lebih detail.

Tiga beasiswa tersebut adalah beasiswa 1 desa 2 sarjana, beasiswa scientist, dan beasiswa tugas akhir. “Beasiswa tugas akhir ada di Kesra, dan dua lainnya ada di Dinas Pendidikan,” terangnya. Masyarakat perlu membedakan masing-masing syarat memperoleh beasiswa.


Agar jangan keliru saat mengajukan beasiswa. “Saat ini program beasiswa sedang berjalan. Makanya perlu dimaksimalkan,” tegasnya.

Bagi warga Bojonegoro yang ingin mengikuti Ngobral besok, bisa mendaftar di tautan: https://bit.ly/seminar-ngobam. Bagi yg belum mendaftar, cukup Subscribe & ikuti via Live YOUTUBE di: https://bit.ly/streaming-ngobam. (dmw GNN )

Hasil Rapid Test Massal Karyawan Dua Swalayan dan Pabrik Rokok di Bojonegoro Non Reaktif

Bojonegoro,  gerbangnusantaranews.com  - Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, melakukan rapid test massal terhadap karyawan swalayan dan buruh pabrik rokok, dari 165 orang yang dirapid test, hasilnya non reaktif semua, ada tiga tempat yang menjadi sasaran rapid test massal pada, Selasa (26/5/2020).

 Yakni Swalayan Bravo ada 56 karyawan yang dirapid test dengan rincian 49 orang ber Kartu Tanda Penduuk (KTP) Bojonegoro, dan 7 orang ber KTP Tuban.

Swalayan KDS sebanyak 49 orang dirapid test dengan rincian 33 orang ber KTP Bojonegoro, dan 16 orang KTP Tuban. MPS Padangan ada 60 orang ber KTP Bojonegoro. "Alhamdulillah semua non reaktif atau negatif," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin kita hubungi Selasa malam.


Rapid test massal akan dilanjutkan ke dua swalayan lainnya di Bojonegoro pada Rabu (27/5/2020) besok. Yakni di Samudra Jalan Imam Bonjol, dan Giant Jalan Teuku Umar.

 Selain swalayan, rapid test juga dilaksanakan pengelola Tempat Wisata GoFun dan PT. Realfood Winta Asia Bojonegoro.


Ada seratusan karyawan yang menjalani rapid test di Klinik DMC Dander Medical center Bojonegoro. Manajer Go Fun Wiwik Sriwilujeng menjelaskan, ada 550 karyawan yang menjalani rapid test. Rapid test telah dilakukan sebanyak tiga kali.

"Hasilnya non reaktif semua," tutur nys. (dmw GNN)

Selasa, 26 Mei 2020

Hari Jadi Lamongan Jadi Pembakar Semangat Warga Cegah Penyebaran Covid-19

Lamongan,  gerbangnusantaranews.com Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengucapkan selamat atas Hari Jadi ke 451 untuk Kabupaten Lamongan yang dirayakan Selasa 26 Mei 2020.

Ia berharap Kabupaten Lamongan terus berjaya dan membawa sejahtera bagi masyarakatnya.

“Selamat Hari Jadi untuk Kabupaten Lamongan yang ke 451. Mudah-mudahan Lamongan terus berjaya, terus menuai sukses dan terus memberikan manfaat yang besar bagi seluruh warga Lamongan,” ucap Khofifah.

Gubernur mengajak agar tema yang diusung dalam Hari Jadi Kabupaten Lamongan yang ke 451 ini bisa diilhami oleh seluruh warga Kabupaten Lamongan. Yaitu menjadikan spirit Hari Jadi Kabupaten Lamongan yang ke 451 sebagai semangat mencegah penyebaran pandemi covid-19.

Ditegaskan, mencegah penyebaran pandemi covid-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Butuh adanya partisipasi dan gotong rotong seluruh pihak agar pandemi covid-19 bisa segera teratasi.

“Mari kita jadikan spirit hari jadi ini sebagai pelecut semangat agar Kabupaten Lamongan memenangkan perang melawan pandemi covid-19,” tegasnya.

Masyarakat harus perlahan menerapkan kebiasaan normal baru dengan terbiasa menggunakan masker, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau physical distancing dan juga tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan yang sangat urgent.

Terlebih kasus infeksi covid-19 di Kabupaten Lamongan hari ini masih terbilang tinggi. Kabupaten Lamongan menempati urutan ke empat di Jawa Timur untuk daerah dengan kasus konfirmasi covid-19 tertinggi. Dimana hari ini ada sebanyak 87 kasus warga Lamongan yang terkonfirmasi positif covid-19.

Karenanya ia berharap agar masyarakat berperan aktif dalam menekan penyebaran pandemi covid-19. Peran tersebut tidak harus dimulai dengan effort langkah yang besar, melainkan cukup dimulai dari setiap masing-masing individu untuk memulai langkah terkecil dengan menggunakan masker dan menerapkan physical distancing.


“Menggunakan masker bisa menekan penyebaran covid-19 hingga 60 persen,” tegasnya.

Selain itu ia juga mengingatkan pada seluruh warga Jawa Timur untuk menahan dulu kegiatan mudik maupun silaturahmi di momen Syawal ini. Tetap mempertahankan gerakan di rumah saja adalah langkah terbaik yang bisa diambil saat ini dan mengganti silaturahmi secara virtual.

Terutama karena persentasi OTG yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim juga masih terus meningkat. Dimana saat ini angkanya mencapai 34 persen yang berpotensi positif covid-19.

“Dan pesan kami untuk Pemkab Lamongan, jangan lelah menyisir warga Kabupaten Lamongan yang terdampak covid-19 dan menyapa mereka yang masih belum tersisir bantuan dengan menyalurkan bansos dari dana hasil refocussing anggaran APBD Kabupaten Lamongan. Semangatnya adalah kita ringankan bersama beban mereka dari dampak pandemi covid-19,” pungkasnya. (dmw GNN).

Bojonegoro Akan Lakukan Rapid Test Massal di Swalayan dan Pabrik Rokok

Bojonegoro, gerbangnusantaranews.com Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro rencanya akan kembali menggelar rapid test massal terhadap karyawan swalayan dan pabrik rokok di wilayahnya, Rabu (27/5/2020).

 Rapid test dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 secara cepat dan tepat. “Besok Rabu, rencananya kita akan melakukan tes cepat di swalayan” kata Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.


Rapid tes masssl terhadap karyawan swalayan dan pabrik rokok yang akan digelar tersebut untuk memastikan apakah mereka terpapar virus atau tidak. Sehingga dari hasil rapid tes itu nantinya dapat ditindak lanjuti dengan Swab.

 "Seperti rapid test masal yang sudah kita lakukan di sejumlah pasar tradisional Bojonegoro beberapa waktu lalu," tegas Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro.


Bu Anna mengaku sempat melakukan video call dengan IM, salah satu karyawan pabrik rokok asal Kecamatan Baurno yang tersuspec Covid-19. Dalam video call itu, IM menyatakan kegelisahannya kepada Bupati karena dikucilkan oleh lingkungan.

"IM meminta pemkab untuk mengedukasi kepada masyarakat agar tidak mengkucilkan pasien Covid-19. Ia membutuhkan support dari semua pihak," ungkapnya.

Dalam Video Call itu, Bupati berjanji akan memaksimalkan sosialiasi dan mengedukasi masyarakat. Bupati juga berpesan kepada IM, untuk meningkatkan imunitas tubuhnya agar dapat melawan paparan virus.

Caranya dengan mengkonsumsi air putih sebanyak 3 liter perhari dan Vitamin C. "Saya minta masyarakat untuk tidak mengkucilkan pasien positif Covid-19. Karena ini bukan aib, tapi musibah yang bisa datang kepada siapa saja," pesannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pudjiningrum menyampaikan, telah melakukan rapid tes terhadap 4.488 pedagang yang ada di Pasar Kota, Banjarjo, Kapas, dan Dander beberapa waktu lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 218 orang menunjukkan reaktif.

 Sementara itu, lanjut dia, ada sekitar 230 masyarakat Bojonegoro yang sudah dilakukan tes swab di Pemprov Jatim dan masih menunggu hasilnya.

"Sekarang ini, RSUD Sosodoro Djatikusumo sudah bisa melakukan tes swab sendiri. Itupun, tes swab hanya bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta konfirmasi ulang, bukan Orang Tanpa Gejala (OTG)," ujar Ani Pudjiningrum. Jumat (22/5/2020) lalu. ( dmw GNN)

Kepincut Setigi, Kick Andy Undang Kades Abdul Halim

Kades Sekapuk Abdul Halim Bersama Kick Andy Di Studio MetroTV Jakarta.  GRESIK - gerbangnusantaranews.com Kades Sekapuk Abdul Halim lagi-la...